7. Kisah Syahidnya Sayyidina Wahb bin Qobus Radhiyallahu ‘anhu dalam Perang Uhud

Sayyidina Wahb bin Qabus Radhiyallahu ‘anhu adalah seorang shahabat yang telah masuk Islam sejak permulaan. Ia tinggal di sebuah kampung sebagai penggembala kambing. Suatu hari, ia dan keponakannya pergi ke Madinah sambil membawa kambing-kambingnya yang diikat dengan seutas tali. Setibanya di Madinah, ia bertanya kepada orang-orang, “Di manakah Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam?” lalu orang-orang memberitahu bahwa Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam telah pergi ke Medan Uhud. Maka ia langsung meninggalkan kambing-kambingnya di situ dan menyusul ke Uhud untuk berperang bersama Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Tidak lama kemudian, sekelompok orang kafir datang menyerang Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau bersabda, “Barangsiapa dapat mencerai-beraikan mereka, ia akan bersamaku di surga!” Sayyidina Wahb bin Qabus Radhiyallahu ‘anhu langsung menghunus pedangnya dan menyerang orang-orang kafir itu, sehingga mereka carai-berai dan melarikan diri. Lalu muncul lagi serangan musuh seperti sebelumnya, dan ia berhasil kembali mencerai-beraikannya. Kemudian terjadi lagi penyerangan yang ketiga kalinya, dan Sayyidina Wahb Radhiyallahu ‘anhu berhasil mencerai-beraikannya. Maka Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menjanjikannya dengan surga. Mendengar janji-janji itu, Sayyidina Wahb bin Qabus Radhiyallahu ‘anhu menghunus pedangnya dan dengan penuh semangat ia merangsek ke dalam kumpulan orang-orang kafir hingga gugur syahid.

Sayyidina Sa’ad bin Abi Waqqash Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Belum pernah aku melihat orang yang sangat berani dan hebat dalam bertempur seperti Wahb bin Qabus. Setelah syahid, aku melihat Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri di dekat kepalanya dan bersabda, ‘Allah meridhaimu dan aku juga meridhaimu.’ Setelah itu beliau memakamkan jenazahnya dengan tangan beliau sendiri. Padahal dalam peperangan itu Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri terluka.”

Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Aku tidak pernah demikian cemburu terhadap amal seseorang seperti cemburuku terhadap amal Wahb. Hatiku menginginkan aku sampai di sisi Allah Subhaanahu wata’ala dengan membawa catatan amal seperti amal Wahb.” (dari Kitab Al-Ishabah dan Quratul Uyun)

Faidah

Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘anhu merasa cemburu kepada Sayyidina Wahb bin Qabus Radhiyallahu ‘anhu karena prestasi khususnya, yaitu ia tidak mempedulikan nyawanya lagi. Padahal prestasi Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘anhu dan shahabat-shahabat yang lain, jauh lebih tinggi dari Sayyidina Wahb bin Qabus Radhiyallahu ‘anhu.

 

Sumber: Kitab Fadhilah Amal – I. Kitab Kisah-Kisah Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum – Bab Ketujuh “Keberanian, Kepahlawanan, dan Rindu Mati” 7. Kisah Syahidnya Sayyidina Wahb bin Qabus Radhiyallahu ‘anhu dalam Perang Uhud (Maulana Muhammad Zakariyya Al-Khandahlawi Rah.a)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Belajar Ilmu Nahwu Shorof Tata Bahasa Arab Online

Nahwu, Balaghah, Mu'jam, Sharaf, Kamus, Terjemah dll. Blog Santri Fasih Mengaji Kitab Kuning. nahwusharaf.WordPress.com site

ponpes Al-Fithrah GP

Ibadah dalam hidmah - hidmah dalam ibadaH

Blog Abu Umamah™

Media Belajar Dan Berbagi Ilmu Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah

Abdurrohmandotcom

Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

Faisal Abiyasin's Blog

... belajar berbagi yang di ketahui ...

Ruang Aliyah

.::Ruang kosong yang haus untuk diisi::.

Bimbingan Islami | Ulama Ahlus sunnah Wal Jamaah Salafiy

Bimbingan, nasehat dan fatwa ulama ahlussunnah wal jama-ah sesuai dengan ajaran Islam menurut pemahaman as-salaf ash-shaleh

مفاهيم

Salim Abdul Qadir MD

Agama Ialah Nasihat

“Agama adalah nasihat”. Kami bertanya: “Bagi siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslim dan bagi kaum muslim secara umum.” (HR. Muslim)

antonsudarwo26ubd

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

%d bloggers like this: