8. Kisah Kehati-hatian Sayyidina Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu dalam Meriwayatkan Hadits

Sayyidina Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu adalah shahabat yang terkenal. Ia termasuk shahabat yang ahli fatwa. Ia masuk Islam pada masa permulaan dan telah ikut hijrah ke Habasyah. Ia selalu menyertai setiap peperangan Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dan menjadi pelayan khusus beliau, sehingga ia dijuluki Shahibul Na’al (Khadim Sandal Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam), Shahibul Wisadah (Khadim Bantal Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam), Shahibul Mathharah (Khadim Air Wudhu Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam). Itulah gelar-gelar yang ia sandang, karena ia yang banyak melakukan perkhidmatan tersebut.

Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda mengenai dirinya, “Seandainya aku memilih pemimpin dari kalian tanpa musyawarah, maka Abdullah bin Mas’ud yang akan aku pilih.” Beliau juga bersabda, kepada Sayyidina Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, “Kamu boleh berjumpa denganku setiap waktu.” Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda pula, “Jika kalian ingin membaca Al-Qur’an sesuai dengan bacaan ketika diturunkan, maka bacalah seperti bacaan Abdullah bin Mas’ud.” Sabda Baginda Nabi Shalallallahu ‘alaihi wasallam yang lain, “Jika Abdullah bin Mas’ud meriwayatkan hadits, maka percayailah kebenarannya.”

Sayyidina Abu Musa Asy’ari Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Ketika kami datang dari Yaman, beberapa lama kami mengira bahwa Sayyidina Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu termasuk Ahlul Bait. Sebab, ia dan ibunya sering keluar masuk rumah Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sebagaimana ahli rumahnya.” (H.R. Bukhari)

Syaikh Abu Amr Syaibani Rahmatullah ‘alaih berkata, “Selama setahun aku tinggal bersama Sayyidina Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, tidak pernah aku dengar satu ucapan pun darinya yang ia nisbatkan kepada Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Tetapi bila terkadang ia meriwayatkan hadits dari Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, tubuhnya akan bergetar.” Syaikh Amr bin Maimun Rahmatullah ‘alaihi berkata, “Setiap hari kamis, selama setahun, aku selalu hadir di majelis Sayyidina Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, dan tidak pernah aku dengar satu ucapan pun yang dinisbatkan kepada Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Pernah ia meriwayatkan hadits Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, dan hadits tersebut keluar dengan lancar dari lidahnya. Seketika itu pula seluruh tubuhnya bergetar, air matanya menetes, keringat bercucuran dari keningnya, dan urat-uratnya menegang. Ia berkata, ‘Insya’Allah, inilah yang disabdakan oleh Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam.’ Atau ia berkata, ‘Hampir seperti inilah sabda Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.’ Atau, ‘Hadits ini kurang lebih demikian.’” (dari Kitab Muqaddimah Awjaz dan Musnad Ahmad)

Faidah

Demikianlah kehati-hatian para shahabat Radhiyallahu ‘anhum dalam meriwayatkan hadits baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, karena beliau bersabda, “Barangsiapa sengaja berdusta atas namaku, buatlah tempat tinggal di Neraka Jahannam!” Karena kekhawatiran itulah, walaupun mereka mengetahui betul apa yang disabdakan Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, mereka tidak begitu saja mengatakan bahwa Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda demikian, karena takut terjerumus dalam kedustaan. Sebaliknya, lihat keadaan kita, tanpa meneliti, kita begitu saja menukil satu hadits tanpa rasa takut sedikit pun. Padahal, periwayatan apa pun yang disandarkan kepada beliau memiliki tanggung jawab besar.

Dalam urusan fiqih, Madzhab Hanafi banyak menggunakan riwayat Sayyidina Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu.

 

Sumber: Kitab Fadhilah Amal – I. Kitab Kisah-Kisah Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum – Bab Kedelapan “Semangat Menuntut Ilmu dan Mendalaminya” 8. Kisah Kehati-hatian Sayyidina Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu dalam Meriwayatkan Hadits (Maulana Muhammad Zakariyya Al-Khandahlawi Rah.a)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Belajar Ilmu Nahwu Shorof Tata Bahasa Arab Online

Nahwu, Balaghah, Mu'jam, Sharaf, Kamus, Terjemah dll. Blog Santri Fasih Mengaji Kitab Kuning. nahwusharaf.WordPress.com site

ponpes Al-Fithrah GP

Ibadah dalam hidmah - hidmah dalam ibadaH

Blog Abu Umamah™

Media Belajar Dan Berbagi Ilmu Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah

Abdurrohmandotcom

Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

Faisal Abiyasin's Blog

... belajar berbagi yang di ketahui ...

Ruang Aliyah

.::Ruang kosong yang haus untuk diisi::.

Bimbingan Islami | Ulama Ahlus sunnah Wal Jamaah Salafiy

Bimbingan, nasehat dan fatwa ulama ahlussunnah wal jama-ah sesuai dengan ajaran Islam menurut pemahaman as-salaf ash-shaleh

مفاهيم

Salim Abdul Qadir MD

Agama Ialah Nasihat

“Agama adalah nasihat”. Kami bertanya: “Bagi siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslim dan bagi kaum muslim secara umum.” (HR. Muslim)

antonsudarwo26ubd

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

%d bloggers like this: