12. Kisah Sayyidina Jabir Radhiyallahu ‘anhu Menyertai Perang Hamra’ul Asad

Usai Perang Uhud, Kaum Muslimin kembali ke Madinah. Perjalanan dan peperangan itu membuat mereka latih dan luka-luka. Namun, setibanya di Madinah, mereka mendengar bahwa Abu Sufyan dan kaumnya yang sedang dalam perjalanan kembali ke Makkah, berhenti dan berunding di Hamra’ul Asad. Orang-orang kafir itu berkata pada sesama mereka, “Kaum Muslimin telah mengalami kekalahan. Keadaan ini merupakan kesempatan berharga. Entah kesempatan seperti ini akan ada lagi atau tidak. Oleh karena itu kita harus kembali ke Madinah untuk membunuh Muhammad.” (Na’udzu billaahi min dzalik)

Ketika Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mengetahui hal itu, beliau segera mengumumkan untuk menyerang kembali mereka. Beliau bersabda, “Yang boleh pergi berperang kembali, hanyalah orang-orang yang ikut berperang di Uhud.” Meskipun saat itu Kaum Muslimin masih letih dan luka-luka, tetapi semuanya siap berangkat.

Karena dalam pengumuman Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam itu disebutkan bahwa yang boleh berangkat hanyalah yang telah ikut berperang di Uhud, Sayyidina Jabir Radhiyallahu ‘anhu berkata kepada Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, “Ya Rasulullah, aku sebenarnya ingin ikut dalam Perang Uhud, tetapi ayahku tidak mengizinkan, sebab di rumah ada tujuh saudara perempuan dan tidak ada laki-laki yang tinggal di rumah. Ayahku berkata, ‘Di antara kita berdua harus ada seorang yang tinggal di rumah.’ Karena ayahku sendiri sangat ingin ikut serta dalam perang, aku tidak diizinkan olehnya. Ayahku mati syahid dalam perang tersebut. Ya Rasulullah, izinkan aku untuk ikut serta dalam peperangan Hamra’ul Asad ini.” Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam pun mengizinkan Sayyidina Jabir Radhiyallahu ‘anhu ikut serta. Hanya Sayyidina Jabir Radhiyallahu ‘anhu yang diperbolehkan mengikuti perang Hamra’ul Asad, tanpa mengikuti Perang Uhud sebelumnya. (dari Kitab Khamis)

Faidah

Semangat dan keinginan Sayyidina Jabir Radhiyallahu ‘anhu dalam jihad fi sabilillah patut dicemburui. Padahal ayahnya baru saja syahid dan meninggalkan hutang yang bayak kepada seorang Yahudi yang terkenal kasar perangainya. Selain itu, ia harus memikirkan kehidupan tujuuh saudara wanitanya, yang karena mereka ia tidak dapat menyertai ayahnya dalam Perang Uhud. Namun, semangat jihadnya mengalahkan segalanya.

Sumber: Kitab Fadhilah Amal – I. Kitab Kisah-Kisah Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum – Bab Kesebelas “Semangat Anak-Anak dalam Agama” 12. Kisah Sayyidina Jabir Radhiyallahu ‘anhu Menyertai Perang Hamra’ul Asad (Maulana Muhammad Zakariyya Al-Khandahlawi Rah.a)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Belajar Ilmu Nahwu Shorof Tata Bahasa Arab Online

Nahwu, Balaghah, Mu'jam, Sharaf, Kamus, Terjemah dll. Blog Santri Fasih Mengaji Kitab Kuning. nahwusharaf.WordPress.com site

ponpes Al-Fithrah GP

Ibadah dalam hidmah - hidmah dalam ibadaH

Blog Abu Umamah™

Media Belajar Dan Berbagi Ilmu Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah

Abdurrohmandotcom

Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

Faisal Abiyasin's Blog

... belajar berbagi yang di ketahui ...

Ruang Aliyah

.::Ruang kosong yang haus untuk diisi::.

Bimbingan Islami | Ulama Ahlus sunnah Wal Jamaah Salafiy

Bimbingan, nasehat dan fatwa ulama ahlussunnah wal jama-ah sesuai dengan ajaran Islam menurut pemahaman as-salaf ash-shaleh

مفاهيم

Salim Abdul Qadir MD

Agama Ialah Nasihat

“Agama adalah nasihat”. Kami bertanya: “Bagi siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslim dan bagi kaum muslim secara umum.” (HR. Muslim)

antonsudarwo26ubd

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

%d bloggers like this: