5. Kisah Shalat Shahabat Anshar yang Terkena Panah ketika Bertugas Jaga Malam Bersama Seorang Shahabat Muhajir

Ketika Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam perjalanan pulang dari suatu peperangan, beliau waktu malam singgah di suatu tempat dan bersabda, “Siapakah yang siap menjadi petugas jaga pada malam ini?” Sayyidina ‘Ammar bin Yasir Radhiyallahu ‘anhuma dari kalangan Muhajirin dan Sayyidina Abbad bin Bisyr Radhiyallahu ‘anhu dari kalangan Anshar berkata, “Kami berdua siap bertugas jaga mala mini.” Kemudian Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam menyuruh mereka agar bertugas jaga di sebuah bukit yang kemungkinan musuh bisa datang dari arah tersebut. Keduanya pergi ke bukit tersebut. Setibanya di sana, shahabat Anshar berkata kepada saudaranya dari kaum Muhajirin, “Mari kita bagi mala mini menjadi dua bagian. Bagian yang pertama, aku yang bertugas jaga dan engkau beristirahat. Bagian yang kedua, engkau yang bertugas jaga dan aku yang beristirahat, sehingga malam ini kita dapat berjaga secara bergantian. Jika terasa ada bahaya, maka yang bertugas jaga hendaknya membangunkan kawannya. Jika kita berdua berjaga bersama-sama, bisa-bisa kita mengantuk dan tertidur.”

Kemudian shahabat Anshar mendapat bagian tugas jaga yang pertama, dan shahabat Muhajirin tidur. Sambil bertugas, Sayyidina Abbad Radhiyallahu ‘anhu mendirikan shalat. Ternyata ada seorang musuh yang mengintainya. Dari jarak jauh, musuh itu membidikkan anak panahnya ke arah Sayyidina Abbad Radhiyallahu ‘anhu. Tetapi, Sayyidina Abbad Radhiyallahu ‘anhu tetap tegak, tidak goyah sedikit pun. Musuh pun melepaskan lagi anak panahnya. Hingga akhirnya musuh melepaskan anak panahnya yang ketiga. Setiap anak panah menancap di badan Sayyidina Abbad Radhiyallahu ‘anhu, ia langsung mencabut dan melemparkannya dengan tangannya, lalu ia ruku’ dan sujud dengan tenang. Selesai shalat, Sayyidina Abbad Radhiyallahu ‘anhu baru membangunkan kawannya. Ketika musuh melihat ternyata ada dua orang, ia segera melarikan diri. Ia tidak tahu, berapa banyak lagi tentara Islam di situ.

Ketika bangun, Sayyidina ‘Ammar Radhiyallahu ‘anhu melihat darah mengalir dari bekas tiga anak panah pada tubuh Sayyidina Abbad Radhiyallahu ‘anhu. Sayyidina ‘Ammar Radhiyallahu ‘anhu berkata kepada Sayyidina Abbad Radhiyallahu ‘anhu, “Subhaanallah! Mengapa engkau tidak membangunkanku dari tadi?” Sayyidina Abbad Radhiyallahu ‘anhu menjawab, “Ketika aku shalat tadi, aku mulai membaca Surat Al-Kahfi, dan hatiku dan hatiku enggan untuk ruku’ sebelum menyelesaikan surat ini. Namun, aku merasa khawatir, aku bisa mati jika dipanah terus-menerus sehingga tugas dari Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tidak tertunaikan. Jika aku tidak mencemaskan hal itu, akan kuselesaikan bacaan surat itu sebelum ruku’, walaupun aku harus mati.” (H.R. Baihaqi dan Abu Dawud)

Faidah

Demikianlah shalat para shahabat Radhiyallahu ‘anhum dan betapa gairahnya mereka shalat. Meskipun panah demi panah menancap di tubuh dan darah mengalir dari lukanya, tidak mengubah keasyikan shalatnya sedikit pun. Sedangkan shalat kita, hanya karena seekor nyamuk, shalat kita menjadi kacau. Apalagi jika lebah yang datang.

Ada perbedaan pendapat fiqhiyah mengenai darah yang mengalir dalam shalat. Imam Abu Hanifah Rahmatullah ‘alaih berpendapat dapat membatalkan wudhu, sedangkan menurut Madzhab Imam Syafi’I tidak membatalkan. Barangkali seperti itulah pendapat dua shahabat Radhiyallahu ‘anhuma tadi, atau hal itu belum dibahas karena Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam tidak ada di tempat kejadian, atau karena belum ada hokum terhadap hal tersebut.

Sumber: Kitab Fadhilah Amal – I. Kitab Kisah-Kisah Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum – Bab Kelima “Kegairahan dan Kecintaan Terhadap Shalat yang Khusyu’ dan Khudhu’” 5. Kisah Shalat Shahabat Anshar yang Terkena Panah ketika Bertugas Jaga Malam Bersama Seorang Shabat Muhajir (Maulana Muhammad Zakariyya Al-Khandahlawi Rah.a)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Belajar Ilmu Nahwu Shorof Tata Bahasa Arab Online

Nahwu, Balaghah, Mu'jam, Sharaf, Kamus, Terjemah dll. Blog Santri Fasih Mengaji Kitab Kuning. nahwusharaf.WordPress.com site

ponpes Al-Fithrah GP

Ibadah dalam hidmah - hidmah dalam ibadaH

Blog Abu Umamah™

Media Belajar Dan Berbagi Ilmu Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah

Abdurrohmandotcom

Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

Faisal Abiyasin's Blog

... belajar berbagi yang di ketahui ...

Ruang Aliyah

.::Ruang kosong yang haus untuk diisi::.

Bimbingan Islami | Ulama Ahlus sunnah Wal Jamaah Salafiy

Bimbingan, nasehat dan fatwa ulama ahlussunnah wal jama-ah sesuai dengan ajaran Islam menurut pemahaman as-salaf ash-shaleh

مفاهيم

Salim Abdul Qadir MD

Agama Ialah Nasihat

“Agama adalah nasihat”. Kami bertanya: “Bagi siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslim dan bagi kaum muslim secara umum.” (HR. Muslim)

antonsudarwo26ubd

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

%d bloggers like this: