3. Kisah Sayyidina Mush’ab bin Umair Radhiyallahu ‘anhu Mengajarkan Agama

Kisah tentang Sayyidina Mush’ab bin Umair Radhiyallahu ‘anhu telah kita ketahui dalam Bab Ketujuh Kisah Ke-5 yang lalu. Ketika golongan pertama orang-orang Madinah memeluk Islam di Mina, Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mengirim Sayyidina Mush’ab bin Umair Radhiyallahu ‘anhu pergi bersama mereka untuk mengajarkan agama di Madinah. Ia selalu sibuk dengan taklim dan tabligh di Madinah. Ia mengajarkan Al-Qur’an dan masalah-masalah yang berhubungan dengan agama. Ia tinggal di tempat Sayyidina As’ad bin Zurarah Radhiyallahu ‘anhu. Sayyidina Mush’ab bin Umair Radhiyallahu ‘anhu dikenal dengan sebutan Muqri’ (pengajar agama atau ustadz).

Sa’ad bin Mu’adz dan Usaid bin Hudhair adalah termasuk pimpinan suku di Madinah. Mereka tidak menyukai kegiatan para shahabat Radhiyallahu ‘anhum tersebut. Sa’ad berkata kepada Usaid, “Temuilah As’ad dan katakanlah kepadanya bahwa kami mendengar kamu telah membawa orang asing yang membuat orang-orang lemah kami menjadi bodoh dan sesat.” Maka Usaid pun menjumpai Sayyidina As’ad Radhiyallahu ‘anhu dan menegurnya dengan keras. Sayyidina As’ad Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Dengarlah dulu apa yang ia ucapkan! Jika kamu menyukainya, terimalah. Jika setelah mendengarnya kamu tidak suka, maka tidak mengapa kamu melarangnya.” Usaid menjawab, “Ini adalah pendapat yang adil.”

Ia pun mendengarkan Sayyidina Mush’ab bin Umair Radhiyallahu ‘anhu menceritakan kebaikan Islam dan membacakan ayat-ayat Al-Qur’an. Usaid berkata, “Alangkah bagusnya kata-kata ini. Adakah yang lebih bagus darinya? Bagaimanakah caranya jika ada orang yang ingin masuk ke dalam agama kalian?” Mereka menjawab, “Hendaklah engkau mandi dan berpakaianlah dengan pakaian yang suci, lalu bacalah Kalimah Syahadat.” Usaid melaksanakan itu semua dan menjadi seorang muslim saat itu juga.

Kemudian Sayyidina Usaid Radhiyallahu ‘anhu pergi menjumpai Sa’ad dan mengajak pergi bersamanya untuk menemui Sayyidina Mush’ab bin Umair Radhiyallahu ‘anhu, sehingga terjadilah dialog seperti di atas. Akhirnya Sa’ad bin Mu’adz pun memeluk Islam. Begitu masuk Islam, ia pergi menjumpai kaumnya, Bani Asyhal, dan berkata, “Wahai kaumku, bagaimanakan pendapatmu tentang diriku?” Kaumnya menjawab, “Engkau adalah orang yang paling mulia dan paling utama di antara kami.” Sayyidina Sa’ad Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Jika demikian, haram bagiku berbicara, baik dengan laki-laki maupun perempuan di antara kalian, sebelum kalian memeluk Islam dan beriman kepada Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam!” Dengan ucapannya itu, seluruh Bani Asyhal, baik laki-laki maupun wanitanya memluk Islam, sehingga Sayyidina Mush’ab Radhiyallahu ‘anhu semakin sibuk mengajar mereka. (dari Kitab Talqih)

Faidah

Demikianlah kebiasaan para shahabat Radhiyallahu ‘anhum secara umum. Jika mereka telah memluk Islam, mereka langsung menjadi da’i. Apa pun perkara agama yang mereka dapatkan, mereka langsung menyebarkan dan menyampaikannya kepada orang lain. Bertabligh dan menyampaikan kebaikan kepada orang lain adalah kerja utama mereka, tanpa terhalang oleh bertani, berdagang, ataupun pekerjaan-pekerjaan lain.

Sumber: Kitab Fadhilah Amal – I. Kitab Kisah-Kisah Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum – Bab Kedelapan “Semangat Menuntut Ilmu dan Mendalaminya” 3. Kisah Sayyidina Mush’ab bin Umair Radhiyallahu ‘anhu Mengajarkan Agama (Maulana Muhammad Zakariyya Al-Khandahlawi Rah.a)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Belajar Ilmu Nahwu Shorof Tata Bahasa Arab Online

Nahwu, Balaghah, Mu'jam, Sharaf, Kamus, Terjemah dll. Blog Santri Fasih Mengaji Kitab Kuning. nahwusharaf.WordPress.com site

ponpes Al-Fithrah GP

Ibadah dalam hidmah - hidmah dalam ibadaH

Blog Abu Umamah™

Media Belajar Dan Berbagi Ilmu Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah

Abdurrohmandotcom

Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

Faisal Abiyasin's Blog

... belajar berbagi yang di ketahui ...

Ruang Aliyah

.::Ruang kosong yang haus untuk diisi::.

Bimbingan Islami | Ulama Ahlus sunnah Wal Jamaah Salafiy

Bimbingan, nasehat dan fatwa ulama ahlussunnah wal jama-ah sesuai dengan ajaran Islam menurut pemahaman as-salaf ash-shaleh

مفاهيم

Salim Abdul Qadir MD

Agama Ialah Nasihat

“Agama adalah nasihat”. Kami bertanya: “Bagi siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslim dan bagi kaum muslim secara umum.” (HR. Muslim)

antonsudarwo26ubd

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

%d bloggers like this: