8. Sayyidatina Juwairiyah binti Harits Radhiyallahu ‘anha

Setelah menikah dengan Sayyidatina Zainab bin Jahsy Radhiyallahu ‘anha, Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menikah dengan Sayyidatina Juwairiyah binti Harits bin Abi Dhirar Radhiyallahu ‘anha. Pada Perang Muraisi’ (Kaum Muslimin melawan Banu Musthaliq) Sayyidatina Juwairiyah Radhiyallahu ‘anha menjadi tawanan, dan menjadi bagian ghanimah milik Sayyidina Tsabit bin Qais Radhiyallahu ‘anhu. Sebelum ditawan, Sayyidatina Juwairiyah Radhiyallahu ‘anha sudah dinikahi oleh Musafi’ bin Shafwan. Sayyidina Tsabit Radhiyallahu ‘anhu telah menjadikannya budak mukatab dengan membayar 9 uqiyah emas. Budak mukatab adalah seorang budak yang diwajibkan mencicil sejumlah uang tertentu, jika lunas ia akan dimerdekakan. Sekeping (uqiyah) emas sama dengan 40 dirham.

Suatu ketika, ia datang ke majelis Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, “Ya Rasulullah, aku adalah Juwairiyah anak perempuan Harits, pemimpin kaum kami (Bani Musthaliq). Engkau tentu sudah mengetahui musibah yang menimpaku. Sekarang sebagai tebusan untuk kebebasanku, Tsabit telah menentukan harga tebusan yang begitu banyak dan ini di luar kemampuanku. Untuk itu, aku datang mengharap bantuanmu.” Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Aku akan memberimu jalan keluar yang lebih baik dari itu semua. Aku akan menebus dan membebaskanmu. Setelah itu, aku akan menikahimu. Adakah jalan keluar yang lebih baik daripada itu?” Dengan senang hati usul itu diterimanya. Dalam riwayat yang termasyhur, Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam menikahinya tahun ke-5 Hijriyah, riwayat yang lain menyebutkan tahun ke-6 Hijriyah.

Ketika para shahabat Radhiyallahu ‘anhum mendengar Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam telah menikahi putri pemimpin Bani Musthaliq, maka mereka segera membebaskan semua hamba sahaya dari Bani Musthaliq sebagai penghormatan atas pernikahan tersebut. Dikatakan bahwa ketika ketika Sayyidatina Juwairiyah Radhiyallahu ‘anha dinikahi oleh Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, maka seratus keluarga Bagi Musthaliq dibebaskan, yang kurang lebih jumlah mereka tujuh ratus orang. Berdasarkan kemaslahatan semacam itulah, semua pernikahan Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Sayyidatina Juwairiyah Radhiyallahu ‘anha adalah wanita yang sangat cantik. Wajahnya sungguh jelita. Dikatakan bahwa jika terpandang wajahnya, orang akan sulit berpaling. Sayyidatina Juwairiyah Radhiyallahu ‘anha menceritakan bahwa tiga hari sebelum terjadi peperangan, ia bermimpi melihat bulan datang dari arah Yatsrib (Madinah) dan jatuh ke pangkuannya. Ketika ditawan di Madinah, ia berharap agar mimpi itu menjadi kenyataan. Ketika itu, ia berusia 20 tahun. Ia meninggal dunia di Madinah pada bulan Rabiul Awwal tahun ke-50 Hijriyah pada usia 65 tahun. Sebagian riwayat mengatakan bahwa ia wafat pada tahun 56 Hijriyah, pada usia 70 tahun.

 

Sumber: Kitab Fadhilah Amal – I. Kitab Kisah-Kisah Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum – Bab Kesepuluh “Semangat Kaum Wanita dalam Mengamalkan Agama” Sekilas tentang Kehidupan Istri-Istri dan Anak-Anak Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam : 8. Sayyidatina Juwairiyah binti Harits Radhiyallahu ‘anha (Maulana Muhammad Zakariyya Al-Khandahlawi Rah.a)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Belajar Ilmu Nahwu Shorof Tata Bahasa Arab Online

Nahwu, Balaghah, Mu'jam, Sharaf, Kamus, Terjemah dll. Blog Santri Fasih Mengaji Kitab Kuning. nahwusharaf.WordPress.com site

ponpes Al-Fithrah GP

Ibadah dalam hidmah - hidmah dalam ibadaH

Blog Abu Umamah™

Media Belajar Dan Berbagi Ilmu Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah

Abdurrohmandotcom

Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

Faisal Abiyasin's Blog

... belajar berbagi yang di ketahui ...

Ruang Aliyah

.::Ruang kosong yang haus untuk diisi::.

Bimbingan Islami | Ulama Ahlus sunnah Wal Jamaah Salafiy

Bimbingan, nasehat dan fatwa ulama ahlussunnah wal jama-ah sesuai dengan ajaran Islam menurut pemahaman as-salaf ash-shaleh

مفاهيم

Salim Abdul Qadir MD

Agama Ialah Nasihat

“Agama adalah nasihat”. Kami bertanya: “Bagi siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslim dan bagi kaum muslim secara umum.” (HR. Muslim)

antonsudarwo26ubd

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

%d bloggers like this: