2. Kisah Seorang Shahabat Anshar Radhiyallahu ‘anhu Merobohkan Bangunan Kubahnya

Suatu ketika, Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berjalan keluar rumah. Ketika sedang berjalan, beliau melihat sebuah kubah yang dibangun tinggi.Beliau bertanya kepada para shahabatnya, “Bangunan apa itu?”Para shahabat Radhiyallahu ‘anhum memberitahukan kepada beliau bahwa itu kubah yang baru dibangun oleh seorang shahabat Anshar Radhiyallahu ‘anhu. Mendengar itu beliau hanya diam.

Di lain waktu, shahabat Anshar tadi menemui Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dan mengucapkan salam. Namun, beliau memalingkan wajahnya dan tidak menjawab salamnya. Shahabat Anshar itu, mengira mungkin salamnya tidak terdengar, sehingga ia mengulangi lagi salamnya. Tetapi, beliau tetap tidak menghiraukan dan tidak menjawab salamnya.Melihat sikap beliau yang demikian, shahabat Anshar itu tidak mampu Manahan kegelisahannya. Lalu, ia bertanya kepada para shahabat Radhiyallahu ‘anhum yang ada di tempat itu, mengapa Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersikap demikian kepadanya. Mereka pun menceritakan sebabnya, pada suatu hari, Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berjalan-jalan, dan di tengah jalan beliau melihat kubah yang dibangun tinggi, beliau bertanya, “Milik siapakah bangunan ini?”

Mendengar keterangan itu, shahabat Anshar itu segera pulang dan langsung menghancurkan dan meratakannya dengan tanah tanpa bekas.Ia tidak mengabarkan perbuatannya itu kepada Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Namun, secara kebetulan, pada saat yang lain, Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam kembali melewati tempat itu dan melihat kubah itu sudah tidak ada.Beliau menanyakannya kepada para shahabat Radhiyallahu ‘anhum. Para shahabat Radhiyallahu ‘anhum memberitahukan bahwa beberapa hari yang lalu, setelah beliau tidak mempedulikan shahabat Anshar tersebut, dan setelah mengetahui alasannya, shahabat tersebut langsung menghancurkan kubah itu.Beliau bersabda, “Setiap bangunan adalah musibah bagi pemiliknya, kecuali bangunan yang sangat diperlukan dan sangat darurat.” (H.R. Abu Dawud)

Faidah

Itulah kedalaman cinta para shahabat Radhiyallahu ‘anhum kepada Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Mereka tidak tahan jika melihat wajah beliau sedih atau menjadi penyebab beliau menunjukkan sikap tidak suka.Shahabat Anshar tersebut telah merobohkan kubah tanpa memberitahukan kepada Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, untuk menyenangkan hati beliau.Akan tetapi, secara kebetulan Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam melewati tempat itu, dan melihat kubah itu sudah tidak ada lagi.

Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam sangat membenci orang-orang yang menyia-nyiakan uang untuk bangunan. Banyak hadits yang menyebutkan masalah itu.Rumah istri-istri Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri terbuat dari pelepah-pelepah kurma dan dindingnya hanya ditutup dengan kain karung agar orang-orang yang bukan mahram tidak dapat melihat ke dalam.Suatu ketika, Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pergi ke suatu tempat. Kebetulan Sayyidatina Ummu Salamah Radhiyallahu ‘anha memiliki sedikit harta. Ia membelanjakannya untuk membeli batu bata mentah, untuk dipasang sebagai pengganti dinding karung di rumahnya. Ketika Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam kembali, dan melihat perubahan di rumahnya, beliau bertanya kepada Sayyidatina Ummu Salamah Radhiyallahu ‘anha, “Mengapa kamu melakukan hal ini?” Sayyidatina Ummu Salamah Radhiyallahu ‘anha menjawab, “Ya Rasulullah, aku melakukannya agar tempat tinggal kita lebih tertutup.” Beliau bersabda, “Pembelanjaan seseorang yang terburuk adalah membelanjakan uang untuk bangunan.”

Sayyidina Abdullah bin Amr Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Suatu hari, aku dan ibuku sedang memperbaiki dinding rumah yang telah rusak. Lalu, Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam melihat kami dan menegur kami dengan bersabda, “Kematianmu sendiri lebih dekat daripada runtuhnya dinding ini.’” (H.R. Abu Dawud)

 

Sumber: Kitab Fadhilah Amal – I. Kitab Kisah-Kisah Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum – Bab Kesembilan “Ketaatan Para Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum kepada kepada Perintah dan Kehendak Baginda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam” 2. Kisah Seorang Shahabat Radhiyallahu ‘anhum Merobohkan Bangunan Kubahnya (Maulana Muhammad Zakariyya Al-Khandahlawi Rah.a)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Belajar Ilmu Nahwu Shorof Tata Bahasa Arab Online

Nahwu, Balaghah, Mu'jam, Sharaf, Kamus, Terjemah dll. Blog Santri Fasih Mengaji Kitab Kuning. nahwusharaf.WordPress.com site

ponpes Al-Fithrah GP

Ibadah dalam hidmah - hidmah dalam ibadaH

Blog Abu Umamah™

Media Belajar Dan Berbagi Ilmu Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah

Abdurrohmandotcom

Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

Faisal Abiyasin's Blog

... belajar berbagi yang di ketahui ...

Ruang Aliyah

.::Ruang kosong yang haus untuk diisi::.

Bimbingan Islami | Ulama Ahlus sunnah Wal Jamaah Salafiy

Bimbingan, nasehat dan fatwa ulama ahlussunnah wal jama-ah sesuai dengan ajaran Islam menurut pemahaman as-salaf ash-shaleh

مفاهيم

Salim Abdul Qadir MD

Agama Ialah Nasihat

“Agama adalah nasihat”. Kami bertanya: “Bagi siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslim dan bagi kaum muslim secara umum.” (HR. Muslim)

antonsudarwo26ubd

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

%d bloggers like this: