11. Sayyidatina Maimunah Radhiyallahu ‘anha

Ummul Mukminin Sayyidatina Maimunah Radhiyallahu ‘anha adalah anak Harits bin Hazn yang nama aslinya Barrah. Beginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengganti namanya dengan Maimunah. Sebelumnya ia telah menikah dengan Abu Rahm bin Abdul Uzza. Itu pendapat sebagian besar ahli tarikh, dan masih banyak riwayat-riwayat lain yang berbeda. Diriwayatkan pula bahwa sebelum menikah dengan Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, ia sudah menikah dua kali. Setelah menjadi janda pada bulan Dzulqa’ dah tahun k3-7 Hijriyah, ketika mengadakan perjalanan ke Makkah untuk umrah, Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menikahinya di Kampung Saraf.

Selesai umrah, Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berniat akan tinggal serumah dengan Sayyidatina Maimunah Radhiyallahu ‘anha di Makkah. Namun, orang-orang Makkah tidak mengizinkan beliau tinggal di Makkah. Akhirnya, dalam perjalanan kembali ke Madinah Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tinggal dalam satu kemah khusus dengan Sayyidatina Maimunah Radhiyallahu ‘anha di Kampung Saraf.

Menurut riwayat yang shahih, ia wafat pada tahun ke-51 Hijriyah di Kampung Saraf, tempat bekas kemah tersebut. Riwayat lain menyebutkan, ia wafat pada tahun ke-61 Hijriyah, yaitu pada usia 81 tahun. Kampung Saraf merupakan tempat yang istimewa dalam perjalanan hidup Sayyidatina Maimunah Radhiyallahu ‘anha dan ini merupakan keajaiban sejarah. Ia menikah dengan Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam di tempat itu pada safar pertama, tinggal dalam satu kemah dengan beliau pada safar kedua, wafat dan dimakamkan di tempat itu pula setelah beberapa tahun.

Sayyidatina ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha berkata, “Maimunah adalah orang yang paling bertakwa di antara kami dan paling menjaga hubungan sanak family.” Sayyidina Yazid bin Asham Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Setiap saat, Sayyidatina Maimunah Radhiyallahu ‘anha sibuk dengan shalat atau dengan pekerjaan rumah tangga. Apabila selesai dari kedua pekerjaan tersebut, ia senantiasa bersiwak.”

Para ahli hadits dan ahli sejarah sepakat bahwa pernikahan Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dengan Sayyidatina Maimunah Radhiyallahu ‘anha adalah pernikahan beliau yang terakhir. Sedangkan urutan pernikahan beliau dengan istri-istri yang lain, yaitu antara Sayyidatina Khadijah dan Sayyidatina Maimunah Radhiyallahu ‘anhuma ada perbedaan riwayat. Oleh karena itu, mengenal tahun pernikahan mereka pun ada perbedaan riwayat, sebagaimana yang telah diterangkan di atas secara singkat.

Dari sebelas istri Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, ada dua istri yang wafat di masa hidup beliau, yaitu Sayyidatina Khadjiah Radhiyallahu ‘anha dan Sayyidatina Zainab bin Khuzaimah Radhiyallahu ‘anha. Sedangkan sembilan istri lainnya masih hidup ketika Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam wafat. Selain dari pernikahan-pernikahan ini, ada riwayat yang menuliskan pernikahan beliau yang lainnya, yang telah diperdebatkan oleh para ahli hadits ataupun sejarah. Dengan demikian, kisah-kisah di atas adalah mengenai istri-istri beliau yang telah disepakati oleh semua ahli hadits dan ahli sejarah.

Sumber: Kitab Fadhilah Amal – I. Kitab Kisah-Kisah Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum – Bab Kesepuluh “Semangat Kaum Wanita dalam Mengamalkan Agama” Sekilas tentang Kehidupan Istri-Istri dan Anak-Anak Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam : 11. Sayyidatina Maimunah Radhiyallahu ‘anha (Maulana Muhammad Zakariyya Al-Khandahlawi Rah.a)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Belajar Ilmu Nahwu Shorof Tata Bahasa Arab Online

Nahwu, Balaghah, Mu'jam, Sharaf, Kamus, Terjemah dll. Blog Santri Fasih Mengaji Kitab Kuning. nahwusharaf.WordPress.com site

ponpes Al-Fithrah GP

Ibadah dalam hidmah - hidmah dalam ibadaH

Blog Abu Umamah™

Media Belajar Dan Berbagi Ilmu Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah

Abdurrohmandotcom

Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

Faisal Abiyasin's Blog

... belajar berbagi yang di ketahui ...

Ruang Aliyah

.::Ruang kosong yang haus untuk diisi::.

Bimbingan Islami | Ulama Ahlus sunnah Wal Jamaah Salafiy

Bimbingan, nasehat dan fatwa ulama ahlussunnah wal jama-ah sesuai dengan ajaran Islam menurut pemahaman as-salaf ash-shaleh

مفاهيم

Salim Abdul Qadir MD

Agama Ialah Nasihat

“Agama adalah nasihat”. Kami bertanya: “Bagi siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslim dan bagi kaum muslim secara umum.” (HR. Muslim)

antonsudarwo26ubd

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

%d bloggers like this: