16. Kisah Sayyidina Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma Menghapal Al-Qur’an ketika Masih Kanak-Kanak

Sayyidina Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Tanyakanlah kepadaku mengenai tafsir Al-Qur’an. Aku telah menghapalnya sejak kanak-kanak.” Dalam riwayat lain, ia berkata, “Pada usia sepuluh tahun, aku sudah hapal Al-Qur’an sampai juz terakhir.” (H.R. Bukhari, dari Kitab Fathul Bari)

Faidah

Bacaan Al-Qur’an para shahabat Radhiyallahu ‘anhum berbeda dengan bacaan Al-Qur’an kita yang bukan orang Arab pada zaman ini. Mereka membaca Al-Qur’an sekaligus memahami tafsirnya. Sayyidina Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma menjadi ulama besar tafsir. Ia telah menghapal Al-Qur’an sejak kanak-kanak. Segala sesuatu yang dihapal sejak masa kanak-kanak tentu tertanam sangat kuat. Ia meriwayatkan hadits-hadits tentang tafsir Al-Qur’an lebih banyak dibandingkan shahabat lain. Sayyidina Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Ibnu Abbas adalah ahli tafsir terbaik.”

Syaikh Abu Abdurrahman Rahmatullah ‘alaih bercerita tentang cara para shahabat belajar Al-Qur’an. Ia berkata, “Jika para shahabat mengajarkan Al-Qur’an kepada kami, mereka berkata, ‘Kami belajar Al-Qur’an dari Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sebanyak sepuluh ayat, dan kami tidak akan menambah ayat berikutnya sebelum sepuluh ayat tersebut benar-benar kami pahami dan kami amalkan.” (dari Kitab Muntakhab Kanz)

Ketika Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam wafat, Sayyidina Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma berusia 13 tahun. Melihat usia yang semuda itu dan pengetahuannya tentang tafsir dan hadits yang telah dihasilkan, jelas itu merupakan karamah dan kenikmatan yang patut dicemburui, sehingga di kemudian hari ia memang layak menjadi imam para ahli tafsir Al-Qur’an.

Para shahabat terkemuka pun sering menanyakan mengenai penafsiran Al-Qur’an kepadanya. Keistimewaannya itu disebabkan keberkahan doa Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Suatu ketika, selesai dari buang air, Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam keluar untuk beristinja’. Lalu, beliau pun bertanya, “Siapa yang mengisi wadah air ini?” Seseorang menjawab, “Ibnu Abbas yang mengisinya.” Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sangat gembira dengan perkhidmatan Sayyidina Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu, lalu beliau berdoa, “Ya Allah, berilah ia pemahaman agama dan ajarilah ia takwil Al-Qur’an!”

Pada saat yang lain, Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam sedang shalat sunnah dan Sayyidina Ibnu Abbs Radhiyallahu ‘anhuma makmum dengan berdiri di belakang beliau. Kemudian Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam menariknya dengan tangan beliau dan menyejajarkan dengan beliau. (Jika imam shalat berjamaah dengan seorang makmum saja, hendaknya berdiri sejajar dengan imam). Ketika Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam meneruskan shalatnya, Sayyidina Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma mundur sedikit ke belakang. Selesai shalat, Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya, “Mengapa engkau mundur?” Jawab Sayyidina Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, “Ya Rasulullah, engkau adalah utusan Allah, bagaimana aku dapat berdiri sejajar dengan Tuan?” Atas jawabannya tersebut, Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallammendoakannya agar ditambah ilmu dan pemahaman agama kepadanya. (dari Kitab Al-Ishabah)

Sumber: Kitab Fadhilah Amal – I. Kitab Kisah-Kisah Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum – Bab Kesebelas “Semangat Anak-Anak dalam Agama” 16. Kisah Sayyidina Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma Menghapal Al-Qur’an ketika Masih Kanak-Kanak (Maulana Muhammad Zakariyya Al-Khandahlawi Rah.a)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Belajar Ilmu Nahwu Shorof Tata Bahasa Arab Online

Nahwu, Balaghah, Mu'jam, Sharaf, Kamus, Terjemah dll. Blog Santri Fasih Mengaji Kitab Kuning. nahwusharaf.WordPress.com site

ponpes Al-Fithrah GP

Ibadah dalam hidmah - hidmah dalam ibadaH

Blog Abu Umamah™

Media Belajar Dan Berbagi Ilmu Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah

Abdurrohmandotcom

Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

Faisal Abiyasin's Blog

... belajar berbagi yang di ketahui ...

Ruang Aliyah

.::Ruang kosong yang haus untuk diisi::.

Bimbingan Islami | Ulama Ahlus sunnah Wal Jamaah Salafiy

Bimbingan, nasehat dan fatwa ulama ahlussunnah wal jama-ah sesuai dengan ajaran Islam menurut pemahaman as-salaf ash-shaleh

مفاهيم

Salim Abdul Qadir MD

Agama Ialah Nasihat

“Agama adalah nasihat”. Kami bertanya: “Bagi siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslim dan bagi kaum muslim secara umum.” (HR. Muslim)

antonsudarwo26ubd

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

%d bloggers like this: