BAB KESEPULUH “SEMANGAT KAUM WANITA DALAM MENGAMALKAN AGAMA”

Pada hakikatnya, jika kaum wanita bersemangat mengamalkan agama dan beramal shalih, tentu akan mempengaruhi anak-anak mereka. Namun, kenyataan yang terjadi kini, sejak dini mereka telah menempatkan anak-anak di satu suasana yang menyebabkan anak-anak menentang agama, atau setidaknya perhatian anak-anak terhadap agama berkurang. Jika permulaan hidup mereka sudah seperti itu, maka hasilnya sudah jelas.

1. Kisah Tasbih Sayyidatina Fathimah Radhiyallahu ‘anha

Sayyidina Ali Radhiyallahu ‘anhu berkata kepada seorang muridnya, “Maukah kuceritakan kepadamu mengenai Fathimah, putrid Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang sangat beliau cintai.” Muridnya menjawab, “Tentu!” Lalu, Sayyidina Ali Radhiyallahu ‘anhu pun bercerita, “Dengan tangannya, Fathimah menggiling gandum, sehingga timbul di tangannya. Ia pun mengisi tempat air sendiri, dan bekasnya terlihat di dadanya. Ia juga menyapu rumah dan bagian-bagian yang lain, sehingga bajunya kotor dan lusuh.

Suatu ketika, Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mendapatkan beberapa hamba sahaya wanita. Aku berkata kepada Fathimah Radhiyallahu ‘anha, ‘Pergilah kepada Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mintalah pembantu kepada beliau agar dapat meringankan pekerjaanmu!’ Fathimah pun datang ke majelis Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam. Saat itu, di sana ada banyak orang, dan ia memiliki sifat sangat pemalu, karena itu ia tidak berani menyampaikan maksud kedatangannya di depan ayahnya. Akhirnya, ia kembali ke rumah.

Keesokan harinya, Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mengunjungi rumah kami dan berkata kepada Fathimah, ‘Wahai Fathimah, apakah maksud kedatanganmu kepadaku kemarin?’ Karena malu, Fathimah diam saja. Kemudian aku berkata, ‘Ya Rasulullah, ia menggiling gandum setiap hari sehingga timbul bekas di tangannya, dan ia mengisi air hingga berbekas di dadanya. Ia juga selalu membersihkan rumah dan bagian-bagian yang lain, sehingga bajunya kotor dan lusuh. Kemarin aku menyuruhnya mendatangi engkau untuk meminta seorang hamba sahaya.’”

Dalam riwayat lain, Sayyidatina Fathimah Radhiyallahu ‘anha berkata kepada Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, “Ya Rasulullah, aku dan Ali hanya memiliki sebuah alas tidur dari kulit kambing. Malam hari kami gunakan untuk tidur dan pagi hari kami gunakan sebagai tempat rumput untuk member makan unta.” Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Wahai Putriku, bersabarlah! Selama sepuluh tahun Musa Alaihis salam dan istrinya hanya mempunyai satu alas tidur, itu pun mantel Musa Alaihis salam. Malam hari, mantel itu dihamparkan untuk tidur. Bertakwalah kepada Allah Subhaanahu wata’ala dan tetaplah menyempurnakan kewajibanmu dan pekerjaan rumahmu. Ketika kamu akan berbaring tidur, bacalah Subhaanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, dan Allahu Akbar 34 kali! Itu lebih baik daripada seorang hamba sahaya.” Sayyidatina Fathimah Radhiyallahu ‘anha berkata, “Aku ridha kepada Allah Subhaanahu wata’ala dan Rasul-Nya.” (H.R. Abu Dawud, dari Kitab Muwaththa’)

Faidah

Maksud ucapan Sayyidatina Fathimah Radhiyallahu ‘anha adalah apa pun yang diridhai oleh Allah Subhaanahu wata’ala dan Rasul-Nya untuk dirinya, maka ia pun menerima dengan senang hati. Demikianlah kehidupan seorang putrid pemimpin dunia dan akhirat. Pada zaman ini, karena kita merasa memiliki banyak uang, jangankan pekerjaan rumah tangga, pekerjaan pribadi pun kita enggan melakukannya. Bahkan untuk menaruh gayung di WC, harus pembantu yang mengerjakannya.

Kisah di atas, hanya menyebutkan bacaan ketika akan tidur. Dalam hadits yang lain, disebutkan, “Setelah selesai shalat, hendaknya membaca Subhaanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, Allahu Akbar 33 kali, dan membaca satu kali:

Laailaaha illallah wahdahulaa syariikalah, lahulmulku walahulhamdu wahuwa ‘ala kullisyai inqodiir.”

Sumber: Kitab Fadhilah Amal – I. Kitab Kisah-Kisah Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum – Bab Kesepuluh “Semangat Kaum Wanita dalam Mengamalkan Agama” 1. Kisah Tasbih Sayyidatina Fathimah Radhiyallahu ‘anha (Maulana Muhammad Zakariyya Al-Khandahlawi Rah.a)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Belajar Ilmu Nahwu Shorof Tata Bahasa Arab Online

Nahwu, Balaghah, Mu'jam, Sharaf, Kamus, Terjemah dll. Blog Santri Fasih Mengaji Kitab Kuning. nahwusharaf.WordPress.com site

ponpes Al-Fithrah GP

Ibadah dalam hidmah - hidmah dalam ibadaH

Blog Abu Umamah™

Media Belajar Dan Berbagi Ilmu Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah

Abdurrohmandotcom

Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

Faisal Abiyasin's Blog

... belajar berbagi yang di ketahui ...

Ruang Aliyah

.::Ruang kosong yang haus untuk diisi::.

Bimbingan Islami | Ulama Ahlus sunnah Wal Jamaah Salafiy

Bimbingan, nasehat dan fatwa ulama ahlussunnah wal jama-ah sesuai dengan ajaran Islam menurut pemahaman as-salaf ash-shaleh

مفاهيم

Salim Abdul Qadir MD

Agama Ialah Nasihat

“Agama adalah nasihat”. Kami bertanya: “Bagi siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslim dan bagi kaum muslim secara umum.” (HR. Muslim)

antonsudarwo26ubd

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

%d bloggers like this: