6. Kisah Keikutsertaan Sayyidatina Ummu Ziyad Radhiyallahu ‘anha beserta Wanita Lain dalam Perang Khaibar

Pada zaman Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam semua laki-laki memiliki semangat yang tinggi untuk mengikuti jihad. Kisah-kisah mereka sudah banyak diceritakan. Demikian pula dengan kaum wanitanya.Mereka tidak mau ketinggalan dan senantiasa merindukan jihad. Jika ada kesempatan berjihad, mereka akan segera mengikutinya.

Sayyidatina Ummu Ziyad Radhiyallahu ‘anha berkata, “Ketika terjadi Perang Khaibar, aku bersama enam wanita lain ikut dalam perang tersebut. Setelah Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam mendengar kabar kami, beliau memanggil kami. Terlihat di wajah beliau yang mulia sedikit kesan kemarahan, lalu beliau bertanya, ‘Dengan izin siapa kalian kemari, dan dengan siapa kalian datang?’ Kami berkata, ‘Ya Rasulullah, kami bisa merajut kain-kain untuk membalut luka. Hal itu diperlukan di dalam jihad.Kami juga membawa obat-obatan untuk luka. Paling tidak, kami bias menyiapkan panah-panah untuk para pejuang. Apabila mereka sakit atau terluka, kami bias mengobatinya, dan kami menyiapkan makanan serta minuman bagi mereka.’ Setelah mendengar penjelasan tersebut, beliau mengizinkan kami ikut serta.” (H.R. Abu Dawud)

Faidah

Pada masa itu Allah Subhaanahu wata’ala telah memberikan keberanian yang luar biasa kepada kaum wanita.Keberanian itu kini sudah jarang dimiliki, bahkan oleh kaum laki-laki sekalipun. Lihatlah semangat mereka! Mereka datang sendiri kemedan tempur dengan menawarkan banyak bantuan.

Dalam Perang Hunain, Sayyidatina Ummu Sulaim Radhiyallahu ‘anha yang sedang hamil juga ikut serta. Ketika itu, ia sedang mengandung Abdullah bin Abi Thalhah Radhiyallahu ‘anhuma. Sayyidatina Ummu Sulaim Radhiyallahu ‘anha selalu berbekal pisau belati, sehingga Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya, “Untuk apa pisau belati itu?” Ia menjawab, “Untuk menusuk perut setiap orang kafir yang mendekatiku.” Sebelumnya, dalam Perang Uhud dan juga dalam peperangan lainnya, Sayyidatina Ummu Sulaim Radhiyallahu ‘anha selalu ikut, untuk merawat orang-orang yang terluka dan yang sakit dalam peperangan tersebut.

Sayyidina Anas Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Aku lihat Sayyidatina ‘Aisyah dan Sayyidatina Ummu Sulaim Radhiyallahu ‘anhuma selalu membawa tempat air dan member minum orang-orang yang terluka. Jika air sudah habis, mereka akan segera mengisinya kembali.”

 

Sumber: Kitab Fadhilah Amal – I. Kitab Kisah-Kisah Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum – Bab Kesepuluh “Semangat Kaum Wanita dalam Mengamalkan Agama” 6. Kisah Keikutsertaan Sayyidatina Ummu Ziyad Radhiyallahu ‘anha beserta Wanita Lain dalam Perang Khaibar (Maulana Muhammad Zakariyya Al-Khandahlawi Rah.a)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Belajar Ilmu Nahwu Shorof Tata Bahasa Arab Online

Nahwu, Balaghah, Mu'jam, Sharaf, Kamus, Terjemah dll. Blog Santri Fasih Mengaji Kitab Kuning. nahwusharaf.WordPress.com site

ponpes Al-Fithrah GP

Ibadah dalam hidmah - hidmah dalam ibadaH

Blog Abu Umamah™

Media Belajar Dan Berbagi Ilmu Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah

Abdurrohmandotcom

Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

Faisal Abiyasin's Blog

... belajar berbagi yang di ketahui ...

Ruang Aliyah

.::Ruang kosong yang haus untuk diisi::.

Bimbingan Islami | Ulama Ahlus sunnah Wal Jamaah Salafiy

Bimbingan, nasehat dan fatwa ulama ahlussunnah wal jama-ah sesuai dengan ajaran Islam menurut pemahaman as-salaf ash-shaleh

مفاهيم

Salim Abdul Qadir MD

Agama Ialah Nasihat

“Agama adalah nasihat”. Kami bertanya: “Bagi siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslim dan bagi kaum muslim secara umum.” (HR. Muslim)

antonsudarwo26ubd

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

%d bloggers like this: