10. Kisah Semangat Sayyidina Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘anhuma Menuntut Ilmu

Sayyidina Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘anhuma bercerita, “Setelah wafatnya Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, aku berkata kepada seorang laki-laki Anshar, ‘Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam telah meninggalkan kita, tetapi banyak shahabat yang masih ada di antara kita. Mari kita temui mereka untuk menanyakan masalah-masalah agama dan kita menghapalkannya.’ Laki-laki Anshar tersebut berkata, ‘Apakah orang-orang akan datang kepadamu untuk menanyakan masalah agama, sedangkan sebagian besar shahabat masih hidup?’ Singkatnya, laki-laki Anshar tadi tidak bersedia.

Sayyidina Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘anhuma melanjutkan ceritanya, “Aku pun terus mencari ilmu-ilmu agama. Jika aku megetahui bahwa seseorang telah mendengar satu hadits dari Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, aku langsung mendatangi dan menanyakannya. Aku mendapatkan khazanah ilmu yang sangat banyak dari Kaum Anshar. Sebagian shahabat yang aku datangi, jika aku tahu dia sedang tidur, maka aku menghamparkan kain untuk duduk di samping pintu rumahnya, walaupun wajah dan tubuhku kotor oleh debu yang dihembuskan angin, aku tetap menunggu. Setelah ia bangun, aku menyampaikan apa yang hendak aku ketahui. Shahabat tadi berkata, ‘Engkau adalah sepupu Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, mengapa engkau menyusahkan diri? Seharusnya engkau memanggilku saja.” Aku menjawab, ‘Aku sedang menunut ilmu, jadi akulah yang lebih berhak mendatangimu.’ Sebagian shahabat yang lain bertanya, ‘Sejak kapan engkau duduk dan menungguku?’ Aku menjawab, ‘Cukup lama.’ Ia berkata, ‘Engkau telah berbuat sesuatu yang tidak layak, mengapa tidak memberitahu sebelumnya?’ Aku menjawab, ‘Hatiku tidak ingin hajatmu tertunda karena kepentinganku.’ Aku pun terus mempelajari ilmu darinya. Hingga suatu ketika banyak orang yang belajar ilmu dariku. Laki-laki Anshar yang pernah aku ajak mencari ilmu, baru menyadari dan menyesal seraya berkata, ‘Anak ini ternyata lebih cerdas daripada kita.’” (H.R. Darami)

Faidah

Karena semangatnya dalam mencari ilmu sejak kecil itulah, pada masanya Sayyidina Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘anhuma telah dijuluki Hibrul Ummah (Pakar Umat) dan Bahrul Ilmi (Samudera Ilmu). Ia wafat di Thaif. Orang yang mengimami shalat jenazahnya adalah Syaikh Muhammad bin Ali bin Abu Thalib Rahmatullah ‘alaih. Syaikh Muhammad Rahmatullah ‘alaih berkata, “Pada hari ini, Imam Rabbani (Pendidik Besar) umat ini telah wafat.” Sayyidina Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Orang yang paling mengetahui Asbabun Nuzul (sebab-sebab ayat Al-Qur’an diturunkan) adalah Sayyidina Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘anhuma.” Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘anhu telah menempatkan Sayyidina Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘anhuma di jajaran para ulama terkemuka.

Itulah hasil pengorbanan dan kesungguhan Sayyidina Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma dalam mencari ilmu. Seandainya ia hanya mengandalkan hubungan kerabat dengan Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, tentu ia tidak akan mencapai derajat seperti itu.

Sumber: Kitab Fadhilah Amal – I. Kitab Kisah-Kisah Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum – Bab Kedelapan “Semangat Menuntut Ilmu dan Mendalaminya” 10. Kisah Semangat Sayyidina Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘anhuma Menuntut Ilmu (Maulana Muhammad Zakariyya Al-Khandahlawi Rah.a)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Belajar Ilmu Nahwu Shorof Tata Bahasa Arab Online

Nahwu, Balaghah, Mu'jam, Sharaf, Kamus, Terjemah dll. Blog Santri Fasih Mengaji Kitab Kuning. nahwusharaf.WordPress.com site

ponpes Al-Fithrah GP

Ibadah dalam hidmah - hidmah dalam ibadaH

Blog Abu Umamah™

Media Belajar Dan Berbagi Ilmu Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah

Abdurrohmandotcom

Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

Faisal Abiyasin's Blog

... belajar berbagi yang di ketahui ...

Ruang Aliyah

.::Ruang kosong yang haus untuk diisi::.

Bimbingan Islami | Ulama Ahlus sunnah Wal Jamaah Salafiy

Bimbingan, nasehat dan fatwa ulama ahlussunnah wal jama-ah sesuai dengan ajaran Islam menurut pemahaman as-salaf ash-shaleh

مفاهيم

Salim Abdul Qadir MD

Agama Ialah Nasihat

“Agama adalah nasihat”. Kami bertanya: “Bagi siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslim dan bagi kaum muslim secara umum.” (HR. Muslim)

antonsudarwo26ubd

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

%d bloggers like this: