6. Kisah Sayyidina Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu Menghapal Hadits

Sayyidina Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu adalah seorang shahabat yang sangat terkenal dan sangat terhormat. Ia begitu banyak meriwayatkan hadits sehingga tidak tertandingi oleh shahabat lain. Orang-orang merasa heran terhadap dirinya karena dalam waktu yang sangat singkat, kira-kira dalam empat tahun, ia mampu mengingat hadits-hadits Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam begitu banyak. Padahal ia masuk Islam pada tahun ketujuh Hijriyah dan Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam wafat pada tahun kesebelas Hijriryah.

Ketika orang-orang bertanya, “Wahai Abu Hurairah, bagaimana engkau dapat menghapal hadits begitu banyak?” Sayyidina Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu menceritakan sebabnya, “Orang-orang mengatakan bagaimana Abu Hurairah meriwayatkan banyak hadits. Pada umumnya, saudara-saudaraku Kaum Muhajirin adalah para pedagang, sehingga harus pulang pergi ke pasar. Sedangkan saudara-saudaraku Kaum Anshar adalah kaum petani, mereka selalu sibuk dalam urusan pertaniannya. Aku termasuk Ahlus Shuffah miskin yang selalu yang selalu duduk di majelis Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Aku makan jika datang makanan, dan aku menerima apa adanya. Aku berada di dekat Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam ketika orang lain tidak bersama beliau dan aku menghapal sesuatu dari beliau yang orang lain tidak bisa menghapalnya. Suatu ketika, aku mengadukan daya hapalku kepada Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau bersabda, ‘Hamparkan kain selimutmu!’ Aku pun menghamparkan kain selimutku. Kemudian Baginda Rasulullah Shallallau ‘alaihi wasallam memberi isyarat dengan kedua tangannya di atas selimut itu dan bersabda, ‘Tempelkanlah kain itu!’ Aku pun menempekannya ke dadaku. Sejak saat itu, aku tidak pernah lupa apapun yang telah aku hapal.” (H.R. Bukhari)

Faidah

Ahlus Shuffah adalah orang-orang yang tinggal di tempat sepeti zawiyah (ruang berdzikir) Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam. Mereka seolah-olah tamu Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam. Jika datang hadiah atau sedekah kepada Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, dari situlah kebanyakan nafkah mereka. Sayyidina Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu adalah salah seorang di antara mereka. Terkadang untuk beberapa lama, ia mengalami kelaparan. Ia kadang-kadang terlihat seperti terkena penyakit gila karena lapar, sebagaimana telah dikisahkan dalam Bab Ketiga Kisah ke-7. Meskipun demikian, ia tetap sibuk mengahapl hadits-hadits Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam. Sehingga karena kesungguhannya, sampai sekarang hadits dari riwayatnyalah yang paling banyak. Syaikh Ibnul Jauzi Rahmatullah ‘alaih menulis di dalam Kitab Talqih bahwa ada 5.374 hadits yang diriwayatkan oleh Sayyidina Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu.

Pernah Sayyidina Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan hadits tentang jenazah, bahwa Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barang siapa ikut shalat jenazah kemudian pulang, maka ia mendapat pahala satu qirath. Apabila ia mengikuti sampai penguburannya, maka ia mendapat pahala dua qirath. Satu qirath itu lebih besar daripada Gunung Uhud.” Sayyidina Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma agak ragu-ragu dengan hadits ini. Ia berkata, “Wahai Abu Hurairah, pikirkanlah dulu sebelum mengatakannya.” Mendengar perkataan itu, Sayyidina Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu marah, sehingga ia langsung mendatangi Sayyidatina ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha. Setibanya di sana, Sayyidina Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Dengan bersumpah, aku bertanya kepada engkau. Adakah engkau pernah mendengar hadits Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tentang qirath?” Sayyidatina ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha menjawab, “Ya, aku pernah mendengarnya.” Kemudian Sayyidina Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu berkata kepada Sayyidina Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma, “Pada zaman Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam aku tidak pernah menanam pohon di kebun dan tidak pernah berjualan di pasar. Aku selalu berada di majelis Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Apa yang diucapkan oleh Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, aku hapalkan, dan apa saja makanan yang datang, itulah yang aku makan.” Sayyidina Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Benar, engkau lebih sering bersama Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, dan engkau lebih mengetahui mengenai hadits daripada kami.” (dari Kitab Musnad Ahmad)

Walau Sayyidina Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu sangat sibuk, ia selalu membaca istighfar 12.000 kali setiap hari. Di tangannya selalu ada tali bersimpul sebanyak seribu simpul, dan ia tidak akan tidur pada malam hari sebelum membaca Subhaanallah sejumlah seribu simpul tersebut. (dari Kitab Tadzkiratul Huffah)

Sumber: Kitab Fadhilah Amal – I. Kitab Kisah-Kisah Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum – Bab Kedelapan “Semangat Menuntut Ilmu dan Mendalaminya” 6. Kisah Sayyidina Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu Menghapal Hadits (Maulana Muhammad Zakariyya Al-Khandahlawi Rah.a)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Belajar Ilmu Nahwu Shorof Tata Bahasa Arab Online

Nahwu, Balaghah, Mu'jam, Sharaf, Kamus, Terjemah dll. Blog Santri Fasih Mengaji Kitab Kuning. nahwusharaf.WordPress.com site

ponpes Al-Fithrah GP

Ibadah dalam hidmah - hidmah dalam ibadaH

Blog Abu Umamah™

Media Belajar Dan Berbagi Ilmu Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah

Abdurrohmandotcom

Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

Faisal Abiyasin's Blog

... belajar berbagi yang di ketahui ...

Ruang Aliyah

.::Ruang kosong yang haus untuk diisi::.

Bimbingan Islami | Ulama Ahlus sunnah Wal Jamaah Salafiy

Bimbingan, nasehat dan fatwa ulama ahlussunnah wal jama-ah sesuai dengan ajaran Islam menurut pemahaman as-salaf ash-shaleh

مفاهيم

Salim Abdul Qadir MD

Agama Ialah Nasihat

“Agama adalah nasihat”. Kami bertanya: “Bagi siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslim dan bagi kaum muslim secara umum.” (HR. Muslim)

antonsudarwo26ubd

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

%d bloggers like this: