Shalat yang Tidak Sempurna Sujud dan Rukuknya adalah Bentuk Pencurian yang Paling Hina

Hadits Ke-5

Dari Sayyidina Abdullah bin Abi Qatadah Radhiyallahu ‘anhu, dari ayahnya Radhiyallahu ‘anhu, ia mengatakan bahwa Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Seburuk-buruk pencuri ialah seseorang yang mencuri shalatnya.” Shahabat Radhiyallahu ‘anhum bertanya, “Ya Rasulullah, bagaimana ia mencuri shalatnya?” Beliau menjawab, “Ia tidak menyempurnakan ruku dan sujudnya.” (H.R. Darami, Ahmad, Thabarani, dan Ibnu Khuzaimah, dari Kitab At-Targhib)

Faidah

Kandungan hadits di atas, juga banyak disebutkan dalam beberapa hadits. Pertama, hendaknya diperhatikan bahwa mencuri itu sendiri sudah merupakan perbuatan yang hina, dan orang yang mencuri akan dipandang orang yang hina. Kedua, dana pencurian, ada bentuk pencurian yang paling hina, yaitu tidak menyempurnakan rukuk dan sujud ketika shalat, seperti sabda Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam di atas. Sayyidina Abu Darda’ Radhiyallahu ‘anhu mengatakan bahwa Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah memandang ke langit, lalu bersabda, “Kini waktunya ilmu akan dicabut dari dunia (pada waktu itu Allah Subhaanahu wata’ala menampakan kepada Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bagaimana ilmu dicabut dari dunia).” Sayyidina Ziyad Radhiyallahu ‘anhu bertanya, “Bagaimana ilmu akan dicabut, sedangkan kita masih membaca Al-Qur’an, dan kami juga mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak mereka, dan begitu juga seterusnya)?” Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Wahai Ziyad, dulu aku menganggapmu sebagai orang yang paham. Kaum Yahudi dan Nasrani juga mengajarkan Taurat dan Injil. Apakah hal itu memberikan faidah kepada mereka?”

Setelah mendengar hadits ini, seorang murid Sayyidina Abu Darda’ Radhiyallahu ‘anhu pergi kepada Sayyidina Ubadah Radhiyallahu ‘anhu, lalu membacakan hadits Sayyidina Abu Darda’ Radhiyllahu ‘anhu tersebut kepadanya. Sayyidina Ubadah Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Abu Darda’ benar. Maukah aku beritahukan yang pertama kali akan dicabut dari dunia? Yang pertama kali akan dicabut adalah kekhusyu’an dalam shalat. Kelak engkau akan melihat di dalam suatu masjid yang penuh dengan jamaah, tidak ada seorang pun yang khusyu’ dalam shalatnya.” Sayyidina Hudzaifah Radhiyallahu ‘anhu yang dikenal sebagai ‘Penyimpan Rahasia Nabi’ berkata, “Yang pertaa kali akan dicabut dari dunia ialah khusyu’ dalam shalat.” (dari Kitab Durrul Mantsur)

Sebuah hadits menyatakan bahwa Allah Subhaanahu wata’ala tidak mempedulikan shalat seseorang yang tidak menyempurnakan rukuk dan sujudnya. Hadits lain menyebutkan, “Ada seseorang yang shalat selama enam puluh tahun, namun tidak ada satu pun shalatnya yang diterima Allah Subhaanahu wata’ala. Karena kadangkala dalam shalat dia, rukuknya sempurna, tetapi sujudnya tidak sempurna atau sujudnya sempurna, tetapi rukuknya tidak sempurna.”

Syaikh Mujaddid Alfi Tsani Rahmatullah ‘alaih menulis dalam surat-suratnya, tentang pentingnya menjaga shalat. Dia menulis banyak hal dalam surat-suratnya, yang salah satu di antaranya menyebutkan bahwa kita hendaknya sungguh-sungguh memperhatikan masalah merapatkan jari-jari tangan ketika sujud dan merenggangkannya ketika rukuk. Aturan syari’at, merapatkan dan merenggangkan jari dalam shalat, bukannya tidak ada manfaatnya. Bahkan, amat penting kita memperhatikan adab-adab yang seolah-olah kecil ini. Dia menulis bahwa menumpukan pandangan ketika berdiri ke tempat sujud, ketika rukuk ke kaki, ketika sujud ke hidung, dan ketika duduk ke tangan, ini menyebabkan kekhusyu’an dalam shalat dan memudahkan mendapatkan ketawajjuhan. Jika adab-adab yang dianggap kecil ini saja bermanfaat bagi kita, bagaimana dengan adab-adab dan sunnah-sunnah yang lebih besar? Tentu manfaatnya lebih besar pula.

Sumber: Kitab Fadhilah Amal – II. Kitab Fadhilah Shalat – Bab Ketiga “Khusyu’ dan Khudhu’ dalam Shalat” Pasal 3 : Hadits-Hadits Mengenai Ikhlas, Khusyu’ dan Khudhu’ ~ Shalat yang Tidak Sempurna Sujud dan Rukunya adalah Bentuk Pencurian yang Paling Hina (Maulana Muhammad Zakariyya Al-Khandahlawi Rah.a)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Belajar Ilmu Nahwu Shorof Tata Bahasa Arab Online

Nahwu, Balaghah, Mu'jam, Sharaf, Kamus, Terjemah dll. Blog Santri Fasih Mengaji Kitab Kuning. nahwusharaf.WordPress.com site

ponpes Al-Fithrah GP

Ibadah dalam hidmah - hidmah dalam ibadaH

Blog Abu Umamah™

Media Belajar Dan Berbagi Ilmu Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah

Abdurrohmandotcom

Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

Faisal Abiyasin's Blog

... belajar berbagi yang di ketahui ...

Ruang Aliyah

.::Ruang kosong yang haus untuk diisi::.

Bimbingan Islami | Ulama Ahlus sunnah Wal Jamaah Salafiy

Bimbingan, nasehat dan fatwa ulama ahlussunnah wal jama-ah sesuai dengan ajaran Islam menurut pemahaman as-salaf ash-shaleh

مفاهيم

Salim Abdul Qadir MD

Agama Ialah Nasihat

“Agama adalah nasihat”. Kami bertanya: “Bagi siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslim dan bagi kaum muslim secara umum.” (HR. Muslim)

antonsudarwo26ubd

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

%d bloggers like this: