6. Kisah Sayyidina Sa’ad Radhiyallahu ‘anhu Mengirim Surat kepada Rustum dalam Perang Yarmuk

Dalam satu pasukan perang yang akan berangkat ke Irak, Khaifah Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘anhu berniat menyertai pasukan tersebut. Berkenaan dengan itu, masyarakat umum dan para tokoh akhirnya berkumpul dan bermusyawarah hingga beberapa hari, apakah Khalifah Umar Radhiyallahu ‘anhu ikut dalam pertempuran atau lebih baik tinggal di Madinah untuk mempersiapkan pemberangkatan pasukan. Masyarakat umum mengusulkan sebaiknya Khalifah Umar Radhiyallahu ‘anhu ikut berperang, sedangkan para tokoh berpendapat bahwa Khalifah Umar Radhiyallahu ‘anhu sebaiknya tinggal di Madinah. Dalam musyawarah tersebut ada yang mengusulkan nama Sayyidina Sa’ad bin Abi Waqqash Radhiyallahu ‘anhu yang memimpin pasukan tersebut, sehingga Khalifah Umar Radhiyallahu ‘anhu tidak ikut pergi ke medan perang.

Sayyidina Sa’ad bin Abi Waqqash Radhiyallahu ‘anhu adalah seorang pemberani dan salah seorang Singa Arab. Singkat cerita, Sayyidina Sa’ad bin Abi Waqqah Radhiyallahu ‘anhu akhirnya ditunjuk untuk memimpin Pasukan Muslimin. Ketika pasukan tiba di Yarmuk (Qadisiyah), Raja Kisra mengirim pasukan yang dipimpin Rustum, yang terkenal dengan kehebatannya, untuk menghadapi mereka. Rustum selalu berusaha dan berkali-kali meminta kepada raja untuk tetap mendampinginya. Sebenarnya, ia takut menghadapi Pasukan Muslimin. Namun, ia menyembunyikan rasa takutnya dan berkata kepada Raja Kisra, “Lebih baik aku tinggal di sini untuk mempersiapkan pasukan yang akan dikirim dan membantu Tuan dalam perundingan-perundingan nanti.” Tetapi raja yang bernama Yazdajird itu menolak usul Rustum. Akhirnya, Rustum terpaksa mengikuti peperangan. (dari Kitab Asyhar)

Ketika Sayyidina Sa’ad bin Abi Waqqash Radhiyallahu ‘anhu akan berangkat, Khalifah Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘anhu berwasiat kepadanya, “Wahai Sa’ad, janganlah engkau terperosok ke dalam tipuan, bahwa engkau disebut sebagai paman dan shahabat Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Allah Subhaanahu wata’ala tidak membersihkan keburukan dengan keburukan, tetapi pembersihan keburukan dengan kebaikan. Allah Subhaanahu wata’ala tidak memiliki hubungan apa pun dengan hamba-Nya. Di sisi-Nya, hanya penghambaan pada-Nya yang diterima-Nya. Di sisi Allah Subhaanahu wata’ala, orang berpangkat dan orang biasa, semuanya sama. Semuanya adalah hamba-Nya dan Allah Subhaanahu wata’ala adalah Rabb bagi semuanya. Karunia-Nya didapatkan melalui penghambaan kepada-Nya. Dalam segala perkara, hendaknya ditunaikan sesuai dengan contoh Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Itulah yang namanya amal. Ingatlah nasihat ini dengan baik. Engkau dikirim untuk suatu tugas yang sangat besar. Itu dapat engkau kerjakan, jika engkau hanya berpegang teguh kepada yang hak. Jadikanlah sifat baik sebagai kebiasaanmu dan kawan-kawanmu. Selalu takutlah kepada Allah Subhaanahu wata’ala. Takut kepada Allah Subhaanahu wata’ala itu terkumpul dalam dua hal, yaitu menaati Allah Subhaanahu wata’ala dan menghindari dosa. Ketaatan kepada Allah Subhaanahu wata’ala akan didapatkan oleh mereka yang membenci dunia dan mencintai akhirat.” (dari Kitab Asyhar)

Kemudian dengan wajah berseri, Sayyidina Sa’ad Radhiyallahu ‘anhu membawa pasukan yang keadaannya bisa tergambar dari surat yang ia kirimkan kepada Rustum:

“Sesungguhnya aku membawa satu pasukan yang mencintai mati segabaimana kalian (orang-orang ‘Ajam) mencintai khamer!” (dari Kitab Tafsir Aziz)

Faidah

Tanyakanlah kepada para pecandu khamer, bagaimanakah mereka menikmati kelezatannya? Jika ada orang-orang yang mencintai mati seperti mereka mencintai khamer, apakah kemenangan tidak datang di bawah kaki mereka?

 

Sumber: Kitab Fadhilah Amal – I. Kitab Kisah-Kisah Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum – Bab Ketujuh “Keberanian, Kepahlawanan, dan Rindu Mati” 6. Kisah Sayyidina Sa’ad Radhiyallahu ‘anhu Mengirim Surat kepada Rustum dalam Perang Yarmuk (Maulana Muhammad Zakariyya Al-Khandahlawi Rah.a)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Belajar Ilmu Nahwu Shorof Tata Bahasa Arab Online

Nahwu, Balaghah, Mu'jam, Sharaf, Kamus, Terjemah dll. Blog Santri Fasih Mengaji Kitab Kuning. nahwusharaf.WordPress.com site

ponpes Al-Fithrah GP

Ibadah dalam hidmah - hidmah dalam ibadaH

Blog Abu Umamah™

Media Belajar Dan Berbagi Ilmu Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah

Abdurrohmandotcom

Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

Faisal Abiyasin's Blog

... belajar berbagi yang di ketahui ...

Ruang Aliyah

.::Ruang kosong yang haus untuk diisi::.

Bimbingan Islami | Ulama Ahlus sunnah Wal Jamaah Salafiy

Bimbingan, nasehat dan fatwa ulama ahlussunnah wal jama-ah sesuai dengan ajaran Islam menurut pemahaman as-salaf ash-shaleh

مفاهيم

Salim Abdul Qadir MD

Agama Ialah Nasihat

“Agama adalah nasihat”. Kami bertanya: “Bagi siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslim dan bagi kaum muslim secara umum.” (HR. Muslim)

antonsudarwo26ubd

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

%d bloggers like this: