7. Sayyidatina Zainab binti Jahsy Radhiyallahu ‘anha

Setelah menikah dengan Sayyidatina Ummu Salamah Radhiyallahu ‘anha, Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menikah dengan Sayyidatina Zainab binti Jahsy Radhiyallahu ‘anha. Sayyidatina Zainab Radhiyallahu ‘anha adalah sepupu Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Sebelumnya, Sayyidatina Zainab Radhiyallahu ‘anha telah menikah dengan Sayyidina Zaid bin Haritsah Radhiyallahu ‘anhu, anak angkat Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Setelah Sayyidina Zaid Radhiyallahu ‘anhu menceraikannya, Allah Subhaanahu wata’ala menikahkannya dengan Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang kisahnya terdapat dalam Surat Al-Ahzab. Ketika itu, ia berusia 35 tahun. Menurut riwayat yang terkenal, ia menikah dengan Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bulan Dzulqa’dah tahun ke-5 Hijriyah. Sebagian riwayat menyatakan pada tahun ke-3 Hijriyah. Yang benar, tahun ke-5 Hijriyah. Menurut perhitungan ini, kelahirannya tujuh belas tahun sebelum kenabian.

Sayyidatina Zainab Radhiyallahu ‘anha sangat bangga bahwa ia dinikahkan langsung oleh Allah Subhaanahu wata’ala, sedangkan semua istri Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang lain dinikahkan oleh walinya masing-masing. Setelah Sayyidina Zaid Radhiyallahu ‘anhu menceraikannya dan masa iddahnya sudah selesai, Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mengirim lamarannya kepada Sayyidatina Zainab Radhiyallahu ‘anha. Sayyidatina Zainab Radhiyallahu ‘anha menjawab, “Aku tidak bisa memutuskannya sebelum meminta petunjuk kepada Allah Subhaanahu wata’ala.” Setelah berkata demikian, ia berwudhu, shalat, dan berdoa kepada Allah Subhaanahu wata’ala, ‘Ya Allah, utusan-Mu menginginkan menikahiku. Seandainya aku pantas untuk beliau, maka nikahkanlah aku dengan beliau.”

Akhirnya, turunlah ayat Al-Qur’an:

“Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap Istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) isteri-isteri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya dari isterinya, dan ketetapan Allah itu pasti terjadi.” (Q.S. Al-Ahzab : 37)

Setelah turun ayat ini, Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam memberi kabar gembira kepadanya. Karena begitu gembiranya, Sayyidatina Zainab Radhiyallahu ‘anha langsung bersujud. Kemudian Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam merayakan walimah pernikahannya ini agak mewah, yaitu dengan menyembelih seekor kambing. Tamu-tamunya dijamu dengan daging dan roti. Mereka dipanggil secara rombongan. Jika rombongan pertama selesai makan, maka dipanggil masuk rombongan yang kedua, sehingga semua tamu dapat makan dengan puas.

Sayyidatina Zainab Radhiyallahu ‘anha sangat dermawan dan rajin bekerja. Hasil pekerjaannya biasa ia sedekahkan. Dialah yang telah disabdakan oleh Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, “Yang pertama kali akan bertemu denganku setelah aku mati adalah yang paling panjang tangannya.” Istri-istri Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam ketika itu memahami panjang tangan secara harfiah. Mereka mengambil sebatang kayu, lalu mengukur tangan mereka masing-masing. Yang terpanjang tangannya adalah Sayyidatina Saudah Radhiyallahu ‘anha. Namun, ketika Sayyidatina Zainab Radhiyallahu ‘anha meninggal dunia, mereka baru memahami bahwa maksud panjang tangannya itu adalah orang yang paling banyak bersedekah.

Sayyidatina Zainab Radhiyallahu ‘anha dikenal sering berpuasa. Ia meninggal dunia tahun ke-20 Hijriyah ketika berusia 50 tahun. Yang mengimami shalat jenazahnya adalah Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘anhu. Kisahnya sudah diketengahkan pada bab ini kisah kesepuluh.

 

Sumber: Kitab Fadhilah Amal – I. Kitab Kisah-Kisah Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum – Bab Kesepuluh “Semangat Kaum Wanita dalam Mengamalkan Agama” Sekilas tentang Kehidupan Istri-Istri dan Anak-Anak Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam : 7. Sayyidatina Zainab binti Jahsy Radhiyallahu ‘anha (Maulana Muhammad Zakariyya Al-Khandahlawi Rah.a)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Belajar Ilmu Nahwu Shorof Tata Bahasa Arab Online

Nahwu, Balaghah, Mu'jam, Sharaf, Kamus, Terjemah dll. Blog Santri Fasih Mengaji Kitab Kuning. nahwusharaf.WordPress.com site

ponpes Al-Fithrah GP

Ibadah dalam hidmah - hidmah dalam ibadaH

Blog Abu Umamah™

Media Belajar Dan Berbagi Ilmu Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah

Abdurrohmandotcom

Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

Faisal Abiyasin's Blog

... belajar berbagi yang di ketahui ...

Ruang Aliyah

.::Ruang kosong yang haus untuk diisi::.

Bimbingan Islami | Ulama Ahlus sunnah Wal Jamaah Salafiy

Bimbingan, nasehat dan fatwa ulama ahlussunnah wal jama-ah sesuai dengan ajaran Islam menurut pemahaman as-salaf ash-shaleh

مفاهيم

Salim Abdul Qadir MD

Agama Ialah Nasihat

“Agama adalah nasihat”. Kami bertanya: “Bagi siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslim dan bagi kaum muslim secara umum.” (HR. Muslim)

antonsudarwo26ubd

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

%d bloggers like this: