13. Kisah Keberanian Sayyidina Ibnu Zubair Radhiyallahu ‘anhuma dalam Pertempuran Melawan Bangsa Romawi

Pada zaman kekhalifahan Sayyidina Utsman Radhiyallahu ‘anhu, pada tahun 26 Hijriyah, Sayyidina Abdullah bin Abi Sarh Radhiyallahu ‘anhu dilantik menjadi Gubernur Mesir menggantikan Sayyidina Amr bin Ash Radhiyallahu ‘anhu. Ia membawa 20.000 pasukan untuk melawan tentara Romawi. Sedangkan pihak Romawi telah mempersiapkan 200.000 pasukan. Sebuah pertempuran yang dahsyat.

Ketika itu, Jarjir, panglima pasukan Romawi, mengumumkan bahwa barangsiapa dapat membunuh Sayyidina Abdullah bin Abi Sarh Radhiyallahu ‘anhu, ia akan dinikahkan dengan anak perempuan Jarjir serta diberi hadiah 100.000 dinar. Pengumuman itu membuat sebagian Pasukan Muslimin sangat khawatir. Sayyidina Abdullah bin Zubair Radhiyallahu ‘anhuma mengetahui kekhawatiran tersebut maka ia berkata, “Kita tidak perlu khawatir. Kita juga dapat mengumumkan bahwa barangsiapa dapat membunuh Jarjir akan dinikahkan dengan anak perempuan Jarjir dan akan diberi hadiah 100.000 dinar, serta akan dijadikan gubernur kota-kota yang dibawah kekuasaan Jarjir.” Singkatnya, pertempuran antara kedua pasukan itu berlangsung sengit dan lama.

Suatu ketika, Sayyidina Abdullah bin Zubair Radhiyallahu ‘anhuma melihat Jarjiir sedang duduk jauh di belakang pasukannya. Di sisinya ada dua hamba wanita yang memayunginya dengan bulu-bulu Merak. Ketika Jarjir lalai, Sayyidina Abdullah bin Zubair Radhiyallahu ‘anhuma segera mendekatinya. Jarjir menyangka bahwa orang yang mendekatinya itu utusan untuk menyampaikan pesan damai. Namun, setelah dekat, ternyata orang itu menyerangnya dan memenggal kepalanya. Lalu, kepalanya ditusukan ke ujug tombak. Sementara Pasukan Romawi hanya terpana tanpa dapat berbuat sesuatu.

Faidah

Sayyidina Abdullah bin Zubair Radhiyallahu ‘anhuma saat itu masih sangat muda. Ia anak laki-laki pertama dari Kaum Muhajirin yang lahir setelah hijrah. Kelahirannya disambut gembira oleh seluruh Kaum Muslimin, sebab sudah setahun setelah hijrah belum ada seorang pun dari kaum Muhajirin yang melahirkan anak laki-laki, sehingga kaum Yahudi mengaku bahwa mereka telah menyihir kaum Muhajirin agar tidak melahirkan anak laki-laki.

Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tidak biasa menerima bai’at dari anak kecil, tetapi beliau menerima bai’at Sayyidina Abdullah bin Zubair Radhiyallahu ‘anhuma pada usia tujuh tahun. Ketika perang tersebut terjadi, umurnya 24 tahun atau 25 tahun. Pada usia semuda itu, ia seorang diri menembus 200.000 pasukan musuh lalu memnggal kepala panglimanya. Apa yang ia lakukan tersebut sangatlah menakjubkan.

 

Sumber: Kitab Fadhilah Amal – I. Kitab Kisah-Kisah Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum – Bab Kesebelas “Semangat Anak-Anak dalam Agama” 13. Kisah Keberanian Sayyidina Ibnu Zubair Radhiyallahu ‘anhuma dalam Pertempuran Melawan Bangsa Romawi (Maulana Muhammad Zakariyya Al-Khandahlawi Rah.a)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Belajar Ilmu Nahwu Shorof Tata Bahasa Arab Online

Nahwu, Balaghah, Mu'jam, Sharaf, Kamus, Terjemah dll. Blog Santri Fasih Mengaji Kitab Kuning. nahwusharaf.WordPress.com site

ponpes Al-Fithrah GP

Ibadah dalam hidmah - hidmah dalam ibadaH

Blog Abu Umamah™

Media Belajar Dan Berbagi Ilmu Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah

Abdurrohmandotcom

Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

Faisal Abiyasin's Blog

... belajar berbagi yang di ketahui ...

Ruang Aliyah

.::Ruang kosong yang haus untuk diisi::.

Bimbingan Islami | Ulama Ahlus sunnah Wal Jamaah Salafiy

Bimbingan, nasehat dan fatwa ulama ahlussunnah wal jama-ah sesuai dengan ajaran Islam menurut pemahaman as-salaf ash-shaleh

مفاهيم

Salim Abdul Qadir MD

Agama Ialah Nasihat

“Agama adalah nasihat”. Kami bertanya: “Bagi siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslim dan bagi kaum muslim secara umum.” (HR. Muslim)

antonsudarwo26ubd

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

%d bloggers like this: