5. Kisah Keingintahuan Sayyidina Hudzaifah Radhiyallahu ‘anhu terhadap Fitnah-Fitnah yang akan Terjadi

Sayyidina Hudzaifah Radhiyallahu ‘anhu adalah seorang shahabat yang terkenal. Ia dijuluki sebagai pemegang rahasia, karena Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam memberitahukan kepadanya daftar nama kaum munafik dan fitnah-fitnah yang akan terjadi. Suatu ketika Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam memberitahu Sayyidina Hudzaifah Radhiyallahu ‘anhu semua fitnah yang akan terjadi hingga Hari Kiamat secara berurutan dengan menyebutkan tiga ratus orang nama pemimpinnya. Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam telah memberitahu kronologi fitnah tersebut, termasuk nama pembuat fitnah, nama ibunya, ayahnya, dan kabilahnya secara jelas.

Sayyidina Hudzaifah Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Orang-orang biasanya bertanya kepada Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mengenai hal-hal yang baik, tetapi aku bertanya kepada beliau mengenai hal-hal yang buruk agar aku dapat menghindarinya. Pernah aku bertanya kepada Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, ‘Ya Rasulullah, setelah segala kebaikan yang ada disebabkan keberkahanmu ini, apakah nanti akan terjadi keburukan?’ Beliau menjawab, ‘Ya, keburukan akan datang.’ Aku bertanya lagi, ‘Kebaikan akan kembali lagi atau tidak setelah keburukan itu?’ Beliau menjawab, ‘Hai Hudzaifah, bacalah Kalamullah dan renungkanlah makna-maknanya, dan ikutilah hukum-hukumnya.’ Karena rasa ingin tahu yang amat sangat, aku bertanya lagi, ‘Ya Rasulullah, apakah setelah keburukan akan terjadi kebaikan lagi?’ Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ya, kebaikan akan kembali lagi, tetapi hati mereka tidak sebersih hati orang-orang sebelumnya.’ Aku bertanya lagi, ‘Ya Rasulullah, apakah setelah kebaikan itu akan kembali buruk lagi?’ Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ya, akan datang orang-orang yang menyesatkan manusia dan menarik mereka ke Jahannam.’ Aku bertanya, ‘Seandainya diriku berada pada zaman itu, apa yang harus aku lakukan?’ Beliau bersabda, ‘Jika engkau berada pada zaman itu, kemudian engkau menjumpai di dalam Umat Islam ada satu jamaah di bawah seorang pemimpin, maka sertailah mereka. Jika tidak ada, maka tinggalkanlah semua golongan yang saling berselisih, dan berdiamlah di tempat-tempat yang terpencil atau di bawah pohon. Tinggallah di sana hingga engkau mati!’”

Karena Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam telah memberitahukan nama orang-orang munafik kepada Sayyidina Hudzaifah Radhiyallahu ‘anhu, maka Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘anhu selalu bertanya kepadanya, “Adakah orang munafik di antara pejabat yang aku angkat?” Sayyidina Hudzaifah Radhiyallahu ‘anhu tidak pernah menjawabnya. Hanya sekali saja ia menjawab, “Ya, ada, satu orang. namun, aku tidak akan menyebutkan namanya.” Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘anhu lantas memecat pejabat tersebut. Kemungkinan besar Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘anhu mengenalinya dari firasatnya sendiri.

Jika ada orang yang meninggal dunia, Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘anhu akan bertanya, “Apakah Hudzaifah ikut menshalatkan jenazah?” Apabila Sayyidina Hudzaifah Radhiyallahu ‘anhu ikut, maka Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘anhu pun ikut menshalatkannya. Jika tidak, Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘anhu tidak menshalatkannya.

Ketika Sayyidina Hudzaifah Radhiyallahu ‘anhu hampir wafat, ia menangis dengan penuh kecemasan dan ketakutan. Orang-orang di sekitarnya bertanya, “Mengapa engkau menangis?” Sayyidina Hudzaifah Radhiyallahu ‘anhu menjawab, “Aku menangis bukan karena takut meninggalkan dunia ini, bahkan aku mencintai kematian. Yang aku tangisi adalah aku tidak mengetahui apakah aku pergi dengan murka Allah Subhaanahu wata’ala atau dengan ridha-Nya?” Lalu, ia berkata, “Inilah detik-detik terakhir kehidupanku. Ya Allah, Engkau tahu bahwa aku mencintai-Mu! Untuk itu, berilah keberkahan dalam pertemuan dengan-Mu ini.” (H.R. Abu Dawud, dari Kitab Usudul Ghabah)

Sumber: Kitab Fadhilah Amal – I. Kitab Kisah-Kisah Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum – Bab Kedelapan “Semangat Menuntut Ilmu dan Mendalaminya” 5. Kisah Keingintahuan Sayyidina Hudzaifah Radhiyallahu ‘anhu terhadap Fitnah-Fitnah yang akan Terjadi (Maulana Muhammad Zakariyya Al-Khandahlawi Rah.a)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Belajar Ilmu Nahwu Shorof Tata Bahasa Arab Online

Nahwu, Balaghah, Mu'jam, Sharaf, Kamus, Terjemah dll. Blog Santri Fasih Mengaji Kitab Kuning. nahwusharaf.WordPress.com site

ponpes Al-Fithrah GP

Ibadah dalam hidmah - hidmah dalam ibadaH

Blog Abu Umamah™

Media Belajar Dan Berbagi Ilmu Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah

Abdurrohmandotcom

Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

Faisal Abiyasin's Blog

... belajar berbagi yang di ketahui ...

Ruang Aliyah

.::Ruang kosong yang haus untuk diisi::.

Bimbingan Islami | Ulama Ahlus sunnah Wal Jamaah Salafiy

Bimbingan, nasehat dan fatwa ulama ahlussunnah wal jama-ah sesuai dengan ajaran Islam menurut pemahaman as-salaf ash-shaleh

مفاهيم

Salim Abdul Qadir MD

Agama Ialah Nasihat

“Agama adalah nasihat”. Kami bertanya: “Bagi siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslim dan bagi kaum muslim secara umum.” (HR. Muslim)

antonsudarwo26ubd

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

%d bloggers like this: