2. Kisah Sedekahnya Sayyidatina ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha

Suatu hari, Sayyidatina ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha menerima hadiah dua karung penuh uang dirham yang berisi lebih dari 100.000 dirham. Kemudian Sayyidatina ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha meminta beberapa nampan dan mengisinya dengan dirham tersebut. Lalu, ia membagi-bagikannya sampai sore hari hingga tidak tersisa satu dirham pun. Pada hari itu, Sayyidatina ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha sedang berpuasa. Saat berbuka, ia berkata kepada hamba sahayanya, “Hidangkanlah makanan untuk berbuka!” Hamba sahayanya menghidangkan sekerat roti dan minyak zaitun, lalu berkata, “Alangkah baiknya seandainya kita menyisahkan satu dirham untuk membeli daging, sehingga hari ini kita berbuka puasa dengan daging.” Sayyidatina ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha berkata, “Mengapa baru engkau katakana sekarang? Jika waktu itu kamu mengingatkanku, tentu aku dapat memberimu.” (dari Kitab Tadzkirah)

Faidah

Banyak hadiah yang telah diterima oleh Sayyidatina ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha. Di antaranya dari Sayyidina Mu’awiyyah Radhiyallahu ‘anhu, Sayyidina Abdullah bin Zubair Radhiyallahu ‘anhuma, dan yang lainnya. Karena pada masa itu, Kaum Muslimin banyak memperoleh kemenangan, sehingga di rumah para shahabat Radhiyallahu ‘anhum bertumpuk uang dinar bagaikan tumpukan biji-bijian. Meskipun demikian, kehidupan Sayyidatina ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha sangat sederhana. Bahkan, untuk berbuka puasa pun, ia harus diingatkan pelayannya. Ia membagi-bagikan lebih dari 100.000 dirham, dan tidak terpikirkan olehnya menyisakan dirham untuk membeli daging untuk berbuka puasa.

Pada zaman ini, kisah seperti itu sangatlah langkah. Bahkan, kisah seperti itu diragukan kebenarannya. Padahal pada masa itu, kisah-kisah semacam itu merupakan kejadian yang biasa, dan dalam pandangan para shahabat Radhiyallahu ‘anhum kejadian semacam itu bukanlah sesuatu yang menakjubkan. Kisah-kisah yang serupa dengan kisah di atas, sering dialami oleh Sayyidatina ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha.

Suatu hari, Sayyidatina ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha sedang berpuasa. Di rumahnya hanya ada sekerat roti. Tiba-tiba datanglah seorang fakir untuk meminta-minta. Sayyidatina ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha berkata kepada pelayannya, “Berikanlah roti itu!” Pelayannya berkata, “Tidak ada sedikit pun makanan di rumah ini untuk berbuka nanti.” Sayyidatina ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha menjawab, “Tidak mengapa, berikanlah roti itu!” Roti itu pun diberikan kepada si fakir tersebut. (dari Kitab Muwaththa’)

Suatu ketika, Sayyidatina ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha telah membunuh seekor ular. Lalu, ia bermimpi seseorang berkata kepadanya, “Engkau telah membunuh seorang muslim (dari golongan jin).” Sayyidatina ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha menjawab, “Jika ular itu seorang muslim, ia tidak akan memasuki kamar istri Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam.” Orang itu menjawab, “Ia datang dengan berhijab.” Sayyidatina ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha terkejut kemudian terbangun dari tidurnya dan segera menyedekahkan 12.000 dirham sebagai tebusan, karena telah (tanpa sengaja) membunuh seorang muslim (dari golongan jin).

Sayyidina Urwah Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Suatu hari kulihat Sayyidatina ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha menyedekahkan uang 70.000 dirham sedang pakaiannya sendiri bertambal-tambal.” (dari Kitab Thabaqat)

 

Sumber: Kitab Fadhilah Amal – I. Kitab Kisah-Kisah Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum – Bab Kesepuluh “Semangat Kaum Wanita dalam Mengamalkan Agama” 2. Kisah Sedekahnya Sayyidatina ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha (Maulana Muhammad Zakariyya Al-Khandahlawi Rah.a)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Belajar Ilmu Nahwu Shorof Tata Bahasa Arab Online

Nahwu, Balaghah, Mu'jam, Sharaf, Kamus, Terjemah dll. Blog Santri Fasih Mengaji Kitab Kuning. nahwusharaf.WordPress.com site

ponpes Al-Fithrah GP

Ibadah dalam hidmah - hidmah dalam ibadaH

Blog Abu Umamah™

Media Belajar Dan Berbagi Ilmu Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah

Abdurrohmandotcom

Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

Faisal Abiyasin's Blog

... belajar berbagi yang di ketahui ...

Ruang Aliyah

.::Ruang kosong yang haus untuk diisi::.

Bimbingan Islami | Ulama Ahlus sunnah Wal Jamaah Salafiy

Bimbingan, nasehat dan fatwa ulama ahlussunnah wal jama-ah sesuai dengan ajaran Islam menurut pemahaman as-salaf ash-shaleh

مفاهيم

Salim Abdul Qadir MD

Agama Ialah Nasihat

“Agama adalah nasihat”. Kami bertanya: “Bagi siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslim dan bagi kaum muslim secara umum.” (HR. Muslim)

antonsudarwo26ubd

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

%d bloggers like this: