Malaikat Menyeru: Padamkan Api yang Membakar Dirimu dengan Shalat!

Hadits Ke-8

Dari Sayyidina Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Setiap tiba waktu shalat, diutuslah seorang malaikat yang menyeru, ‘Wahai anak Adam, berdirilah dan padamkanlah api Jahannam yang telah engkau nyalakan untuk membakar dirimu (karena dosa-dosa)!’ Orang-orang (shalih) berdiri dan berwudhu, kemudian mengerjakan Shalat Zhuhur, maka Allah Subhaanahu wata’ala mengampuni dosa-dosa yang terjadi di antara dua shalat, (dari Shubuh sampai Zhuhur), begitu pula jika tiba waktu Ashar, Maghrib, dan Isya’ (ringkasnya setiap waktu shalat terjadi seperti ini). Sesudah Isya’ orang-orang pun tidur. Ada sebagian orang yang menghabiskan malamnya dengan berbuat kebajikan (shalat, dzikir, dan lain-lain), dan ada yang menghabiskan malamnya dengan berbuat keburukan (zina, mencuri, dan lain-lain).” (H.R. Thabarani, dari Kitab Al-Kabir, dan Al-Munziri, dari Kitab At-Targhib)

Faidah

Banyak kitab hadits yang meriwayatkan hadits yang semakna dengan hadits di atas. Sebagaimana penjelasan yang lalu, berkat kasih sayang Allah Subhaanahu wata’ala dosa-dosa diampuni dengan shalat, karena di dalamnya terdapat istighfar. Oleh sebab itu, ampunan ini mencakup dosa kecil ataupun dosa besar dengan syarat benar-benar ada penyelesaian dalam hati atas dosa tersebut, sebagaimana penjelasan dalam Hadits Ke-3 yang telah lalu. Allah Subhaanahu wata’ala berfirman:

“Dan dirikanlah shalat pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam, sesungguhnya kebaikan itu menghapus keburukan.” (Q.S. Huud: 114)

Sayyidina Salman Radhiyallahu ‘anhu, seorang shahabat yang masyhur, berkata, “Setelah Shalat Isya’, manusia terbagi menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama, orang-orang yang merasa bahwa waktu malam adalah kesempatan untuk mendapatkan nikmat, keberhasilan, dan kebaikan. Maka ketika orang-orang sedang nyenyak beristirahat, malam itu mereka sibuk shalat. Malam itu akan menjadi malam yang penuh pahala baginya. Kelompok Kedua, malam itu menjadi azab dan bencana bagi mereka. Mereka merasa bahwa waktu malam merupakan kesempatan baik untuk berbuat dosa. Malam itu akan menjadi malam bencana bagi mereka. Kelompok ketiga, mereka yang setelah Shalat Isya’ langsung tidur. Malam itu tidak menjadi keberuntungan ataupun bencana bagi mereka. Mereka tidak memperoleh apa-apa.” (dari Kitab Durrul Mantsur)

Sumber: Kitab Fadhilah Amal – II. Kitab Fadhilah Shalat – Bab Kesatu “Pentingnya Shalat” Pasal 1 : Keuntungan Shalat ~ Malaikat Menyeru: Padamkan Api yang Membakar Dirimu dengan Shalat! (Maulana Muhammad Zakariyya Al-Khandahlawi Rah.a)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Belajar Ilmu Nahwu Shorof Tata Bahasa Arab Online

Nahwu, Balaghah, Mu'jam, Sharaf, Kamus, Terjemah dll. Blog Santri Fasih Mengaji Kitab Kuning. nahwusharaf.WordPress.com site

ponpes Al-Fithrah GP

Ibadah dalam hidmah - hidmah dalam ibadaH

Blog Abu Umamah™

Media Belajar Dan Berbagi Ilmu Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah

Abdurrohmandotcom

Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

Faisal Abiyasin's Blog

... belajar berbagi yang di ketahui ...

Ruang Aliyah

.::Ruang kosong yang haus untuk diisi::.

Bimbingan Islami | Ulama Ahlus sunnah Wal Jamaah Salafiy

Bimbingan, nasehat dan fatwa ulama ahlussunnah wal jama-ah sesuai dengan ajaran Islam menurut pemahaman as-salaf ash-shaleh

مفاهيم

Salim Abdul Qadir MD

Agama Ialah Nasihat

“Agama adalah nasihat”. Kami bertanya: “Bagi siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslim dan bagi kaum muslim secara umum.” (HR. Muslim)

antonsudarwo26ubd

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

%d bloggers like this: