Kepentingan Shalat Fardhu Dibandingkan dengan Shalat Sunnah

Hadits Ke-5

Dari Sayyidina Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, sesungguhnya ia ditanya tentang seseorang yang berpuasa siang hari, berdiri (shalat) malam hari, tetapi ia tidak menghadiri shalat berjamaah dan tidak menyertai Shalat Jum’at, maka Sayyidina Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma menjawab, “Ia berada di neraka.” (H.R. Tirmidzi, dari Kitab At-Targhib)

Faidah

Seorang muslim yang disiksa di neraka, suatu ketika akan dikeluarkan (juga) dari neraka, tetapi diketahui berapa lama ia akan berada dalam neraka. Sebagian sufi yang jahil hanya mementingkan dzikir dan shalat sunnah tanpa mempedulikan shalat berjamaah dan menyangka dirinya orang yang shalih. Padahal, kesempurnaan keshalihan adalah dengan mengikuri Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Sebuah hadits menyebutkan bahwa ada tiga orang yang dilaknat Allah Subhaanahu wata’ala, yaitu imam yang dibenci makmumnya (dengan alasan yang masuk akal), wanita yang suaminya tidak ridha kepadanya, dan orang yang mendengar adzan namun tidak pergi shalat berjamaah.

Hadits Ke-6

Ibnu Mardawaih Rahmatullah ‘alaih telah meriwayatkan dari Ka’ab Al-Hibr Rahmatullah ‘alaih, ia berkata, “Demi Dzat yang telah menurunkan Taurat kepada Nabi Musa Alaihis salam, Injil kepada Nabi Isa Alaihis salam, Zabur kepada Nabi Dawud Alaihis salam, dan Al-Qur’an kepada Baginda Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, ayat-ayat berikut ini diturunkan mengenai nasib buruk pada hari kiamat yang akan menimpa orang-orang yang tidak shalat berjamaah di tempat adzan dikumandangkan. (Arti ayatnya adalah): ‘Pada hari ketika betis di singkapkan (Pada Hari Kiamat yang suasanya begitu genting dan menakutkan), dan mereka dipanggil untuk sujud tetapi mereka tidak mampu sujud, pandangan mereka tunduk ke bawah kerena malu, mereka diselubungi kehinaan, dan sungguh semasa di dunia mereka diseru untuk sujud sedangkan mereka ketika itu dalam keadaan sehat wal afiat (tetapi mereka enggan bersujud).’” (Q.S. Al-Qalam: 42-43). (H.R. Baihaqi, dari Kitab Durrul Mantsur)

Faidah

Makna ‘hari betis disingkapkan’ adalah tajallinya Allah yaitu Allah Subhaanahu wata’ala menampakan keagungan-Nya di Padang Mahsyar, sehingga seluruh Kaum Muslimin akan bersujud melihatnya, tetapi sebagian mereka ada yang punggungnya mengeras, sehingga tidak dapat bersujud. Siapakah mereka? Ahli tafsir berbeda penafsiran mengenai hal ini.

Penafsiran pertama, Ka’ab Al-Hibr Rahmatullah ‘alaih, Sayyidina Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, dan yang lain menafsirkan bahwa mereka adalah orang yang diseru untuk shalat berjamaah, tetapi tidak memenuhinya.

Penafsiran kedua, tertulis dalam Kitab Bukhari, Sayyidina Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Aku mendengar Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Mereka adalah orang ketika di dunia shalat dengan riya dan ingin dilihat oleh orang lain.’

Penafsiran ketiga, menyatakan mereka adalah orang-orang kafir yang ketika di dunia benar-benar tidak pernah shalat.

Penafsiran keempat, menyatakan bahwa mereka adalah kaum munanfik. Hanya Allah Subhaanahu wata’ala-lah yang Maha Mengetahui dan yang Maha Sempurna ilmu-Nya.

Sesuai sumpah Syaikh Ka’ab Al-Hibr Rahmatullah ‘alaih atas nama Allah Subhaanahu wata’ala, diperkuat oleh penafsiran Sayyidina Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma sebagai imam para mufassir, menjelaskan betapa dahsyat huru-hara Pada Mahsyar, sehingga seluruh Kaum Muslimin sibuk bersujud. Tetapi, orang-orang yang tidak shalat berjamaah, dengan penuh hina tidak dapat bersujud.

Sekain itu masih banyak lagi ancaman bagi orang yang meninggalkan shalat berjamaah. Sebenarnya satu ancaman pun tidak diperlukan oleh seorang muslim. Baginya perintah Allah Subhaanahu wata’ala dan Rasul-Nya adalah segala-galanya. Tetapi bagi mereka yang tidak menaati Allah Subhaanahu wata’ala dan Rasul-Nya, seribu ancaman pun tidak ada gunanya. Kelak, tatkala waktu pembalasan tiba, barulah mereka menyesal, namun penyesalan itu sia-sia.

 

Sumber: Kitab Fadhilah Amal – II. Kitab Fadhilah Shalat – Bab Kedua “Shalat Berjamaah” Pasal 2 : Ancaman bagi yang Meninggalkan Shalat Berjamaah ~ Kepentingan Shalat Fardhu Dibandingkan dengan Shalat Sunnah (Maulana Muhammad Zakariyya Al-Khandahlawi Rah.a)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Belajar Ilmu Nahwu Shorof Tata Bahasa Arab Online

Nahwu, Balaghah, Mu'jam, Sharaf, Kamus, Terjemah dll. Blog Santri Fasih Mengaji Kitab Kuning. nahwusharaf.WordPress.com site

ponpes Al-Fithrah GP

Ibadah dalam hidmah - hidmah dalam ibadaH

Blog Abu Umamah™

Media Belajar Dan Berbagi Ilmu Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah

Abdurrohmandotcom

Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

Faisal Abiyasin's Blog

... belajar berbagi yang di ketahui ...

Ruang Aliyah

.::Ruang kosong yang haus untuk diisi::.

Bimbingan Islami | Ulama Ahlus sunnah Wal Jamaah Salafiy

Bimbingan, nasehat dan fatwa ulama ahlussunnah wal jama-ah sesuai dengan ajaran Islam menurut pemahaman as-salaf ash-shaleh

مفاهيم

Salim Abdul Qadir MD

Agama Ialah Nasihat

“Agama adalah nasihat”. Kami bertanya: “Bagi siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslim dan bagi kaum muslim secara umum.” (HR. Muslim)

antonsudarwo26ubd

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

%d bloggers like this: