Mementingkan Shalat dan Mendidik Anak

Hadits Ke-3

Dari Sayyidina Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berwasiat kepadaku sepuluh perkara. Beliau bersabda, ‘(1) Janganlah enyekutukan Allah Subhaanahu wata’ala dengan apapun, meskipun kamu dibunuh atau dibakar, (2) janganlah mendurhakai orang tuamu, meskipun mereka memerintahkan kamu harus berpisah dengan istri dan hartamu, (3) janganlah sekali-kali sengaja meninggalkan shalat fardhu, karena sesungguhnya orang yang sengaja meninggalkan shalat fardhu telah terlepas dari jaminan Allah Subhaanahu wata’ala, (4) janganlah minum khamer, sesungguhnya ia pangkal segala keburukan, (5) jauhilah maksiat, karena maksiat menyebabkan murka Allah Subhaanahu wata’ala, (6) janganlah lari dari medan perang, walaupun teman-temanmu gugur, (7) tetaplah di tempatmu, kendatipun wabah penyakit (seperti wabah pes dan lain-lain) menimpa orang-orang, (8) nafkahilah keluargamu, (9) janganlah tinggalkan tongkatmu (rotan) untuk mendidik anak-anakmu, dan (10) takut-takutilah mereka kepada Allah Subhaanahu wata’ala (supaya tidak berbuat keburukan).’” (H.R. Ahmad, Thabarani, dari Kitab At-Targhib)

Faidah

Maksud jangan tinggalkan rotan adalah jangan sampai seorang ayah lengah ketika anak berbuat kesalahan dengan tidak mengingatkan dan tidak memukulnya. Bahkan, ketika berbuat kesalahan kadang-kadang anak harus dipukul dengan pukulan yang diperbolehkan oleh syari’at. Karena sering kali, jika tanpa pukulan, peringatan kita kurang diperhatikan. Dewasa ini, dengan alasan kasih sayang, kita tidak berani menegur anak kita jika mereka berbuat salah. Ketika anak sudah terbiasa dengan perbuatan buruk, barulah kita menangis penuh penyesalan. Sebetulnya yang demikian itu bukan kasih sayang terhadap anak. Justru memrupakan kesalahan jika memukul anak (untuk mendidik) dianggap bertentangan dengan makna kasih sayang. Orang bijak manakah yang dapat menerima bahwa bisu kecil yang bertambah banyak pada anak-anak tidak perlu diobati, dengan alasan kasihan melihat anak itu menangis, karena merasa perih jika dibubuhi serbuk obat? Meskipun ratusan ribu anak akan menangis, memalingkan muka, dan lari, kita harus tetap membubuhkan serbuk obat.

Banyak sekali hadits Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang menyatakan bahwa anak usia tujuh tahun hendnaknya disuruh mendirikan shalat. Jika mereka mencapai usia sepuluh tahun, hendaklah dipukul ketika mereka meninggalkan shalat. (dari Kitab Surrul Mantsur)

Sayidina Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Perhatikanlah shalat anak-anak kalian, dan biasakanlah mereka dengan amal shalih.” Lukman Hakim berkata, “Pukulan seorang ayah kepada anaknya, laksana air yang menyirami kebun.” (dari Kitab Durrul Mantsur)

Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Peringatan seseorang kepada anak-anaknya ketika bersalah, itu lebih baik daripada bersedekah satu sha’ (Kurang lebih 2,5 kilogram.).” Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Semoga Allah Subhaanahu wata’ala merahmati orang yang menggantungkan cemeti untuk memperingatkan (mendidik) keluarganya.” (dari Kitab Jami’ush Shaghir). Beliau pun bersabda, “Tidak ada pemberian yang lebih baik dari seorang ayah kepada anaknya daripada pengajaran akhlak yang baik.” (dari Kitab Jami’ush Shaghir)

Sumber: Kitab Fadhilah Amal – II. Kitab Fadhilah Shalat – Bab Kesatu “Pentingnya Shalat” Pasal 2 : Hadits-Hadits tentang Ancaman dan Celaan Bagi Orang yang Meninggalkan Shalat ~ Mementingkan Shalat dan Mendidik Anak (Maulana Muhammad Zakariyya Al-Khandahlawi Rah.a)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Belajar Ilmu Nahwu Shorof Tata Bahasa Arab Online

Nahwu, Balaghah, Mu'jam, Sharaf, Kamus, Terjemah dll. Blog Santri Fasih Mengaji Kitab Kuning. nahwusharaf.WordPress.com site

ponpes Al-Fithrah GP

Ibadah dalam hidmah - hidmah dalam ibadaH

Blog Abu Umamah™

Media Belajar Dan Berbagi Ilmu Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah

Abdurrohmandotcom

Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

Faisal Abiyasin's Blog

... belajar berbagi yang di ketahui ...

Ruang Aliyah

.::Ruang kosong yang haus untuk diisi::.

Bimbingan Islami | Ulama Ahlus sunnah Wal Jamaah Salafiy

Bimbingan, nasehat dan fatwa ulama ahlussunnah wal jama-ah sesuai dengan ajaran Islam menurut pemahaman as-salaf ash-shaleh

مفاهيم

Salim Abdul Qadir MD

Agama Ialah Nasihat

“Agama adalah nasihat”. Kami bertanya: “Bagi siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslim dan bagi kaum muslim secara umum.” (HR. Muslim)

antonsudarwo26ubd

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

%d bloggers like this: