Bukan Shalat yang Sempurna Kalau Tidak Mencegah dari Kemungkaran

Hadits ke-7

Dari Sayyidina Imran bin Hushain Radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya mengenai firman Allah Subhaanahu wata’ala (yang artinya), ‘Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar.’ Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Barangsiapa yang shalatnya tidak dapat mencegahnya dari berbuat keji dan munkar, itu bukanlah shalat (yang sempurna).’” (H.R. Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Mardawaih, dari Kitab Durrul Mantsur)

Faidah

Shalat merupakan sesuatu yang amat berharga. Jika shalat dilakukan dengan cara yang benar, shalat akan membuahkan hasil, yaitu akan mencegah kita dari hal-hal yang tidak patut. Jika kita belum memperoleh hasil ini, hendaknya kita meyakini bahwa shalat kita belum sempurna. Sangat banyak hadits yang meriwayatkan tentang masalah ini. Di antaranya, Sayyidina Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Shalat menghentikan dari berbuat dosa (yang sedang dilakukan), dan shalat menjauhkan dari perbuatan dosa (di masa yang akan datang).”

Sayyidina Abul ‘Aliyah Radhiyallahu ‘anhu mengatakan, maksud firman Allah Subhaanahu wata’ala:

“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar.” (Q.S. Al-Ankabut: 45)

adalah hendaknya ada tiga hal dalam shalat, yakni ikhlas, takut kepada Allah Subhaanahu wata’ala, dan dzikrullah. Jika dalam shalat tidak terdapat tiga hal tersebut, maka bukanlah shalat (yang sempurna). Ikhlas selalu menarik ke arah amal shalih. Takut kepada Allah Subhaanahu wata’ala menjauhkan diri dari perbuatan munkar. Dzikrullah adalah membaca Al-Qur’an, yang dengan sendirinya mengajak kepada perbuatan baik dan mencegah kemungkaran.

Dari Sayyidina Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Shalat yang tidak dapat mencegah perbuatan munkar dan amalan-amalan yang tidak sesuai, shalat itu tidak mendekatkan kita kepada Allah Subhaanahu wata’ala. Bahkan, menjauhkan kita dari-Nya.” Sayyidina Hasan Radhiyallahu ‘anhu juga meriwayatkan sabda Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam yang berbunyi, “Jika shalat seseorang tidak menghalanginya dari perbuatan buruk, maka itu bukanlah shalat. Bahkan shalat seperti itu akan menjauhkannya dari Allah Subhaanahu wata’ala.” Sayyidina Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan hal yang sama. Sayyidina Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa tidak mengikuti kehendak shalat, maka dia belum shalat. Mengikuti kehendak shalat adalah dengan meninggalkan perbuatan keji dan munkar.” Sayyidina Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Seseorang datang kepada Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Si fulan suka mengerjakan Shalat Tahajjud malam hari, tetapi pagi harinya ia mencuri.’” Beliau bersabda, “Dalam waktu dekat, shalat itu akan menhentikannya dari perbuatan itu.” (dari Kitab Durrul Mantsur)

Dari hadits-hadits di atas kita dapat mengetahui, bahwa seseorang yang selalu sibuk bermaksiat kepada Allah Subhaanahu wata’ala hendaknya ia benar-benar menyibukkan diri dengan shalat yang benar, sehingga perbuatan buruknya akan hilang dengan sendirinya. Untuk menghilangkan perbuatan buruk sangat sulit dan memerlukan waktu lama. Sedangkan menyibukkan diri di dalam shalat itu mudah dan tidak memerlukan waktu yang lama. Dengan keberkahan shalat, kebiasaan buruk itu akan hilang. Semoga Allah Subhaanahu wata’ala memberikan taufik kepada kita agar dapat menunaikan shalat sebaik-baiknya.

Sumber: Kitab Fadhilah Amal – II. Kitab Fadhilah Shalat – Bab Ketiga “Khusyu’ dan Khudhu’ dalam Shalat” Pasal 3 : Hadits-Hadits Mengenai Ikhlas, Khusyu’ dan Khudhu’ ~ Bukan Shalat yang Sempurna Kalau Tidak Mencegah dari Kemungkaran (Maulana Muhammad Zakariyya Al-Khandahlawi Rah.a)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Belajar Ilmu Nahwu Shorof Tata Bahasa Arab Online

Nahwu, Balaghah, Mu'jam, Sharaf, Kamus, Terjemah dll. Blog Santri Fasih Mengaji Kitab Kuning. nahwusharaf.WordPress.com site

ponpes Al-Fithrah GP

Ibadah dalam hidmah - hidmah dalam ibadaH

Blog Abu Umamah™

Media Belajar Dan Berbagi Ilmu Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah

Abdurrohmandotcom

Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

Faisal Abiyasin's Blog

... belajar berbagi yang di ketahui ...

Ruang Aliyah

.::Ruang kosong yang haus untuk diisi::.

Bimbingan Islami | Ulama Ahlus sunnah Wal Jamaah Salafiy

Bimbingan, nasehat dan fatwa ulama ahlussunnah wal jama-ah sesuai dengan ajaran Islam menurut pemahaman as-salaf ash-shaleh

مفاهيم

Salim Abdul Qadir MD

Agama Ialah Nasihat

“Agama adalah nasihat”. Kami bertanya: “Bagi siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslim dan bagi kaum muslim secara umum.” (HR. Muslim)

antonsudarwo26ubd

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

%d bloggers like this: