BAB KEDELAPAN “SEMANGAT MENUNTUT ILMU DAN MENDALAMINYA”

Kalimah tauhid adalah dasar agama dan asas segala kesempurnaan. Tanpa tauhid seluruh amalan baik akan tertolak. Oleh karena itu, terutama pada masa permulaan Islam, para shahabat Radhiyallahu ‘anhum sangat bersungguh-sungguh dalam mendakwahkan kalimah tauhid dan sibuk berjihad melawan orang-orang kafir, sehingga mereka belum sempat mencurahkan perhatian khusus terhadap ilmu. Meskipun demikian, semangat, gairah, serta kesungguhan mereka telah menghasilkan inti-inti ilmu Al-Qur’an dan Hadits, yang masih terpelihara walaupun 1400 tahun telah berlalu. Hal itu merupakan bukti nyata.

Setelah zaman permulaan Islam berlalu, ada sedikit kelonggaran bagi mereka, dan jamaah-jamaah yang berdakwah semakin bertambah, maka turunlah ayat:

“Tidak seharusnya bagi orang-orang beriman itu pergi seluruhnya (keluar untuk berjuang).Hendaknya dari setiap golongan di antara mereka ada beberapa orang yang memperdalam pengetahuan agama mereka, sehingga dapat memberi pelajaran kepada kaumnya setelah mereka kembali pulang supaya mereka berhati-hati (dalam mengamalkan agama).” (Q.S. At-Taubah: 122, dari Kitab Bayanul Qur’an)

Sayyidina Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘anhuma mengatakan bahwa makna umum dari kedua ayat ini :

“Berangkatlah kamu dalam keadaan ringan atau berat dan berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Allah.” (Q.S. At-Taubah: 41) dan ayat:

“Jika kamu tidak berangkat berperang, niscaya Allah akan menyiksamu dengan siksa yang pedih.” (Q.S. At-Taubah: 39, dari Kitab Bayanul Qur’an)

Telah dimaksukh (dihapus) dengan ayat :

Allah Subhaanahu wata’ala mengaruniakan kepada para shahabat Radhiyallahu ‘anhum kemampuan dalam berbagai bidang agama. Untuk saat itu, hal semacam itu sangat diperlukan, sehingga mereka inilah yang menjaga bidang-bidang agama itu.

Pada zaman tabi’in, Islam telah tersebar luas dan menjadi sebuah jamaah yang besar dan merupakan kesatuan yang kokoh.Karena pada diri tabi’in tidak terdapat kemampuan yang menyeluruh seperti para shahabat, Allah Subhaanahu wata’ala telah membangkitkan orang-orang yang menekuni secara khusus masing-masing bidang agama. Maka lahirlah muhadditsin (ulama yang menyusun hadits-hadits dan menyebarkannya), fuqaha (para ahli fiqih), ahli-ahli sufi, ahli-ahli Al-Qur’an, dan para mujahidin. Singkatnya, di setiap bidang agama, telah muncul para ahli yang menjaganya secara khusus.

Hal itu sangat sesuai dan penting untuk masa itu.Jika tidak, tentu sulit sekali untuk dapat mencapai kemajuan dan kesempurnaan di setiap bidang agama, karena tidak mungkin bagi seseorang untuk mencapai kesempurnaan dalam segala hal. Allah Subhaanahu wata’ala hanya mengaruniakan kemampuan tersebut kepada para Nabi Alaihimus salam, khususnya kepada Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Oleh sebab itu, selain kisah para shahabat, dalam bab ini juga akan disebutkan kisah-kisah tokoh lain.

1. Para Shahabat Radhiyallahu ‘anhum yang Ahli Fatwa

Meskipun para shahabat Radhiyallahu ‘anhum sibuk berjihad demi menegakkan Kalimatullah, mereka senantiasa semangat dalam menuntut ilmu. Kemudian setiap mendapatkan ilmu, mereka segera menyebarkannya. Demikianlah kesibukan mereka setiap saat. Namun, di antara mereka ada jamaah khusus yang berfatwa ketika Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam masih hidup, di antaranya Sayyidina Abu Bakar, Sayyidina Umar, Sayyidina Utsman, Sayyidina Ali, Sayyidinda Abdurrahman bin Auf, Sayyidina Ubay bin Ka’ab, Sayyidina Abdullah bin Mas’ud, Sayyidina Mu’adz bin Jabal, Sayyidina ‘Ammar bin Yasir, Sayyidina Hudzaifah, Sayyidina Salman Al-Farisi, Sayyidina Zaid bin Tsabit, Sayyidina Abu Musa, dan Sayyidina Abu Darda’ Radhiyallahu ‘anhum. (dari Kitab Talqih)

Faidah

Mereka telah mencapai kedalaman ilmu sehingga mereka diizinkan berfatwa oleh Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam ketika beliau masih hidup.

Sumber: Kitab Fadhilah Amal – I. Kitab Kisah-Kisah Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum – Bab Kedelapan “Semangat Menuntut Ilmu dan Mendalaminya” 1. Para Shahabat Radhiyallahu ‘anhum yang Ahli Fatwa (Maulana Muhammad Zakariyya Al-Khandahlawi Rah.a)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Belajar Ilmu Nahwu Shorof Tata Bahasa Arab Online

Nahwu, Balaghah, Mu'jam, Sharaf, Kamus, Terjemah dll. Blog Santri Fasih Mengaji Kitab Kuning. nahwusharaf.WordPress.com site

ponpes Al-Fithrah GP

Ibadah dalam hidmah - hidmah dalam ibadaH

Blog Abu Umamah™

Media Belajar Dan Berbagi Ilmu Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah

Abdurrohmandotcom

Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

Faisal Abiyasin's Blog

... belajar berbagi yang di ketahui ...

Ruang Aliyah

.::Ruang kosong yang haus untuk diisi::.

Bimbingan Islami | Ulama Ahlus sunnah Wal Jamaah Salafiy

Bimbingan, nasehat dan fatwa ulama ahlussunnah wal jama-ah sesuai dengan ajaran Islam menurut pemahaman as-salaf ash-shaleh

مفاهيم

Salim Abdul Qadir MD

Agama Ialah Nasihat

“Agama adalah nasihat”. Kami bertanya: “Bagi siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslim dan bagi kaum muslim secara umum.” (HR. Muslim)

antonsudarwo26ubd

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

%d bloggers like this: