3. Kisah Seorang Shahabat Radhiyallahu ‘anhu Membayar Zakat Unta

Sayyidina Ubay bin Kaab Radhiyallahu ‘anhu bercerita, “Suatu ketika, Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menyuruhku memungut zakat mal. Aku menjumpai seseorang dan setelah menghitung hartanya, ternyata ia wajib membayar zakat berupa seekor anak unta berumur satu tahun. Aku pun memberitahu apa yang harus ia bayarkan.” Ia berkata, “Apa gunanya seekor anak unta berusia satu tahun? Ia belum mengeluarkan susu dan belum bisa ditunggangi.” Lalu, ia membawa seekor unta betina dewasa dan berkata, “Ambillah unta ini!” Aku berkata, “Aku tidak dapat mengambilnya, karena aku tidak diperintah untuk mengambil harta yang melebihi kadarnya. Namun, jika engkau bersikeras ingin memberikannya, kebetulan hari ini Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam mengunjungi suatu daerah di dekat tempat ini. Sampaikanlah tawaranmu ini kepada beliau. Jika beliau tidak keberatan, aku tidak menolaknya. Sebaliknya, jika beliau keberatan, aku akan menolaknya.”

Kemudian orang itu membawa unta betinanya kepada Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersamaku. Setibanya di hadapan Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, ia berkata, “Ya Rasulullah, utusanmu telah datang menemuiku untuk memungut zakat dariku. Demi Allah, sebelumnya aku belum pernah memperoleh kesempatan yang sangat berbahagia ini, yaitu menunaikan zakat kepada Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam atau wakilnya. Oleh sebab itu, aku menunjukkan kepada wakilmu semua milikku. Setelah dihitung olehnya, ia memutuskan bahwa aku wajib berzakat seekor anak unta berumur satu tahun. Ya Rasulullah, anak unta seumur itu belum dapat mengeluarkan susu atau dijadikan tunggangan. Aku ingin menggantinya dengan seekor unta betina dewasa, tetapi ia tidak mau menerimanya. Untuk itulah aku menemui engkau dengan membawa unta betina ini.”

Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Benar, hanya itulah kewajiban zakatmu sebagaimana yang dikatakannya. Jika kamu mau memberi lebih dari kewajibanmu, itu pun akan diterima. Semoga Allah Subhaanahu wata’ala membalas kebaikanmu.” Kemudian orang itu menyerahkan unta betinanya dan Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menerimanya serta berdoa keberkahan untuknya.

Faidah

Demikianlah contoh seorang shahabat Radhiyallahu ‘anhu yang menunaikan zakat hartanya. Sekarang banyak yang mengaku sebagai pengikut dan pecinta Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, namun jangankan menambah nilai zakat wajib, menunaikannya dengan kadar yang betul pun masih sangan sulit. Menunaikan kadar yang wajib dianggap sebagai kerugian. Sebagian besar orang kaya tidak pernah membicarakan hal ini sama sekali. Sedangkan kalangan menengah yang merasa beragama, memberikan hartanya hanya kepada sanak saudara serta kaum kerabat, atau diberikan kepada orang lain tetapi dengan terpaksa, kemudian itulah yang diniatkan sebagai zakat.

 

Sumber: Kitab Fadhilah Amal – I. Kitab Kisah-Kisah Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum – Bab Keenam “Iitisar, Kasih Sayang, dan Membelanjakan Harta di Jalan Allah Subhaanahu wata’ala” 3. Kisah Seorang Shahabat Radhiyallahu ‘anhu Membayar Zakat Unta (Maulana Muhammad Zakariyya Al-Khandahlawi Rah.a)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Belajar Ilmu Nahwu Shorof Tata Bahasa Arab Online

Nahwu, Balaghah, Mu'jam, Sharaf, Kamus, Terjemah dll. Blog Santri Fasih Mengaji Kitab Kuning. nahwusharaf.WordPress.com site

ponpes Al-Fithrah GP

Ibadah dalam hidmah - hidmah dalam ibadaH

Blog Abu Umamah™

Media Belajar Dan Berbagi Ilmu Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah

Abdurrohmandotcom

Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

Faisal Abiyasin's Blog

... belajar berbagi yang di ketahui ...

Ruang Aliyah

.::Ruang kosong yang haus untuk diisi::.

Bimbingan Islami | Ulama Ahlus sunnah Wal Jamaah Salafiy

Bimbingan, nasehat dan fatwa ulama ahlussunnah wal jama-ah sesuai dengan ajaran Islam menurut pemahaman as-salaf ash-shaleh

مفاهيم

Salim Abdul Qadir MD

Agama Ialah Nasihat

“Agama adalah nasihat”. Kami bertanya: “Bagi siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslim dan bagi kaum muslim secara umum.” (HR. Muslim)

antonsudarwo26ubd

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

%d bloggers like this: