9. Sayyidatina Ummu Habibah Radhiyallahu ‘anha

Ummul Mukminin Sayyidatina Ummu Habibah Radhiyallahu ‘anha adalah anak perempuan Sayyidina Abu Sufyan Radhiyallahu ‘anhu. Terdapat perbedaan riwayat tentang nama aslinya. Kebanyakan ahli sejarah mengatakan namanya Marmalah, sebagian lagi mengatakan namanya Hindun. Ia menikah pertama kali dengan Ubaidullah bin Jahsy di Makkah, keduanya masuk Islam pada masa permulaan. Karena orang-orang kafir banyak yang mengganggu mereka, maka mereka terpaksa meninggalkan Makkah dan berhijrah ke Habasyah. Setiba di sana, suaminya masuk agama Kristen. Sedangkan Sayyidatina Ummu Habibah Radhiyallahu ‘anha sendiri tetap teguh memeluk Islam.

Malam itu, dalam mimpinya ia melihat suaminya bermuka sangat buruk. Keesokan paginya ternyata suaminya masuk agama Kristen. Sekarang ia dalam keadaan sendirian dan di negeri asing. Hanya Allah Subhaanahu wata’ala yang mengetahui keadaannya. Kemudian Allah Subhaanahu wata’ala memberi ganti yang lebih baik, yaitu Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mengirim utusan kepada raja Habasyah, Najasyi Rahmatullah ‘alaih, agar ia menikahkan Sayyidatina Ummu Habibah Radhiyallahu ‘anha dengan beliau.

Kemudian Najasyi Rahmatullah ‘alaih mengirim seorang utusan wanita bernama Abrahah kepada Sayyidatina Ummu Habibah Radhiyallahu ‘anha untuk menyampaikan kabar tersebut. Betapa gembira Sayyidatina Ummu Habibah Radhiyallahu ‘anha mendengar berita tersebut. Karena gembiranya, ia lalu melepaskan gelang tangan, gelang kaki, dan perhiasan-perhiasan lain yang dipakainya, lalu menghadiahkannya kepada pembawa berita tersebut.

Raja Najasyi Rahmatullah ‘alaih sendiri yang menikahkannya. Ia memberi uang mahar sebanyak 400 dinar emas ditambah hadiah-hadiah lainnya. Orang-orang yang datang ke pernikahan itu, juga dihadiahi dinar dan dijamu makan. Terdapat perbedaan mengenai tahun terjadinya pernikahan, kebanyakan pendapat menyatakan bahwa pernikahan tersebut terjadi pada tahun ke-7 Hijriyah. Sebagian lagi menyatakan pada tahun ke-6 Hijriyah. Penyusun Kitab Tarikh Khamis telah menulis bahwa pernikahannya terjadi pada tahun ke-6 Hijriyah dan baru tinggal serumah dengan Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pada tahun ke-7 Hijriyah.

Setelah Sayyidatina Ummu Habibah Radhiyallahu ‘anha berada di Madinah, Raja Najasyi Rahmatullah ‘alaih banyak mengirim hadiah berupa minyak wangi dan barang-barang lain kepada Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Sebagian kitab sejarah dan hadits ada juga yang meriwayatkan bahwa yang menikahkannya adalah ayahnya, tetapi riwayat baru masuk Islam setelah terjadi pernikahan. Kisah ini, telah diketengahkan pada bab ini kisah ke-9.

Mengenai kapan tahun meninggalnya Sayyidatina Ummu Habibah Radhiyallahu ‘anha banyak perbedaan riwayat. Kebanyakan riwayat menulis pada tahun 44 Hijriyah. Ada juga yang menyatakan bahwa ia wafat pada tahun 42 Hijriyah, 50 Hijriyah, atau 55 Hijriyah, dan masih ada riwayat yang lain.

Sumber: Kitab Fadhilah Amal – I. Kitab Kisah-Kisah Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum – Bab Kesepuluh “Semangat Kaum Wanita dalam Mengamalkan Agama” Sekilas tentang Kehidupan Istri-Istri dan Anak-Anak Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam : 9. Sayyidatina Ummu Habibah Radhiyallahu ‘anha (Maulana Muhammad Zakariyya Al-Khandahlawi Rah.a)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Belajar Ilmu Nahwu Shorof Tata Bahasa Arab Online

Nahwu, Balaghah, Mu'jam, Sharaf, Kamus, Terjemah dll. Blog Santri Fasih Mengaji Kitab Kuning. nahwusharaf.WordPress.com site

ponpes Al-Fithrah GP

Ibadah dalam hidmah - hidmah dalam ibadaH

Blog Abu Umamah™

Media Belajar Dan Berbagi Ilmu Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah

Abdurrohmandotcom

Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

Faisal Abiyasin's Blog

... belajar berbagi yang di ketahui ...

Ruang Aliyah

.::Ruang kosong yang haus untuk diisi::.

Bimbingan Islami | Ulama Ahlus sunnah Wal Jamaah Salafiy

Bimbingan, nasehat dan fatwa ulama ahlussunnah wal jama-ah sesuai dengan ajaran Islam menurut pemahaman as-salaf ash-shaleh

مفاهيم

Salim Abdul Qadir MD

Agama Ialah Nasihat

“Agama adalah nasihat”. Kami bertanya: “Bagi siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslim dan bagi kaum muslim secara umum.” (HR. Muslim)

antonsudarwo26ubd

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

%d bloggers like this: