2. Sayyidatina Saudah Radhiyallahu ‘anha

Sayyidatina Saudah Radhiyallahu ‘anha adalah seorang janda. Ayahnya bernama Zam’ah bin Qais. Sebelumnya Sayyidatina Saudah Radhiyallahu ‘anha telah menikah dengan sepupunya yang bernama Sayyidina Sakran bin ‘Amr Radhiyallahu ‘anhu. Keduanya telah masuk Islam dan ikut serta hijrah ke Habasyah. Sayyidina Sakran Radhiyallahu ‘anhu meninggal dunia di sana. Sebagian ahli sejarah menulis bahwa Sayyidina Sakran Radhiyallahu ‘anhu wafat setelah ia kembali ke Makkah. Setelah wafatnya Sayyidina Sakran Radhiyallahu ‘anhu, pada tahun ke-10 kenabian, Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menikahi Sayyidatina Saudah Radhiyallahu ‘anha, beberapa hari setelah wafatnya Sayyidatina Khadijah Radhiyallahu ‘anha. Semua ahli sejarah bersepakat bahwa Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berkumpul dengan Sayyidatina Saudah Radhiyallahu ‘anha lebih dahulu daripada dengan Sayyidatina ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha.

Salah satu kebiasaan Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah menyibukkan diri dalam shalat. Suatu saat, Sayyidatina Saudah Radhiyalahu ‘anha Shalat Tahajjud di belakang Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Pagi harinya ia berkata kepada beliau, “Engkau tadi malam shalat dengan ruku’ yang sangat panjang, sehingga aku khawatir darah keluar dari hidungku (mimisan).” (Karena badannya yang gemuk, sehingga terasa berat baginya)

Pernah Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berniat menceraikannya, namun Sayyidatina Saudah Radhiyallahu ‘anha berkata, “Ya Rasulullah, sebenarnya aku sudah tidak berhajat lagi kepada seorang suami, tetapi aku berharap agar di surga nanti termasuk dalam golongan istri-istrimu. Untuk itu, janganlah ceraikan aku, aku rela memberikan giliran hariku kepada ‘Aisyah.” Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pun menerima usul tersebut, dan Sayyidatina Saudah Radhiyallahu ‘anha memberikan giliran harinya kepada Sayyidatina ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha. Sayyidatina Saudah Radhiyallahu ‘anha wafat pada tahun 54 atau 55 Hijriyah. Sebagian ahli sejarah menulis, ia wafat pada akhir masa Kekhalifahan Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘anhu.

Selain ia, ada seorang wanita lagi yang juga bernama Sayyidatina Saudah Radhiyallahu ‘anha, yang berasal dari Quraisy. Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berniat untuk menikahinya. Namun, Sayyidatina Saudah Radhiyallahu ‘anha berkata, “Ya Rasulullah, orang yang paling aku cintai di dunia ini adalah engkau. Akan tetapi, aku mempunyai lima (dalam riwayat yang lain enam) anak laki-laki. Aku khawatir, mereka akan mengganggumu dengan tangisan mereka.” Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sangat senang dengan jawaban tersebut. Beliau memujinya dan akhirnya mengurungkan niatnya untuk menikahinya.

 

Sumber: Kitab Fadhilah Amal – I. Kitab Kisah-Kisah Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum – Bab Kesepuluh “Semangat Kaum Wanita dalam Mengamalkan Agama” Sekilas tentang Kehidupan Istri-Istri dan Anak-Anak Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam : 2. Sayyidatina Saudah Radhiyallahu ‘anha (Maulana Muhammad Zakariyya Al-Khandahlawi Rah.a)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Belajar Ilmu Nahwu Shorof Tata Bahasa Arab Online

Nahwu, Balaghah, Mu'jam, Sharaf, Kamus, Terjemah dll. Blog Santri Fasih Mengaji Kitab Kuning. nahwusharaf.WordPress.com site

ponpes Al-Fithrah GP

Ibadah dalam hidmah - hidmah dalam ibadaH

Blog Abu Umamah™

Media Belajar Dan Berbagi Ilmu Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah

Abdurrohmandotcom

Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

Faisal Abiyasin's Blog

... belajar berbagi yang di ketahui ...

Ruang Aliyah

.::Ruang kosong yang haus untuk diisi::.

Bimbingan Islami | Ulama Ahlus sunnah Wal Jamaah Salafiy

Bimbingan, nasehat dan fatwa ulama ahlussunnah wal jama-ah sesuai dengan ajaran Islam menurut pemahaman as-salaf ash-shaleh

مفاهيم

Salim Abdul Qadir MD

Agama Ialah Nasihat

“Agama adalah nasihat”. Kami bertanya: “Bagi siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslim dan bagi kaum muslim secara umum.” (HR. Muslim)

antonsudarwo26ubd

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

%d bloggers like this: