5. Sayyidatina Ruqayyah Radhiyallahu ‘anha

Sayyidatina Ruqayyah Radhiyallahu ‘anha adalah putri Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang kedua. Ia lahir tiga tahun setelah Sayyidatina Zainab Radhiyallahu ‘anha. Ketika itu, Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berumur 33 tahun. Sebagian ahli sejarah menulis bahwa Sayyidatina Ruqayyah Radhiyallahu ‘anha lebih tua daripada Sayyidatina Zainab Radhiyallahu ‘anha, tetapi yang benar Sayyidatina Ruqayyah Radhiyallahu ‘anha adik Sayyidatina Zainab Radhiyallahu ‘anha.

Ia telah menikah dengan Utbah, anak Abu Lahab, paman Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam. Setelah turun Surat Al-Lahab, Abu Lahab berkata kepada Utbah dan Utaibah (yang menikah dengan putri Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang ketiga, yaitu Sayyidatina Ummu Kultsum Radhiyallahu ‘anha), “Aku tidak mau bertemu dengan kalian berdua, sebelum kalian menceraikan anak perempuan Muhammad.” Karena ancaman ayahnya itu, mereka pun menceraikan istri mereka masing-masing. Mereka berdua telah dinikahkan ketika masih anak-anak dan belum sempat berkumpul.

Pada Penaklukan Makkah, mantan suami Sayyidatina Ruqayyah Radhiyallahu ‘anha, Utbah, masuk Islam. Ketika Sayyidina Utbah Radhiyallahu ‘anhu masuk Islam, Sayyidatina Ruqayyah Radhiyallahu ‘anha sudah lama menikah dengan Sayyidina Utsman Radhiyallahu ‘anhu. Bahkan, Sayyidina Utsman Radhiyallahu ‘anhu dan Sayyidatina Ruqayyah Radhiyallahu ‘anha sudah ikut berhijrah ke Habasyah dua kali. Kisahnya sudah diketengahkan dalam Kisah ke-10 pada bab pertama.

Sejak Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam diperintahkan untuk berhijrah, dan tempat hijrahnya adalah Madinah Munawwarah, maka para shahabat Radhiyallahu ‘anhum mulai berhijrah ke Madinah Munawwarah. Demikian juga Sayyidina Utsman Radhiyallahu ‘anhu dan Sayyidatina Ruqayyah Radhiyallahu ‘anha, keduanya tiba di Madinah sebelum Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam datang.

Dua tahun setelah Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam hijrah, saat akan Perang Badar, Sayyidatina Ruqayyah Radhiyallahu ‘anha sakit. Oleh karena itu, Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam memerintah Sayyidina Utsman Radhiyallahu ‘anhu tinggal di Madinah untuk menjaga Sayyidatina Ruqayyah Radhiyallahu ‘anha. Ketika kabar gembira mengenai kemenangan Kaum Muslimin di Badar sampai ke Madinah, saat itu Kaum Muslimin yang tinggal di Madinah baru kembali dari mengebumikan jenazah Sayyidatina Ruqayyah Radhiyallahu ‘anha. Karena alasan itulah maka Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tidak dapat menyertai pengebumian tersebut.

Sayyidatina Ruqayyah Radhiyallahu ‘anha belum sempat tinggal serumah dengan suaminya yang pertama. Jadi, ia belum mempunyai anak. Sedangkan dari Sayyidina Utsman Radhiyallahu ‘anhu ia dikaruniai anak laki-laki yang bernama Sayyidina Abdullah Radhiyallahu ‘anhu yang lahir di Habasyah. Sayydina Abdullah Radhiyallahu ‘anhu masih hidup selepas ibunya meninggal dunia. Ia meninggal dunia di usia 6 tahun pada tahun ke-4 Hijriyah. Sebagian riwayat menulis ia telah meninggal dunia setahun sebelum ibunya wafat. Sayyidina Utsman Radhiyallahu ‘anhu tidak mempunyai anak dari Sayyidatina Ruqayyah Radhhiyallahu ‘anha selain Sayyidina Abdullah Radhiyallhu ‘anhu.

Sumber: Kitab Fadhilah Amal – I. Kitab Kisah-Kisah Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum – Bab Kesepuluh “Semangat Kaum Wanita dalam Mengamalkan Agama” Sekilas tentang Anak-Anak Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam : 5. Sayyidatina Ruqayyah Radhiyallahu ‘anha (Maulana Muhammad Zakariyya Al-Khandahlawi Rah.a)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Belajar Ilmu Nahwu Shorof Tata Bahasa Arab Online

Nahwu, Balaghah, Mu'jam, Sharaf, Kamus, Terjemah dll. Blog Santri Fasih Mengaji Kitab Kuning. nahwusharaf.WordPress.com site

ponpes Al-Fithrah GP

Ibadah dalam hidmah - hidmah dalam ibadaH

Blog Abu Umamah™

Media Belajar Dan Berbagi Ilmu Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah

Abdurrohmandotcom

Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

Faisal Abiyasin's Blog

... belajar berbagi yang di ketahui ...

Ruang Aliyah

.::Ruang kosong yang haus untuk diisi::.

Bimbingan Islami | Ulama Ahlus sunnah Wal Jamaah Salafiy

Bimbingan, nasehat dan fatwa ulama ahlussunnah wal jama-ah sesuai dengan ajaran Islam menurut pemahaman as-salaf ash-shaleh

مفاهيم

Salim Abdul Qadir MD

Agama Ialah Nasihat

“Agama adalah nasihat”. Kami bertanya: “Bagi siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslim dan bagi kaum muslim secara umum.” (HR. Muslim)

antonsudarwo26ubd

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

%d bloggers like this: