6. Kisah Sayyidina Abu Thalhah Radhiyallahu ‘anhu Menginfakkan Kebunnya karena Mengganggu Kekhusyu’annya dalam Shalat

Suatu ketika, Sayyidina Abu Thalhah Radhiyallahu ‘anhu sedang shalat di kebunnya. Tiba-tiba seekor burung terbang di antara pepohonan. Oleh karena kebun tersebut sangat lebat, burung itu tidak dapat menemukan jalan untuk keluar, sehingga burung tersebut terbang kesana-kemari. Melihat pemandangan ini, perhatian Sayyidina Abu Thalhah Radhiyallahu ‘anhu terarah pada tingkah laku burung itu, sehingga ia lupa jumlah rakaat yang telah dikerjakannya. Ia merasa sangat sedih. Ia sadar bahwa kebunnya telah mendatangkan musibah, yaitu membuatnya lupa dalam shalat. Setelah shalat, ia langsung menjumpai Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dan menyampaikan semua kejadian itu. Ia berkata, “Ya Rasulullah, kebunku telah mendatangkan musibah ini. Oleh sebab itu, aku infakkan kebun ini fi sabilillah. Gunakanlah yang terbaik menurut engkau!”

Peristiwa seperti ini, juga pernah terjadi pada masa Khalifah Utsman Radhiyallahu ‘anhu. Seorang Anshar sedang melaksanakan shalat di kebunnya. Ketika itu buah kurma sedang masak. Oleh karena berat dan lebatnya buah kurma, membuat tangkainya merunduk. Merunduknya tangkai-tangkai kurma tersebut menunjukkan hasilnya sangat bagus. Pandangan shahabat Anshar tertuju kepada tangkai kurma tersebut. Perhatiannya terhadap kurma itu menyebabkan ia lupa jumlah rakaat yang telah dikerjakannya. Menyadari hal ini, hatinya merasa sangat sedih dan kecewa sehingga ia memutuskan untuk menginfakkan kebunnya yang menyebabkan musibah itu. Ia pun segera menemui Khalifah Utsman Radhiyallahu ‘anhu dan berkata, “Ya Amirul Mukminin, aku infakkan kebun ini fi sabilillah. Gunakanlah yang terbaik menurut engkau.” Kebun itu akhirnya dijual seharga 50.000 dirham, dan hasilnya digunakan untuk kepentingan agama. (dari Kitab Muwaththa’, Imam Malik)

Faidah

Demikianlah kegairahan iman para shahabat Radhiyallahu ‘anhum. Meraka langsung menginfakkan kebun seharga 50.000 dirham di jalan Allah, hanya karena kebun tersebut menganggu kekhusyu’annya dalam shalat. Syaikh Waliyullah Rahmatullah ‘alaih menulis dalam Kitab Qaulul Jamil tentang tingkat hubungan dengan Allah Subhaanahu wata’ala dalam tasawwuf, “Tidak ada usaha yang harus didahulukan melebihi usaha untuk tunduk dengan konsentrasi penuh kepada Allah Subhaanahu wata’ala dan tidak ada semangat yang harus diutamakan melebihi semangat untuk itu.” Itulah gambaran hubungan para shahabat Radhiyallahu ‘anhum dengan Allah Subhaanahu wata’ala, ketika menghadap Allah Subhaanahu wata’ala mereka tidak mau diganggu oleh apa saja.

 

Sumber: Kitab Fadhilah Amal – I. Kitab Kisah-Kisah Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum – Bab Kelima “Kegairahan dan Kecintaan Terhadap Shalat yang Khusyu’ dan Khudhu’” 6. Kisah Sayyidina Abu Thalhah Radhiyallahu ‘anhu Menginfakkan Kebunnya karena Mengganggu Kekhusyu’annya dalam Shalat (Maulana Muhammad Zakariyya Al-Khandahlawi Rah.a)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Belajar Ilmu Nahwu Shorof Tata Bahasa Arab Online

Nahwu, Balaghah, Mu'jam, Sharaf, Kamus, Terjemah dll. Blog Santri Fasih Mengaji Kitab Kuning. nahwusharaf.WordPress.com site

ponpes Al-Fithrah GP

Ibadah dalam hidmah - hidmah dalam ibadaH

Blog Abu Umamah™

Media Belajar Dan Berbagi Ilmu Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah

Abdurrohmandotcom

Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

Faisal Abiyasin's Blog

... belajar berbagi yang di ketahui ...

Ruang Aliyah

.::Ruang kosong yang haus untuk diisi::.

Bimbingan Islami | Ulama Ahlus sunnah Wal Jamaah Salafiy

Bimbingan, nasehat dan fatwa ulama ahlussunnah wal jama-ah sesuai dengan ajaran Islam menurut pemahaman as-salaf ash-shaleh

مفاهيم

Salim Abdul Qadir MD

Agama Ialah Nasihat

“Agama adalah nasihat”. Kami bertanya: “Bagi siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslim dan bagi kaum muslim secara umum.” (HR. Muslim)

antonsudarwo26ubd

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

%d bloggers like this: