21. Kisah Semangat Sayyidatina Rubayyi’ binti Mu’awidz Radhiyallahu ‘anhuma terhadap Agama

Sayyidatina Rubayyi’ binti Mu’awidz Radhiyallahu ‘anhuma adalah seorang shahabiyah Anshar. Ia sering ikut berperang bersama Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam. Dalam peperangan, ia membantu mengobati orang-orang yang terluka, dan mengangkat jenazah orang-orang yang mati syahid. Ia masuk Islam sebelum Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam hijrah. Ia menikah setelah hijrah, dan Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menghadiri pernikahannya. Dalam acara tersebut, beberapa anak perempuan bergembira, mereka membacakan syair-syair tentang jasa-jasa orang Anshar dan tokoh mereka yang telah syahid dalam Perang Badar. Di antara mereka ada yang melantunkan satu bait syair:

Di kalangan kami ada seorang nabi yang mengetahui kejadian yang akan datang

Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam langsung melarang syair tersebut, karena yang mengetahui keadaan yang akan datang hanyalah Allah Subhaanahu wata’ala.

Ayah Sayyidatina Rubayyi’ Radhiyallahu ‘anha, Sayyidina Mu’awidz Radhiyallahu ‘anhu, adalah salah seorang yang membunuh Abu Jahal. Ada seorang wanita bernama Sayyidatina Asma’ Radhiyallahu ‘anha yang sering berjualan minyak wangi. Suatu ketika, datanglah Sayyidatina Asma’ Radhiyallahu ‘anha dengan beberapa orang wanita ke rumah Sayyidatina Rubayyi’ Radhiyallahu ‘anha dan mereka bertanya tentang nama, keadaan, dan alamat, sebagaimana kebiasaan kaum wanita. Ketika mereka mendengar nama ayah Sayyidatina Rubayyi’ Radhiyallahu ‘anha, mereka berkata, “Jadi, kamu anak orang yang membunuh pemimpinnya?’ Disebut sebagai ‘orang yang membunuh pemimpinnya’, karena Abu Jahal salah satu pemimpin bangsa Arab. Mendengar hal itu, Rubayyi’ Radhiyallahu ‘anha marah. Ia berkata, ‘Aku adalah anak orang yang membunuh budaknya.’ Sayyidatina Rubayyi’ Radhiyallahu ‘anha berkata demikian, karena ia merasa tidak senang jika Abu Jahal dikatakan sebagai pemimpin bagi ayahnya. Ia membalasnya dengan berkata, ‘Abu Jahal adalah budak bagi ayahnya.’ Mendengar Abu Jahal disebut sebagai budak, maka Sayyidatina Asma’ Radhiyallahu ‘anha pun marah, ia berkata kepada Sayyidatina Rubayyi’ Radhiyallahu ‘anha, ‘Aku tidak akan menjual minyak wangi kepadamu.’ Sayyidatina Rubayyi’ Radhiyallahu ‘anha pun membalasnya dengan berkata, ‘Aku pun tidak akan membeli minyak wangi darimu. Aku tidak pernah melihat minyak wangi yang lebih buruk dan lebih busuk daripada minyak wangimu.” (dari Kitab Usudul Ghabah)

Faidah

Sayyidatina Rubayyi’ Radhiyallahu ‘anha berkata, “Aku sengaja mengatakan minyak wanginya berbau busuk untuk memanasinya.’ Demikianlah kecintaan dan semangat agama Sayyidatina Rubayyi’ Radhiyallahu ‘anha. Ia tidak senang apabila ada orang yang menyebut nama musuh-musuh Islam sebagai pemimpin. Sedangkan keadaan kita sekarang, sering menyanjung-nyanjung musuh-musuh besar Islam. Jika dilarang berbuat demikian, maka kita akan dijuluki orang yang berpandangan sempit. Padahal Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Jangan mengatakan orang munafik itu sebagai pemimpin. Jika ia telah menjadi pemimpinmu, berarti kamu sudah menyebabkan Allah Subhaanahu wata’ala murka.” (H.R. Abu Dawud)

 

Sumber: Kitab Fadhilah Amal – I. Kitab Kisah-Kisah Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum – Bab Kesepuluh “Semangat Kaum Wanita dalam Mengamalkan Agama” 21. Kisah Semangat Sayyidatina Rubayyi’ binti Mu’awidz Radhiyallahu ‘anha terhadap Agama (Maulana Muhammad Zakariyya Al-Khandahlawi Rah.a)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Belajar Ilmu Nahwu Shorof Tata Bahasa Arab Online

Nahwu, Balaghah, Mu'jam, Sharaf, Kamus, Terjemah dll. Blog Santri Fasih Mengaji Kitab Kuning. nahwusharaf.WordPress.com site

ponpes Al-Fithrah GP

Ibadah dalam hidmah - hidmah dalam ibadaH

Blog Abu Umamah™

Media Belajar Dan Berbagi Ilmu Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah

Abdurrohmandotcom

Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

Faisal Abiyasin's Blog

... belajar berbagi yang di ketahui ...

Ruang Aliyah

.::Ruang kosong yang haus untuk diisi::.

Bimbingan Islami | Ulama Ahlus sunnah Wal Jamaah Salafiy

Bimbingan, nasehat dan fatwa ulama ahlussunnah wal jama-ah sesuai dengan ajaran Islam menurut pemahaman as-salaf ash-shaleh

مفاهيم

Salim Abdul Qadir MD

Agama Ialah Nasihat

“Agama adalah nasihat”. Kami bertanya: “Bagi siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslim dan bagi kaum muslim secara umum.” (HR. Muslim)

antonsudarwo26ubd

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

%d bloggers like this: