5. Kisah Dua Anak Anshar yang Membunuh Abu Jahal

Sayyidina Abdurrahman binAuf Radhiyallahu ‘anhu adalah seorang shahabat yang terkenal. Ia berkata, “Dalam Perang Badar, ketika aku sedang berdiri dalam barisan perang, kulihat di samping kaan dan kiriku ada dua anak Anshar. Terlintas dalam pikiranku, seandainya yang ada di sampingku itu orang dewasa dan kuat tentu lebih baik, karena bisa saling membantu saat diperlukan. Namun, yang kini ada di sampingku dua anak kecil, bagaimana mungkin mereka dapat membantuku? Ketika aku sedang berpikir demikian, salah seorang dari kedua anak itu memegang tanganku dan bertanya, ‘Paman, kenalkah paman dengan Abu Jahal?’ Aku menjawab, ‘Ya, aku mengenalnya, mau apa kalian dengannya?’ Ia berkata, ‘Aku mendengar, ia selalu mencaci Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Demi Allah yang jiwaku berada dalam kekuasaan-Nya! Jika aku melihatnya, tentu aku tidak akan membiarkannya, sehingga ia yang mati atau aku yang mati.’”

“Aku sangat kagum dengan pertanyaan dan jawaban anak itu. Anak yang kedua pun bertanya dan menjawab seperti anak yang pertama. Tanpa sengaja terlihat olehku Abu Jahal sedang berkeliling mengatur pasukannya. Aku berkata kepada kedua anak itu, ‘Lihat, orang yang kalian tanyakan sedang berjalan!’ Mendengar ucapanku, kedua anak itu langsung melompat sambil menghunus pedangnya menyerang Abu Jahal, sehingga Abu Jahal dapat mereka jatuhkan.” (H.R. Bukhari)

Faidah

Kedua anak itu adalah Sayyidina Mu’adz bin Amr bin Jamuh dan Sayyidina Mu’adz bin ‘Afra Radhiyallahu ‘anhum. Sayyidina Mu’adz bin Amr Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Aku mendengar bahwa tidak ada orang yang dapat membunuh Abu Jahal. Ia dijaga dengan sangat ketat. Sejak saat itu, aku berpikir akulah yang akan membunuhnya.”

Kedua anak itu berjalan kai, sedangkan Abu Jahal mengendarai kuda. Ketika Sayyidina Abdurrahman bin ‘Auf Radhiyallahu ‘anhu melihatnya, Abu Jahal sedang mengatur barisan. Kedua anak itu berlari mendekati Abu Jahal. Karena Abu Jahal mengendarai kuda, maka sulit menyerangnya secara langsung. Oleh karena itu, salah seorang anak itu menyerang kuda Abu Jahal, dan anak yang lain menyerang kaki Abu Jahal. Dengan serangan itu, kuda pun terjatuh dan Abu Jahal juga terjatuh. Kedua shahabat kecil ini meninggalkan Abu Jahal dalam keadaan menggelepar tidak dapat berdiri. Kemudian saudara mereka, Sayyidina Mu’awwidz bin ‘Afra Radhiyallahu ‘anhu pun datang. Karena khawatir Abu Jahal akan bangun dan lari, ia melumpuhkannya. Saat itu, Abu Jahal belum terbunuh. Lalu, datanglah Sayyidina Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu yang langsung memenggal kepala Abu Jahal.

Sayyidina Mu’adz bin Amr Radhiyallahu ‘anhuma berkata, ‘Ketika aku menyerang kaki Abu Jahal, anaknya, Ikrimah sedang bersamanya. Ia menyerang pundakku sehingga tanganku nyaris terputus, hanya tersisa sedikit kulit. (dari Kitab Usudul Ghabah). Kugantungkan tanganku di punggung, dan selama sehari penuh aku berjuang dengan satu tangan saja. Ketika tangan itu mulai terasa mengganggu gerakanku, kuinjak dan kutarik dengan kuat hingga putus, lalu kubuang.” (dari Kitab Khamis)

Sumber: Kitab Fadhilah Amal – I. Kitab Kisah-Kisah Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum – Bab Kesebelas “Semangat Anak-Anak dalam Agama” 5. Kisah Dua Anak Anshar yang Membunuh Abu Jahal (Maulana Muhammad Zakariyya Al-Khandahlawi Rah.a)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Belajar Ilmu Nahwu Shorof Tata Bahasa Arab Online

Nahwu, Balaghah, Mu'jam, Sharaf, Kamus, Terjemah dll. Blog Santri Fasih Mengaji Kitab Kuning. nahwusharaf.WordPress.com site

ponpes Al-Fithrah GP

Ibadah dalam hidmah - hidmah dalam ibadaH

Blog Abu Umamah™

Media Belajar Dan Berbagi Ilmu Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah

Abdurrohmandotcom

Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

Faisal Abiyasin's Blog

... belajar berbagi yang di ketahui ...

Ruang Aliyah

.::Ruang kosong yang haus untuk diisi::.

Bimbingan Islami | Ulama Ahlus sunnah Wal Jamaah Salafiy

Bimbingan, nasehat dan fatwa ulama ahlussunnah wal jama-ah sesuai dengan ajaran Islam menurut pemahaman as-salaf ash-shaleh

مفاهيم

Salim Abdul Qadir MD

Agama Ialah Nasihat

“Agama adalah nasihat”. Kami bertanya: “Bagi siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslim dan bagi kaum muslim secara umum.” (HR. Muslim)

antonsudarwo26ubd

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

%d bloggers like this: