2. Kisah Sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu Membakar Lembaran Hadits yang Ia Kumpulkan

Sayyidatina ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha berkata, “Ayahku, Sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu, memiliki lembaran-lembaran berisi lima ratus hadits yang telah dikumpulkannya. Suatu malam, aku melihatnya begitu gelisah dan berbaring membolak-balikkan badannya. Melihat hal itu, aku pun ikut gelisah, lalu aku bertanya, ‘Wahai Ayahku, apakah engkau sakit? Atau ada sesuatu yang engkau dengar kemudian membebani pikiranmu?’ Ia tidak menjawab sepatah kata pun dan terus dalam keadaan gelisah hingga pagi hari. Keesokkan harinya, ia berkata kepadaku, ‘Ambillah lembaran-lembaran hadits yang dulu aku titipkan kepadamu!’ Aku pun mengambilnya dan memberikan kepadanya. Setelah menerima lembaran-lembaran hadits itu, ia lalu membakarnya. Aku bertanya, ‘Mengapa Ayah membakarnya?’ Ia menjawab, ‘Jika aku meninggal, sementara lembaran-lembaran hadits ini masih ada padaku, padahal di dalamnya ada beberapa riwayat yang aku dengar dari orang lain (tidak langsung dari Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam) yang aku anggap bisa diterima keabsahannya, namun ternyata tidak demmikian, maka aku takut hal itu akan dinyatakan kepadaku pada Hari Kiamat.’” (dari Kitab Tadzkiratul Huffazh)

Faidah

Itulah kedalaman dan kecintaan Sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu terhadap ilmu. Ia mengumpulkan lima ratus hadits dalam lembaran catatannya, tetapi kemudian ia membakarnya. Hal itu menunjukkan kehati-hatiannya yang tinggi. Sifat kehati-hatian terhadap hadits seperti itu, juga dimiliki tokoh shahabat yang lain. Mereka sangat berhati-hati terhadap Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Oleh sebab itu, sebagian besar shahabat Radhiyallahu ‘anhum hanya meriwayatkan sedikit hadits.

Kita mestinya mengambil pelajaran dari kisah ini, terutama mereka yang sering duduk di mimbar, lalu tanpa takut menyampaikan hadits-hadits Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Padahal Sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu selalu bersama Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, baik ketika di rumah maupun dalam perjalanan. Dialah yang menemani Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam ketika hijrah. Para shahabat Radhiyallahu ‘anhum berkata, “Abu Bakar adalah yang tertinggi ilmunya di antara kami.” Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Setelah Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam wafat, ketika Sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu dibaiat menjadi khalifah, ia berpidato tentang keutamaan Kaum Anshar yang semuanya ia ambil dari ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits, bukan dari pikirannya sendiri.”

Kita dapat membayangkan betapa banyak ayat Al-Qur’an dan hadits yang diingat oleh Sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu. Namun, karena kehati-hatiannya, sangat sedikit hadits yang diriwayatkannya. Karena alasan itu pulalah, Imam Abu Hanifah Rahmatullah ‘alaih juga sangat sedikit meriwayatkan hadits.

 

Sumber: Kitab Fadhilah Amal – I. Kitab Kisah-Kisah Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum – Bab Kedelapan “Semangat Menuntut Ilmu dan Mendalaminya” 2. Kisah Sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu Membakar Lembaran Hadits yang Ia Kumpulkan (Maulana Muhammad Zakariyya Al-Khandahlawi Rah.a)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Belajar Ilmu Nahwu Shorof Tata Bahasa Arab Online

Nahwu, Balaghah, Mu'jam, Sharaf, Kamus, Terjemah dll. Blog Santri Fasih Mengaji Kitab Kuning. nahwusharaf.WordPress.com site

ponpes Al-Fithrah GP

Ibadah dalam hidmah - hidmah dalam ibadaH

Blog Abu Umamah™

Media Belajar Dan Berbagi Ilmu Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah

Abdurrohmandotcom

Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

Faisal Abiyasin's Blog

... belajar berbagi yang di ketahui ...

Ruang Aliyah

.::Ruang kosong yang haus untuk diisi::.

Bimbingan Islami | Ulama Ahlus sunnah Wal Jamaah Salafiy

Bimbingan, nasehat dan fatwa ulama ahlussunnah wal jama-ah sesuai dengan ajaran Islam menurut pemahaman as-salaf ash-shaleh

مفاهيم

Salim Abdul Qadir MD

Agama Ialah Nasihat

“Agama adalah nasihat”. Kami bertanya: “Bagi siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslim dan bagi kaum muslim secara umum.” (HR. Muslim)

antonsudarwo26ubd

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

%d bloggers like this: