10. Kisah Permohonan Seorang Shahabat untuk Bersama Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam di Surga

Sayyidina Rabi’ah Radhiyallahu ‘anhu bercerita, “Aku selalu berkhidmat kepada Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pada malam hari. Akulah yang menyediakan air wudhu, siwak, tempat shalat, dan keperluan lainnya. Suatu ketika, karena puas dengan pelayananku, beliau bertanya, ‘Katakanlah, apakah yang kamu minta?’ Aku menjawab, ‘Ya Rasulullah, aku hanya menginginkan satu perkara, yaitu bersamamu di surga.’ Beliau bertanya lagi, ‘Apakah ada permintaan yang lain?’ Aku menjawab, ‘Tidak ada! Hanya itulah yang aku inginkan.’ Beliau bersabda, ‘Baiklah, kamu harus membantuku dengan banyak bersujud kepada Allah.’” (H.R. Abu Dawud)

Faidah

Kisah di atas mengandung pelajaran bahwa kita tidak boleh hanya mengandalkan doa untuk mendapatkan keinginan kita. Doa harus diiringi dengan usaha dan amalan. Sedangkan amalan yang terpenting adalah shalat. Lebih banyak kita shalat, maka akan lebih banyak bersujud kepada Allah Subhaanahu wata’ala (lebih banyak bersujud kepada Allah Subhaanahu wata’ala lebih banyak peluang untuk diterimanya doa).

Seseorang yang hanya berkata, “Aku telah minta doa dari ulama fulan, ulama fulan,” dan tidak berusaha sama sekali, ini suatu kesalahan besar. Allah Subhaanahu wata’ala menghubungkan dunia ini dengan asba. Meskipun Allah Subhaanahu wata’ala berkuasa dengan tanpa asbab dan terkadang untuk menunjukkan qudrat-Nya, Dia berbuat demikian. Namun, pada umumnya, urusan keduniaan dihubungkan dengan asbab. Sungguh mengherankan untuk urusan keduniaan, kita tidak pernah bergantung hanya pada takdir dan doa. Tetapi seribu satu macam usaha kita lakukan. Sedangkan untuk urusan agama, kita hanya bergantung pada takdir dan doa. Tidak diragukan lagi bahwa doa para wali Allah memang penting, namun Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Bantulah aku dengan memperbanyak sujud.”

 

Sumber: Kitab Fadhilah Amal – I. Kitab Kisah-Kisah Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum – Bab Kelima “Kegairahan dan Kecintaan Terhadap Shalat yang Khusyu’ dan Khudhu’” 10. Kisah Permohonan Seorang Shahabat untuk Bersama Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam di Surga (Maulana Muhammad Zakariyya Al-Khandahlawi Rah.a)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Belajar Ilmu Nahwu Shorof Tata Bahasa Arab Online

Nahwu, Balaghah, Mu'jam, Sharaf, Kamus, Terjemah dll. Blog Santri Fasih Mengaji Kitab Kuning. nahwusharaf.WordPress.com site

ponpes Al-Fithrah GP

Ibadah dalam hidmah - hidmah dalam ibadaH

Blog Abu Umamah™

Media Belajar Dan Berbagi Ilmu Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah

Abdurrohmandotcom

Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

Faisal Abiyasin's Blog

... belajar berbagi yang di ketahui ...

Ruang Aliyah

.::Ruang kosong yang haus untuk diisi::.

Bimbingan Islami | Ulama Ahlus sunnah Wal Jamaah Salafiy

Bimbingan, nasehat dan fatwa ulama ahlussunnah wal jama-ah sesuai dengan ajaran Islam menurut pemahaman as-salaf ash-shaleh

مفاهيم

Salim Abdul Qadir MD

Agama Ialah Nasihat

“Agama adalah nasihat”. Kami bertanya: “Bagi siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslim dan bagi kaum muslim secara umum.” (HR. Muslim)

antonsudarwo26ubd

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

%d bloggers like this: