7. Kisah Sayyidina Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma Tidak Mau Berbicara dengan Anaknya

Suatu ketika Sayyidina Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma mengatakan bahwa Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Izinkanlah kaum wanita pergi ke masjid.” Salah seorang anak Sayyidina Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Aku tidak akan mengizinkan mereka pergi ke masjid, karena mungkin pada masa yang akan datang, dapat dijadikan alasan untuk kebebasan dan kerusakan.”

Sayyidina Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma sangat marah kepada anaknya dan berkata, “Aku menyampaikan sabda Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam kepadamu tentang bolehnya wanita pergi ke masjid, tetapi kamu malah tidak mengizinkannya.” Setelah kejadian itu, Sayyidina Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘ahuma tidak berbicara lagi dengan anaknya untuk selamanya. (H.R. Muslim dan Abu Dawud)

Faidah

Kerusakan yang dijadikan alasan oleh anak Sayyidina Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma di masa yang akan datang, adalah berdasarkan kerusakan yang dia lihat pada zamannya. Sayyidatina ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha sendiri pernah berkata, “Seandainya Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menyaksikan keadaan para wanita pada zaman ini, tentu beliau akan melarang para wanita pergi ke masjid.” Padahal zaman Sayyidatina ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha belum begitu jauh dari zaman Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Meskipun begitu, Sayyidina Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma tidak tahan ketika mendengar sabda Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam diragukan atau masih dipikir-pikir. Karena khawatir sabda Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam diingkari, ia rela tidak berbicara seumur hidup kepada anaknya.

Para shahabat Radhiyallahu ‘anhum sangat menjunjung tinggi sabda Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, walaupun harus menahan penderitaan dan kesukaran, sehingga sangat sulit bagi mereka untuk melarang wanita pergi ke masjid. Meskipun ketika itu kerusakan dan fitnah sudah terlihat.

Sayyidatina Atikah Radhiyallahu ‘anha adalah seorang shahabiyah yang telah menikah beberapa kali. Di antaranya dengan Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘anhu. Sayyidatina Atikah Radhiyallahu ‘anha sangat suka pergi ke masjid. Padahal, Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘anhu tidak menyukainya. Pernah seseorang menyampaikan rasa ketidaksukaan Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘anhudengan kebiasaan istrinya itu. Namun, Sayyidatina Atikah Radhiyallahu ‘anha menjawab, “Kalau dia tidak suka, mengapa tidak melarangnya sendiri?”

Setelah Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘anhu meninggal dunia, Sayyidatina Atikah Radhiyallahu ‘anha dinikahi Sayyidina Zubair Radhiyallahu ‘anhu. Sayyidina Zubair Radhiyallahu ‘anhu juga merasa tidak senang dengan kebiasaan tersebut, tetapi ia tidak mempunyai alasan untuk melarangnya. Suatu ketika, Sayyidina Zubair Radhiyallahu ‘anhu duduk di jalan yang biasa dilewati istrinya untuk Shalat Isya. Ketika istrinya lewat di depannya, Sayyidina Zubair Radhiyallahu ‘anhu menggodanya. Suami tentu boleh menggoda istrinya, namun istrinya tidak mengetahui siapa yang menggodanya karena keadaannya gelap. Setelah peristiwa itu, Sayyidatina Atikah Radhiyallahu ‘anha tidak lagi pergi ke masjid. Hari berikutnya, Sayyidina Zubair Radhiyallahu ‘anhu bertanya kepadanya, “Mengapa engkau tidak pergi ke masjid lagi?” Sayyidatina Atika Radhiyallahu ‘anha menjawab, “Sekarang, sudah bukan zamannya lagi.”

Sumber: Kitab Fadhilah Amal – I. Kitab Kisah-Kisah Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum – Bab Kesembilan “Ketaatan Para Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum kepada kepada Perintah dan Kehendak Baginda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam” 7. Kisah Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘anhuma Tidak Mau Berbicara dengan Anaknya (Maulana Muhammad Zakariyya Al-Khandahlawi Rah.a)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Belajar Ilmu Nahwu Shorof Tata Bahasa Arab Online

Nahwu, Balaghah, Mu'jam, Sharaf, Kamus, Terjemah dll. Blog Santri Fasih Mengaji Kitab Kuning. nahwusharaf.WordPress.com site

ponpes Al-Fithrah GP

Ibadah dalam hidmah - hidmah dalam ibadaH

Blog Abu Umamah™

Media Belajar Dan Berbagi Ilmu Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah

Abdurrohmandotcom

Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

Faisal Abiyasin's Blog

... belajar berbagi yang di ketahui ...

Ruang Aliyah

.::Ruang kosong yang haus untuk diisi::.

Bimbingan Islami | Ulama Ahlus sunnah Wal Jamaah Salafiy

Bimbingan, nasehat dan fatwa ulama ahlussunnah wal jama-ah sesuai dengan ajaran Islam menurut pemahaman as-salaf ash-shaleh

مفاهيم

Salim Abdul Qadir MD

Agama Ialah Nasihat

“Agama adalah nasihat”. Kami bertanya: “Bagi siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslim dan bagi kaum muslim secara umum.” (HR. Muslim)

antonsudarwo26ubd

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

%d bloggers like this: