7. Kisah Sayyidina Zaid Radhiyallahu ‘anhu Diistimewakan karena Hapalan Al-Qur’annya

Sayyidina Zaid bin Tsabit Radhiyallahu ‘anhu telah menjadi yatim pada usia 6 tahun. Ia ikut berhijrah ketika masih berumur 11 tahun. Ketika Perang Badar, ia mengajukan diri untuk ikut berperang, tetapi belum diizinkan. Pada Perang Uhud, ia juga ikut serta, tetapi dipulangkan kembali sebagaimana telah dikisah di atas. Namun, sebagian riwayat menyebutkan bahwa ketika Sayyidina Samurah dan Sayyidina Rafi’ Radhiyallahu ‘anhuma diizinkan ikut berperang, akhirnya ia juga diizinkan ikut serta. Selanjutnya Sayyidina Zaid bin Tsabit Radhiyallahu ‘anhu selalu menyertai setiap peperangan Kaum Muslimin.

Dalam Perang Tabuk, pada mulanya bendera Banu Malik dipegang oleh Sayyidina ‘Ammarah Radhiyallahu ‘anhu. Kemudian Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam mengambil bendera itu dan menyerahkannya kepada Sayyidina Zaid Radhiyallahu ‘anhu. Terlintas di dalam pikiran Sayyidina ‘Ammarah Radhiyallahu ‘anhu, mungkin ia telah melakukan suatu kesalahan sehingga Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam marah kepadanya. Ia bertanya kepada Baginda Rasululah Shallallahu ‘alaihi wasallam, “Ya Rasulullah, apakah ada seseorang yang mengadukan aku kepadamu?” Beliau menjawab, “Tidak! Ini semata-mata karena Zaid lebih banyak hapalan Al-Qur’an, maka akhirnya Sayyidina Zaid Radhiyallahu ‘anhu diutamakan untuk membawa bendera. (dari Kitab Usudul Ghabah)

Faidah

Telah menjadi kebiasaan Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam untuk mengistimewakan orang yang memiliki keutamaan agama, meskipun dalam urusan perang. Padahal tidak ada hubungan antara pertempuran dengan kelebihan hapalan Al-Qur’an. Namun, karena hapalan Al-Qur’an seseorang itu lebih banyak, beliau telah memberikan bendera itu kepadanya. Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sangat memperhatikan hal ini dalam setiap perkara, sehingga jika ada beberapa orang yang meninggal dunia dan terpaksa dikuburkan di satu tempat, maka orang yang paling banyak hapalan Al-Qur’annya akan dimasukkan terlebih dahulu ke dalam kuburnya, sebagaimana yang terjadi dalam Perang Uhud.

Sumber: Kitab Fadhilah Amal – I. Kitab Kisah-Kisah Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum – Bab Kesebelas “Semangat Anak-Anak dalam Agama” 7. Kisah Sayyidina Zaid Radhiyallahu ‘anhu Diistimewakan karena Hapalan Al-Qur’annya (Maulana Muhammad Zakariyya Al-Khandahlawi Rah.a)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Belajar Ilmu Nahwu Shorof Tata Bahasa Arab Online

Nahwu, Balaghah, Mu'jam, Sharaf, Kamus, Terjemah dll. Blog Santri Fasih Mengaji Kitab Kuning. nahwusharaf.WordPress.com site

ponpes Al-Fithrah GP

Ibadah dalam hidmah - hidmah dalam ibadaH

Blog Abu Umamah™

Media Belajar Dan Berbagi Ilmu Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah

Abdurrohmandotcom

Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

Faisal Abiyasin's Blog

... belajar berbagi yang di ketahui ...

Ruang Aliyah

.::Ruang kosong yang haus untuk diisi::.

Bimbingan Islami | Ulama Ahlus sunnah Wal Jamaah Salafiy

Bimbingan, nasehat dan fatwa ulama ahlussunnah wal jama-ah sesuai dengan ajaran Islam menurut pemahaman as-salaf ash-shaleh

مفاهيم

Salim Abdul Qadir MD

Agama Ialah Nasihat

“Agama adalah nasihat”. Kami bertanya: “Bagi siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslim dan bagi kaum muslim secara umum.” (HR. Muslim)

antonsudarwo26ubd

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

%d bloggers like this: