2. Kisah Keberanian Sayyidina Ali Radhiyallahu ‘anhu dalam Perang Uhud

Dalam Perang Uhud Kaum Muslimin sedikit mengalami kekalahan. Sebab utama adalah karena ada satu perintah Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang tidak diamalkan, sebagimana telah dikisahkan dalam Bab Kesatu Kisah ke-2. Ketika itu Kaum Mislimin telah dikepung oleh Kaum Kafir dari empat penjuru, sehingga banyak Kaum Muslimin yang gugur syahid dan sebagian ada yang melarikan diri. Sedangkan Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam terkepung oleh musuh-musuh kafir. Lalu mereka mengumumkan bahwa Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam telah gugur. Berita ini membuat para shahabat Radhiyallahu ‘anhum panik. Oleh karena itu, banyak shahabat yang melarikan diri dan terpencar ke sana kemari.

Sayyidina Ali Radhiyallahu ‘anhu bercerita, “Ketika orang-orang kafir mengepung Kaum Muslimin, aku tidak melihat Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Aku segera mencari beliau di antara orang-orang yang masih hidup, tetapi aku tidak menemukannya. Lalu aku mencari di antara jenazah para syuhada’, di sana pun aku tidak menemukannya. Aku berkata dalam hati, ‘Tidak mungkin Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam lari dari pertempuran. Mungkin karena perbuatan kami, Allah Subhaanahu wata’ala marah kepada kami, sehingga Dia mengangkat kekasih-Nya ke langit. Sekarang tidak ada cara lain yang lebih baik kecuali menghunus pedang masuk ke dalam kepungan orang-orang kafir sehingga aku syahid.’

Aku terus bertempur, sehingga satu jalan terbuka di tengah kepungan itu. Saat itulah aku melihat Baginda Rasullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Bukan main gembira hatiku. Aku yakin Allah Subhaanahu wata’ala melindungi kekasih-Nya dengan para malaikat. Aku segera menjumpai beliau dan berdiri di sisinya. Tiba-tiba muncul sekelompok pasukan kaum kafir untuk menyerang Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau bersabda, ‘Wahai Ali, hadapilah mereka!’ Aku pun langsung menghadapi mereka seorang diri, sehingga sebagian mereka melarikan dan yang lainnya dapat kubunuh. Lalu datang pasukan kedua menyerang Baginda Rasulullah Shallallah ‘alaihi wasallam. Beliau memberi isyarat kepadaku agar menyerang mereka, maka kuhadapi mereka seorang diri.”

Setelah itu, Malaikat Jibril Alaihis salam datang memuji keberanian dan pembelaan Sayyidina Ali Radhiyallahu ‘anhu. Mengenai hal ini Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Sesungguhnya Ali adalah bagian dari aku dan aku adalah bagian dari Ali.”

Maksudnya adalah hubungan yang sangat dekat antara Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dan Sayyidina Ali Radhiyallahu ‘anhu. Malaikat Jibril Alaihis salam pun berkata:

“Aku adalah bagian dari kalian berdua.” (dari Kitab Qurratul Uyun)

Faidah

Lihatlah betapa beraninya Sayyidina Ali Radhiyallahu ‘anhu, ia seorang diri merangsek ke tengah sekelompok pasukan kaum kafir setelah tidak menemukan Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Dari satu sisi, terlihat bagaimana ketulusan cintanya terhadap Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Di sisi lain, ia mencontohkan bagaimana keberanian yang sempurna.

Sumber: Kitab Fadhilah Amal – I. Kitab Kisah-Kisah Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum – Bab Ketujuh “Keberanian, Kepahlawanan, dan Rindu Mati” 2. Kisah Keberanian Sayyidina Ali Radhiyallahu ‘anhu dalam Perang Uhud (Maulana Muhammad Zakariyya Al-Khandahlawi Rah.a)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Belajar Ilmu Nahwu Shorof Tata Bahasa Arab Online

Nahwu, Balaghah, Mu'jam, Sharaf, Kamus, Terjemah dll. Blog Santri Fasih Mengaji Kitab Kuning. nahwusharaf.WordPress.com site

ponpes Al-Fithrah GP

Ibadah dalam hidmah - hidmah dalam ibadaH

Blog Abu Umamah™

Media Belajar Dan Berbagi Ilmu Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah

Abdurrohmandotcom

Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

Faisal Abiyasin's Blog

... belajar berbagi yang di ketahui ...

Ruang Aliyah

.::Ruang kosong yang haus untuk diisi::.

Bimbingan Islami | Ulama Ahlus sunnah Wal Jamaah Salafiy

Bimbingan, nasehat dan fatwa ulama ahlussunnah wal jama-ah sesuai dengan ajaran Islam menurut pemahaman as-salaf ash-shaleh

مفاهيم

Salim Abdul Qadir MD

Agama Ialah Nasihat

“Agama adalah nasihat”. Kami bertanya: “Bagi siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslim dan bagi kaum muslim secara umum.” (HR. Muslim)

antonsudarwo26ubd

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

%d bloggers like this: