2. Kisah Kesedihan Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘anhu ketika Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam Wafat

Sayyidina Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘anhu adalah shahabat yang keberanian, kekuatan, kehebatan, dan kepemimpinannya sampai sekarang masih terkenal walaupun sudah lebih dari 1350 tahun berlalu. Islam mulai diamalkan secara terang-terangan setelah ia masuk Islam.

karena cintanya kepada Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam begitu mendalam, meskipun ia sangat kuat kepribadiannya, ia tidak dapat menahan dirinya karena kesedihan ketika Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam wafat. Dengan gemetar dan sedih ia berdiri mengangkat pedangnya dan berkata, “Barangsiapa mengatakan bahwa Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam telah wafat, akan kupenggal lehernya. Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sedang berjumpa dengan Rabbnya, sebagaimana Nabi Musa Alaihis salam pergi ke Gunung Thursina menemui Rabbnya. sebentar lagi beliau akan kembali, dan memotong tangan dan kaki orang-orang yang menyebarkan kabar bohong ini!”

Sedangkan Sayyidina Utsman Radhiyallahu ‘anhu hanya diam saja. Hingga hari kedua, tidak sepatah kata pun keluar dari lisannya. Ia berjalan ke sana kemari tanpa bisa bicara. Sayyidina Ali Radhiyallahu ‘anhuhanya duduk diam tidak bergerak. Di antara mereka hanya seorang yang mampu bertahan, yaitu Sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu. Ia sangat tegar laksana gunung. Padahal dalam kisah-kisah sebelumnya telah kita ketahui betapa cintanya ia kepada Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Dengan tenang, ia masuk ke dalam kamar Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, dan mencium kening beliau, lalu keluar kamar dan berkata kepada Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘anhu, “Duduklah!” Kemudian ia berkhutbah, “Barangsiapa menyembah Baginda Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, ketahuilah bahwa Baginda Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam telah wafat. Barangsiapa menyembah Allah Subhaanahu wata’ala, sungguh Allah itu hidup dan abadi.” Lalu, ia membaca ayat Al-Qur’an:

“Muhammad itu tidak lain hanya seorang Rasul (dia bukan Tuhan yang tidak akan mati), sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang Rasul. Apakah jika ia wafat atau dibunuh, kamu akan berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikit pun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (Q.S. Ali ‘Imran: 144, dari Kitab Bayanul Qur’an)

Faidah

Allah Subhaanahu wata’ala telah menentukan Sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu sebagai khalifah, sudah sepatutnya jika ia memiliki kemampuan seperti itu. Kehebatan dan kesabaran Sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu tidak dimiliki oleh orang lain. Ia memiliki pengetahuan tentang dimana Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam harus dimakamkan, dan harta warisan Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam harus diberikan kepada siapa, dan lain-lain, yang pengetahuan ini tidak diketahui oleh orang lain.

Setelah Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam wafat, timbul perselisihan tentang tempat pemakaman Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, apakah di Makkah, di Madinah, atau di Baitul Maqdis. Sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Aku mendengar Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Tempat dimakamkannya seorang Nabi adalah di tempat dimana ia wafat.’ Oleh karena itu, di mana Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam wafat, di situlah beliau harus dimakamkan.” Ia melanjutkan, “Aku mendengar Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Kami (para Nabi) hartanya tidak diwariskan. semua harta yang kami tinggalkan adalah sedekah.’” Ia juga mendengar bahwa Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa menjadi kepala dalam pemerintahan, dan ia tidak berhati-hati ketika mengangkat seorang pemimpin, maka laknat Allah Subhaanahu wata’ala terhadapnya.” Beliau pun bersabda, “Orang-orang Quraisy adalah yang berhak atas urusan ini, yaitu kekhalifahan.”, dan masih banyak hadits yang diriwayatkan oleh Sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu.

Sumber: Kitab Fadhilah Amal – I. Kitab Kisah-Kisah Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum – Bab Keduabelas “Contoh-Contoh Kecintaan Para Shahabat Radhiyallahu ‘anhum Terhadap Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam” 2. Kisah Kesedihan Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘anhu ketika Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam Wafat (Maulana Muhammad Zakariyya Al-Khandahlawi Rah.a)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Belajar Ilmu Nahwu Shorof Tata Bahasa Arab Online

Nahwu, Balaghah, Mu'jam, Sharaf, Kamus, Terjemah dll. Blog Santri Fasih Mengaji Kitab Kuning. nahwusharaf.WordPress.com site

ponpes Al-Fithrah GP

Ibadah dalam hidmah - hidmah dalam ibadaH

Blog Abu Umamah™

Media Belajar Dan Berbagi Ilmu Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah

Abdurrohmandotcom

Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

Faisal Abiyasin's Blog

... belajar berbagi yang di ketahui ...

Ruang Aliyah

.::Ruang kosong yang haus untuk diisi::.

Bimbingan Islami | Ulama Ahlus sunnah Wal Jamaah Salafiy

Bimbingan, nasehat dan fatwa ulama ahlussunnah wal jama-ah sesuai dengan ajaran Islam menurut pemahaman as-salaf ash-shaleh

مفاهيم

Salim Abdul Qadir MD

Agama Ialah Nasihat

“Agama adalah nasihat”. Kami bertanya: “Bagi siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslim dan bagi kaum muslim secara umum.” (HR. Muslim)

antonsudarwo26ubd

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

%d bloggers like this: