4. Kisah Sayyidina Amr bin Jamuh Radhiyallahu ‘anhu Mendambakan Syahid

Sayyidina Amr bin Jamuh Radhiyallahu ‘anhu adalah seorang shahabat yang pincang. Ia memiliki empat orang anak laki-laki. Mereka sering berkhidmat kepada Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dan selalu menyertai berbagai peperangan. Pada Perang Uhud, Sayyidina Amr bin Jamuh Radhiyallahu ‘anhu sangat bersemangat untuk menyertainya. Namun, orang-orang berkata, “Engkau udzur, karena kakimu pincang, engkau akan sulit berjalan.” Ia berkata, “Betapa buruk jika anak-anakku pergi ke surge tetapi aku tertinggal di sini.” Istrinya juga selalu mendorongnya dengan sindiran, “Aku lihat suamiku pulang karena melarikan diri dari perang.” Mendengar ucapan istrinya, Sayyidina Amr bin Jamuh Radhiyallahu ‘anhu mengambil senjata, kemudian menghadap ke arah kiblat dan berdoa:

“Ya Allah, jangan kembalikan aku kepada keluargaku!”

Kemudian Sayyidina Amr bin Jamuh Radhiyallahu ‘anhu menghadap Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, “Sesungguhnya aku sangat mendambakan mati syahid, tetapi kaumku selalu mencegahku untuk mengikuti peperangan. Ya Rasulullah, aku tidak dapat menahan keinginanku ini, maka izinkan aku untuk menyertai peperangan ini. Aku berharap dengan kakiku yang pincang ini dapat berjalan di surga.” Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Allah Subhaanahu wata’ala memberi keringanan kepadamu. Kamu tidak pergi pun tidak mengapa.” Namun, karena keinginan Sayyidina Amr bin Jamuh Radhiyallahu ‘anhu yang begitu kuat, akhirnya Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam mengizinkannya.

Sayyidina Abu Thalhah Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Aku melihat Amr dalam medan pertempuran berjalan dengan gagah berani dan ia berkata, ‘Demi Allah, aku sangat merindukan surga!’” Salah seorang anaknya berlari mengikuti di belakangnya. Keduanya bertempur mati-matian sehingga keduanya mati syahid.

Istrinya datang ke medan perang dengan seekor unta untuk membawa mayat suami dan anaknya untuk dimakamkan di Madinah. Saat hendak kembali ke Madinah, unta itu hanya duduk saja. Dengan susah payah ia membangunkan unta itu dengan memukulnya dan berusaha membawanya ke Madinah. Unta itu tetap diam memandang kea rah Uhud. Ketika istrinya mengadukan hal ini kepada Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda, “Unta ini telah diperintah demikian. Apakah ketika berangkat ke medan perang, Amr telah memanjatkan suatu doa?” Istrinya menjawab, “Ya, ia berdoa sambil menghadap kiblat, ‘Ya Allah, jangan kembalikan aku kepada keluargaku!’” Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Karena doa itulah, unta ini tidak mau pulang ke madinah.” (dari Kitab Qurratul Uyun)

Faidah

Inilah yang disebut kerinduan terhadap surga dan ketulusan cinta kepada Allah Subhaanahu wata’ala dan Rasul-Nya, yang menyebabkan para shahabat Radhiyallahu ‘anhum mencapai derajat yang sangat tinggi, sehingga sampai mati pun Sayyidina Amr bin Jamuh Radhiyallahu ‘anhu ingin tetap berada di medan peperangan. Karena itulah, walaupun usaha maksimal telah dilakukan agar unta kembali ke Madinah, unta itu hanya duduk saja atau kalau pun berjalan, hanya kearah Uhud.

 

Sumber: Kitab Fadhilah Amal – I. Kitab Kisah-Kisah Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum – Bab Ketujuh “Keberanian, Kepahlawanan, dan Rindu Mati” 4. Kisah Sayyidina Amr bin Jamuh Radhiyallahu ‘anhu Mendambakan Syahid (Maulana Muhammad Zakariyya Al-Khandahlawi Rah.a)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Belajar Ilmu Nahwu Shorof Tata Bahasa Arab Online

Nahwu, Balaghah, Mu'jam, Sharaf, Kamus, Terjemah dll. Blog Santri Fasih Mengaji Kitab Kuning. nahwusharaf.WordPress.com site

ponpes Al-Fithrah GP

Ibadah dalam hidmah - hidmah dalam ibadaH

Blog Abu Umamah™

Media Belajar Dan Berbagi Ilmu Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah

Abdurrohmandotcom

Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

Faisal Abiyasin's Blog

... belajar berbagi yang di ketahui ...

Ruang Aliyah

.::Ruang kosong yang haus untuk diisi::.

Bimbingan Islami | Ulama Ahlus sunnah Wal Jamaah Salafiy

Bimbingan, nasehat dan fatwa ulama ahlussunnah wal jama-ah sesuai dengan ajaran Islam menurut pemahaman as-salaf ash-shaleh

مفاهيم

Salim Abdul Qadir MD

Agama Ialah Nasihat

“Agama adalah nasihat”. Kami bertanya: “Bagi siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslim dan bagi kaum muslim secara umum.” (HR. Muslim)

antonsudarwo26ubd

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

%d bloggers like this: