10. Sayyidatina Shafiyah Radhiyallahu ‘anha

Ummul Mukminin Sayyidatina Shafiyah Radhiyallahu ‘anha adalah anak perempuan Huyay, yang masih keturunan Nabi Harun Alaihis salam, saudara Nabi Musa Alaihis salam. Sebelumnya ia telah menikah dengan Salam bin Misykam. Kemudian pada saat Perang Khaibar, ia dinikahi oleh Kinanah bin Abi Huqaiq. Suaminya yang kedua ini terbunuh dalam perang tersebut. Kemudian seorang shahabat bernama Sayyidina Dihyah Al-Kalbi Radhiyallahu ‘anhu meminta kepada Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam agar diberi hamba sahaya wanita. Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pun memberinya Sayyidatina Shafiyah Radhiyallahu ‘anha.

Di Madinah terdapat dua kabilah besar Yahudi dan Bani Quraizhah dan Bani Nadhir. Sayyidatina Shafiyah Radhiyallahu ‘anha putri salah seorang pemimpin dari kabilah tersebut. Para Shahabat Radhiyallahu ‘anhum berkata kepada Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, “Mereka kurang menyukai jika Sayyidatina Shafiyah Radhiyallahu ‘anha menjadi hamba sahaya Sayyidina Dhihyah Al-Kalbi Radhiyallahu ‘anhu. Tetapi, jika engkau menikahinya, tentu kabilahnya merasa dihormati.”

Akhirnya, Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mengambil Sayyidatina Shafiyah Radhiyallahu ‘anha dari Sayyidina Dhiyah Al-Kalbi Radhiyallahu ‘anhu dengan memberi ganti. Beliau memerdekakannya, lalu menikahinya. Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dan Sayyidatina Shafiyah Radhiyallahu ‘anha tinggal bersama disebuah tempat dalam perjalanan pulang dari Khaibar. Pada pagi harinya, beliau bersabda, “Barangsiapa memiliki makanan, bawalah kesini!” Para shahabat Radhiyallahu ‘anhum segera mengumpulkan makanan yang ada seperti kurma, keju, minyak mentega, dan sebagainya. Makanan-makanan tersebut diletakkan di atas alas makan dari kulit, dan mereka makan bersama-sama. Itulah walimahnya.

Dalam sebagian riwayat, ditulis bahwa Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam memberi kebebasan kepada Sayyidatina Shafiyah Radhiyallahu ‘anha, “Jika kamu ingin tinggal bersama kaummu, maka kamu boleh pergi. Atau jika kamu bersedia menjadi istriku, maka tinggallah di sini.” Sayyidatina Shafiyah Radhiyallahu ‘anha berkata, “Ya Rasulullah, ketika aku masih musyrik, aku bercita-cita ingin menjadi istrimu. Lalu, apakah setelah aku masuk Islam, aku akan melepas begitu saja cita-citaku?”

Maksudnya, sebelum memeluk Islam, ia telah bermimpi ada rembulan yang jatuh di pangkuannya. Setelah mimpi itu diceritakan kepada suaminya, Kinanah, ia ditampar oleh Kinanah, sehingga membekas di matanya. Suaminya berkata, “Apakah kamu ingin menikah dengan Raja Yatsrib (maksudnya Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam)?” Pada kali yang lain, ia kembali bermimpi bahwa matahari terletak di dadanya. Lalu ia menceritakan mimpi itu kepada suaminya. Suaminya berkata, “Kamu ingin menikah dengan Raja Yatsrib?” Saat yang lain, ia bermimpi lagi bahwa bulan terletak di pangkuannya. Setelah menceritakan mimpi itu kepada ayahnya, ayahnya menamparnya dan berkata, “Apakah perhatianmu tertuju kepada Raja Yatsrib?”

Mungkin mimpi melihat bulan tadi hanya satu kali. Selain diceritakan kepada suaminya, mimpi itu juga diceritakan kepada ayahnya. Atau memang ia bermimpi dua kali melihat bulan.

Menurut sebuah riwayat yang disepakati kebenarannya, ia meninggal dunia pada bulan Ramadhan tahun 50 Hijriyah pada usia kurang lebih 60 tahun. Ia sendiri berkata, “Ketika aku dinikahi oleh Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, aku belum genap berumur 17 tahun.”

 

Sumber: Kitab Fadhilah Amal – I. Kitab Kisah-Kisah Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum – Bab Kesepuluh “Semangat Kaum Wanita dalam Mengamalkan Agama” Sekilas tentang Kehidupan Istri-Istri dan Anak-Anak Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam : 10. Sayyidatina Shafiyah Radhiyallahu ‘anha (Maulana Muhammad Zakariyya Al-Khandahlawi Rah.a)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Belajar Ilmu Nahwu Shorof Tata Bahasa Arab Online

Nahwu, Balaghah, Mu'jam, Sharaf, Kamus, Terjemah dll. Blog Santri Fasih Mengaji Kitab Kuning. nahwusharaf.WordPress.com site

ponpes Al-Fithrah GP

Ibadah dalam hidmah - hidmah dalam ibadaH

Blog Abu Umamah™

Media Belajar Dan Berbagi Ilmu Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah

Abdurrohmandotcom

Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

Faisal Abiyasin's Blog

... belajar berbagi yang di ketahui ...

Ruang Aliyah

.::Ruang kosong yang haus untuk diisi::.

Bimbingan Islami | Ulama Ahlus sunnah Wal Jamaah Salafiy

Bimbingan, nasehat dan fatwa ulama ahlussunnah wal jama-ah sesuai dengan ajaran Islam menurut pemahaman as-salaf ash-shaleh

مفاهيم

Salim Abdul Qadir MD

Agama Ialah Nasihat

“Agama adalah nasihat”. Kami bertanya: “Bagi siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslim dan bagi kaum muslim secara umum.” (HR. Muslim)

antonsudarwo26ubd

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

%d bloggers like this: