8. Kisah Perbuatan Sayyidatina Ummu Sulaim Radhiyallahu ‘anha dengan Suaminya saat Putra Mereka Meninggal

Sayyidatina Ummu Sulaim Radhiyallahu ‘anha adalah ibu kandung Sayyidina Anas Radhiyallahu ‘anhu dari suaminya yang pertama. Ia menjanda setelah suami pertamanya meninggal dunia. Karena ingin merawat Sayyidina Anas Radhiyallahu ‘anhu, ia menikah lagi dengan Sayyidina Abu Thalhah Radhiyallahu ‘anhu dan memiliki seorang anak bernama Abu Umair Radhiyallahu ‘anhu. Jika Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mengunjungi rumah Sayyidina Abu Thalhah Radhiyallahu ‘anhu, beliau sering bercanda dengan Sayyidina Abu Umair Radhiyallahu ‘anhu.

Suatu ketika Sayyidina Umair Radhiyallahu menderita sakit.Ketika ayahnya sedang keluar untuk suatu urusan, Sayyidina Abu Umair Radhiyallahu ‘anhu meninggal dunia. Sayyidatina Ummu Sulaim Radhiyallahu ‘anha segera memandikan dan mengkafaninya sendiri, lalu meletakkan jenazah anaknya itu di atas tempat tidur.

Pada hari itu, Sayyidina Abu Thalhah Radhiyallahu ‘anhu sedang berpuasa. Sayyidatina Ummu Sulaim Radhiyallahu ‘anha menyiapkan makanan untuk berbuka suaminya. Kemudian ia berhias dan memakai wangi-wangian. Malam harinya, suaminya datang dan segera berbuka dengan makanan yang telah disiapkan. Sayyidina Abu Thalhah Radhiyallahu ‘anhu menanyakan keadaan anaknya. Sayyidatina Ummu Sulaim Radhiyallahu ‘anha menjawab bahwa sekarang anaknya dalam keadaan tenang dan lebih baik. Sayyidina Abu Thalhah Radhiyallahu ‘anhu pun tidak terlalu memikirkan anaknya.

Malam itu, ia berkumpul dengan istrinya. Ketika bangun, Sayyidatina Ummu Sulaim Radhiyallahu ‘anha berkata, “Aku akan bertanya sesuatu kepadamu. Sedandainya seseorang menitipkan sesuatu kepada orang lain, lalu ia meminta kembali barang titipannya, apakah ia akan mengembalikan atau menahannya?” Suaminya menjawab, “Tentu ia harus mengembalikannya.Ia tidak berhak menahannya. Titipan wajib dikembalikan.”Mendengar jawaban itu, Sayyidatina Ummu Sulaim Radhiyallahu ‘anha berkata, “Anakmu sebagai titipan Allah Subhaanahu wata’ala telah diambil oleh-Nya.” Sayyidina Abu Thalhah Radhiyallahu ‘anhu begitu sedih dan berkata, “Mengapa tidak engkau katakana sejak tadi?”

Keesokan harinya, Sayyidina Abu Thalhah Radhiyallahu ‘anhu menemui Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dan menceritakan kejadian tersebut. Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallamberdoa, “Semoga Allah Subhaanahu wata’alamemberkahi malammu itu.” Seorang shahabat Anshar Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Aku menyaksikan keberkahan doa Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tersebut. Dari hubungannya malam itu, lahirlah Sayyidina Abdullah bin Abi Thalhah Radhiyallahu ‘anhuma yang akhirnya memiliki sembilan anak laki-laki dan semuanya hafizh Al-Qur’an.” (H.R. Bukhari, dari Kitab Fathul Bari)

Faidah

Betapa sabar dan tabahnya Sayyidatina Ummu Sulaim Radhiyallahu ‘anha, meskipun anaknya meninggal dunia.Ia berusaha bertahan, bahkan berusaha agar suaminya tidak mengetahuinya. Sayyidatina Ummu Sulaim Radhiyallahu ‘anha berpikir bahwa suaminya sedang berpuasa, jika ia member tahu keadaan anaknya, tentu suaminya akan enggan makan.

Sumber: Kitab Fadhilah Amal – I. Kitab Kisah-Kisah Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum – Bab Kesepuluh “Semangat Kaum Wanita dalam Mengamalkan Agama” 8. Kisah Perbuatan Sayyidatina Ummu Sulaim Radhiyallahu ‘anha dengan Suaminya saat Putra Mereka Meninggal (Maulana Muhammad Zakariyya Al-Khandahlawi Rah.a)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Belajar Ilmu Nahwu Shorof Tata Bahasa Arab Online

Nahwu, Balaghah, Mu'jam, Sharaf, Kamus, Terjemah dll. Blog Santri Fasih Mengaji Kitab Kuning. nahwusharaf.WordPress.com site

ponpes Al-Fithrah GP

Ibadah dalam hidmah - hidmah dalam ibadaH

Blog Abu Umamah™

Media Belajar Dan Berbagi Ilmu Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah

Abdurrohmandotcom

Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

Faisal Abiyasin's Blog

... belajar berbagi yang di ketahui ...

Ruang Aliyah

.::Ruang kosong yang haus untuk diisi::.

Bimbingan Islami | Ulama Ahlus sunnah Wal Jamaah Salafiy

Bimbingan, nasehat dan fatwa ulama ahlussunnah wal jama-ah sesuai dengan ajaran Islam menurut pemahaman as-salaf ash-shaleh

مفاهيم

Salim Abdul Qadir MD

Agama Ialah Nasihat

“Agama adalah nasihat”. Kami bertanya: “Bagi siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslim dan bagi kaum muslim secara umum.” (HR. Muslim)

antonsudarwo26ubd

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

%d bloggers like this: