9. Kisah Sayyidina Abu Thalhah Radhiyallahu ‘anhu Mengiinfakkan Kebunnya

Sayyidina Anas Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Abu Thalhah adalah seorang Anshar yang memiliki kebun terbanyak dan terluas di Madinah Munawwarah. Salah satu kebunnya bernama Birha’. Kebun inilah yang paling disukai olehnya. Letaknya berdekatan dengan Masjid Nabawi dan airnya sangat segar serta mengalir deras. Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam sering duduk di kebun ini dan meminum airnya. Ketika ayat berikut ini turun:

‘Kamu sekali-kali tidak akan sampai kepada kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai.’ (Q.S. Ali ‘Imran: 92)

Maka Sayyidina Abu Thalhah Radhiyallahu ‘anhu segera menjumpai Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Ya Rasulullah, aku sangat mencintai kebunku, Birha’. Allah Subhaanahu wata’ala memerintahkan untuk mengorbankan harta yang paling kita cintai. Untuk itu, aku ingin menginfakkan kebun yang sangat aku cintai ini fi sabilillah. Maka gunakanlah untuk yang terbaik menurut Tuan.’ Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menampakkan rasa gembira yang luar biasa. Beliau bersabda, ‘Betapa menguntungkannya hartamu. Menurutku, bagikanlah harta ini kepada kaum kerabatmu!’ Kemudian Sayyidina Abu Thalhah Radhiyallahu ‘anhu membagikan hartanya itu kepada sanak saudaranya.” (dari Kitab Durrul Mantsur)

Faidah

Pernahkah ketika kita mendengar suatu nasihat atau membaca suatu ayat tentang infak, lalu tanpa ragu-ragu kita menginfakkan harta yang paling kita cintai? Kalaupun terlintas di dalam pikiran kita untuk mewakafkan atau menginfakkan sesuatu, maka itu pun setelah kita tidak ada harapan untuk hidup atau dengan niat agar ahli waris tidak mendapat bagian, karena kita marah kepada mereka. Tahun demi tahun kita memikirkan, adakah satu cara agar pada masa hidup kita harta itu hanya untuk kita. Sedangkan apa yang terjadi setelah itu terjadilah, tidak perlu dipikirkan. Sangat berbeda jika ada suatu keperluan yang berhubungan dengan nama baik atau untuk mengadakan acara pernikahan, maka berhutang dengan riba pun tidak akan dihindari.

 

Sumber: Kitab Fadhilah Amal – I. Kitab Kisah-Kisah Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum – Bab Keenam “Iitisar, Kasih Sayang, dan Membelanjakan Harta di Jalan Allah Subhaanahu wata’ala” 9. Kisah Abu Thalhah Radhiyallahu ‘anhu Menginfakkan Kebunnya (Maulana Muhammad Zakariyya Al-Khandahlawi Rah.a)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Belajar Ilmu Nahwu Shorof Tata Bahasa Arab Online

Nahwu, Balaghah, Mu'jam, Sharaf, Kamus, Terjemah dll. Blog Santri Fasih Mengaji Kitab Kuning. nahwusharaf.WordPress.com site

ponpes Al-Fithrah GP

Ibadah dalam hidmah - hidmah dalam ibadaH

Blog Abu Umamah™

Media Belajar Dan Berbagi Ilmu Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah

Abdurrohmandotcom

Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

Faisal Abiyasin's Blog

... belajar berbagi yang di ketahui ...

Ruang Aliyah

.::Ruang kosong yang haus untuk diisi::.

Bimbingan Islami | Ulama Ahlus sunnah Wal Jamaah Salafiy

Bimbingan, nasehat dan fatwa ulama ahlussunnah wal jama-ah sesuai dengan ajaran Islam menurut pemahaman as-salaf ash-shaleh

مفاهيم

Salim Abdul Qadir MD

Agama Ialah Nasihat

“Agama adalah nasihat”. Kami bertanya: “Bagi siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslim dan bagi kaum muslim secara umum.” (HR. Muslim)

antonsudarwo26ubd

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

%d bloggers like this: