7. Sayyidatina Fathimah Radhiyallahu ‘anha

Sayyidatina Fathimah Radhiyallahu ‘anha adalah putri Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang keempat. Ia adalah pemimpin wanita surga. Menurut ahli sejarah ia putri yang paling bungsu. Ia lahir setahun setelah kenabian, yaitu saat Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berumur 41 tahun. Sebagian riwayat menulis bahwa kelahirannya 5 tahun sebelum kenabian, ketika Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berumur 35 tahun. Dikatakan bahwa nama Fathimah diberikan berdasarkan ilham atau wahyu. Lafadz Fatham artinya terjaga, yaitu terjaga dari api neraka.

Pada tahun ke-2 Hijriyah, pada bulan Muharram, atau Shafar, atau Rajab, atau Ramadhan, ia dinikahkan dengan Sayyidina Ali Radhiyallahu ‘anhu. Setelah tujuh setengah bulan, barulah mereka berkumpul. Pernikahan ini juga berdasarkan perintah Allah Subhaanahu wata’ala . ketika menikah, umur Sayyidatina Fathimah Rahdiyallahu ‘anha baru 15 tahun 5 bulan. Jika demikian, maka keterangan ini menguatkan riwayat yang pertama bahwa Sayyidatina Fathimah Radhiyallahu ‘anha memang lahir saat Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam berusia 41 tahun. Saat itu, Sayyidina Ali Radhiyallahu ‘anhu berumur 21 tahun 5 bulan, atau ada yang menyebutkan 24 tahun lebih satu setengah bulan.

Sayyidatina Fathimah Radhiyallahu ‘anha adalah putri yang paling dicintai oleh Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Apabila Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam akan bepergian, maka dialah yang paling akhir dipamiti. Jika beliau kembali dari bepergian, maka dialah yang pertama kali ditemui.

Sebenarnya Sayyidina Ali Radhiyallahu ‘anhu pernah ingin menikah lagi dengan anak perempuan Abu Jahal, namun Sayyidatina Fathimah Radhiyallahu ‘anha merasa bersedih dengan rencana tersebut. Kemudian Sayyidatina Fathimah Radhiyallahu ‘anha mengadukannya kepada Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu beliau bersabda, “Fathimah adalah bagian dari diriku. Barangsiapa menyusahkannya berarti ia menyusahkanku.” Itulah sebabnya, selama Sayyidatina Fathimah Radhiyallahu ‘anha masih hidup, Sayyidina Ali Radhiyallahu ‘anhu tidak menikah lagi dengan siapa pun. Setelah Sayyidatina Fathimah Radhiyallahu ‘anha meninggal dunia, barulah Sayyidina Ali Radhiyallahu ‘anhu menikah dengan keponakan Sayyidatina Fathimah Radhiyallahu ‘anha sendiri, yaitu Sayyidatina Umamah Radhiyallahu ‘anha, yang kisahnya telah diketengahkan pad kisah tentang Sayyidatina Zainab Radhiyallahu ‘anha yang lalu.

Enam bulan setelah Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam wafat, Sayyidatina Fathimah Radhiyallahu ‘anha jajtuh sakit. Suatu hari ia berkata kepada pembantunya, “Aku hendak mandi, siapkanlah air.” Kemudian ia mandi dan berganti pakaian dengan pakaian yang baru. Selanjutnya ia berkata, “Letakkan alas tidurku di tengah-tengah rumah.” Sayyidatina Fathimah Radhiyallahu ‘anha mendatangi tempat tersebut dan berbaring menghadap kiblat, meletakkan tangan kanannya di bawah pipina, lalu berkata, “Aku akan mati sekarang.” Setelah berkata demikian, wafatlah putri Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam itu.

Keturunan Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam hanya berlanjut dari keturunan Sayyidatina Fathimah Radhiyallahu ‘anha, dan insyaallah akan berlangsung terus sampai Hari Kiamat. Sayyidatina Fathimah Radhiyallahu ‘anha memiliki enak anak, tiga anak laki-laki dan tiga anak perempuan. Anak laki-lakinya yang tertua adalah Sayyidina Hasan Radhiyallahu ‘anha. Ia ahir pada tahun kedua setelah pernikahannya dengan Sayyidina Ali Radhiyallahu anhu. Kemudian lahirlah Sayyidina Husain Radhiyallahu ‘anhu pada tahun ketiga pernikahannya (4 Hijriyah). Lalu, lahir Sayyidina Muhassin Radhiyallahu ‘anhu, namun ia meninggal dunia ketika masih anak-anak. Anak perempuan Sayyidatina Fathimah Radhiyallahu ‘anha yang bernama Sayyidatina Ruqayyah Radhiyallahu ‘anha, juga meninggal dunia ketika masih kecil, sehingga sebagian ahli tarikh tidak menulis mengenai dirinya. Putrinya yang kedua adalah Sayyidatina Ummu Kultsum Radhiyallahu ‘anha, yang menikah pertama kali dengan Amirul Mukminin Umar Radhiyallahu ‘anhu. Ia mendapat seorang anak laki-laki bernama Zaid Rahmatullah ‘alaih dan seorang anak perempuan bernama Ruqayyah Rahmatullah ‘alaiha.

Setelah Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘anhu meninggal dunia, Sayyidatina Ummu Kultsum Radhiyallahu ‘anha menikah dengan Sayyidina ‘Aun bin Ja’far Radhiyallahu ‘anhuma. Darinya ia tidak mendapatkan keturunan. Setelah meninggalnya Sayyidina ‘Aun bin Ja’far Radhiyallahu ‘anhuma kemudian Sayyidatina Ummu Kultsum Radhiyallahu ‘anha menikah lagi dengan Sayyidina Muhammad bin Ja’far Radhiyallahu ‘anhu (saudara kandung Sayyidina ‘Aun Radhiyallahu ‘anhu). Darinya ia mempunyai seorang anak perempuan yang meninggal waktu kecil.

Sesudah meninggalnya Sayyidina Muhammad bin Ja’far Radhiyallahu ‘anhu, ia menikah lagi dengan Abdullah bin Ja’far Radhiyallahu ‘anhuma (saudara kandung Sayyidina ‘Aun Radhiyallahu ‘anhu yang lainnya). Dari pernikahan ini ia tidak mempunyai anak. Ketika menjadi istri Sayyidina Abdullah bin Ja’far Radhiyallahu ‘anhuma inilah Sayyidatina Ummu Kultsum Radhiyallahu ‘anha meninggal dunia. Pada hari yang sama, anak laki-lakinya yang bernama Zaid Rahmatullah ‘alaih juga meninggal dunia. Akhirnya, kedua jenazah, ibu dan anak tersebur, diberangkatkan ke pemakaman bersama-sama. Selain Zaid Rahmatullah ‘alaih, ia tidak mempunyai keturunan lagi. Inilah tiga bersaudara, yaitu Abdullah, ‘Aun, dan Muhammad bin Ja’far Radhiyallahu ‘anhum, yang kisahnya telah diketengahkan pada Bab keenam kisah ke-11. Mereka semua keponakan Sayyidina Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu, putra Sayyidina Ja’far bin Abi Thalib At-Thayyar Radhiyallahu ‘anhu.

Anak Sayyidatina Fathimah Radhiyallahu ‘anha yang ketiga adalah Sayyidatina Zainab Radhiyallahu ‘anha. Ia menikah dengan Sayyidina Abdullah bin Ja’far Radhiyallahu ‘anhuma dan mempunyai dua orang anak laki-laki, yaitu Sayyidina Abdullah dan Sayyidina ‘Aun Radhiyallahu ‘anhuma. Keduanya meninggal dunia saat Sayyidatina Zainab dan Sayyidina Abdullah bin Ja’far Radhiyallahu ‘anhuma masih menjadi suami istri. Setelah Sayyidatina Zainab Radhiyallahu ‘anha meninggal dunia, Sayyidina Abdullah bin Ja’far Radhiyallahu ‘anhuma menikah dengan Sayyidatina Umu Kultsum Radhiyallahu ‘anha, yang juga putri Sayyidatina Fathimah Radhiyallahu ‘anha dan sebelumnya mantan istri saudaranya sendiri, yaitu Sayyidina Muhammad bin Ja’far Radhiyallahu ‘anhuma.

Itulah putra-putri Sayyidina Ali Radhiyallahu ‘anhu dari Sayyidatina Fathimah Rahdiyllahu ‘anha.

Selepas wafatnya Sayyidatina Fathimah Radhiyallahu ‘anha, Sayyidina Ali Radhiyallahu ‘anhu menikah dengan wanita lain dan mempunyai banyak keturunan. Para ahli sejarah menulis bahwa anak Sayyidina Ali Radhiyallhu ‘anha berjumlah 32 orang, 16 laki-laki dan 16 perempuan. Sedangkan Sayyidina Hasan Radhiyallahu ‘anhu mempunyai anak 15 laki dan 8 perempuan. Sayyidina Husain Radhiyallahu ‘anhu mempunyai anak 6 laki-laki dan 3 perempuan.

Sumber: Kitab Fadhilah Amal – I. Kitab Kisah-Kisah Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum – Bab Kesepuluh “Semangat Kaum Wanita dalam Mengamalkan Agama” Sekilas tentang Anak-Anak Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam : 7. Sayyidatina Fathimah Radhiyallahu ‘anha (Maulana Muhammad Zakariyya Al-Khandahlawi Rah.a)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Belajar Ilmu Nahwu Shorof Tata Bahasa Arab Online

Nahwu, Balaghah, Mu'jam, Sharaf, Kamus, Terjemah dll. Blog Santri Fasih Mengaji Kitab Kuning. nahwusharaf.WordPress.com site

ponpes Al-Fithrah GP

Ibadah dalam hidmah - hidmah dalam ibadaH

Blog Abu Umamah™

Media Belajar Dan Berbagi Ilmu Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah

Abdurrohmandotcom

Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

Faisal Abiyasin's Blog

... belajar berbagi yang di ketahui ...

Ruang Aliyah

.::Ruang kosong yang haus untuk diisi::.

Bimbingan Islami | Ulama Ahlus sunnah Wal Jamaah Salafiy

Bimbingan, nasehat dan fatwa ulama ahlussunnah wal jama-ah sesuai dengan ajaran Islam menurut pemahaman as-salaf ash-shaleh

مفاهيم

Salim Abdul Qadir MD

Agama Ialah Nasihat

“Agama adalah nasihat”. Kami bertanya: “Bagi siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslim dan bagi kaum muslim secara umum.” (HR. Muslim)

antonsudarwo26ubd

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

%d bloggers like this: