4. Kisah Keadaan Shalat Sayyidina Abu Bakar, Sayyidina Abdullah bin Zubair, Sayyidina Ali Radhiyallahu ‘anhum, dan Shahabat-Shahabat yang Lain

Syaikh Mujahid Rahmatullah ‘alaih menceritakan tentang shalat Sayyidina Abu Bakar dan Sayyidina Abdullah bin Zubair Radhiyallahu ‘anhum, “Jika mereka telah berdiri tegak untuk shalat, mereka laksana kayu yang terpaku ke bumi.” Mereka tidak bergerak sedikit pun selain gerakan shalat. (dari Kitab Tarikhul Khulafa’)

Para ulama telah menulis bahwa Sayyidina Ibnu Zubair Radhiyallahu ‘anhuma mempelajari shalat dari Sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu, dan Sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu mempelajarinya langsung dari Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam. Shalat sebagaimana yang dilakukan oleh Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam telah diikuti oleh Sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu, dan shalat Sayyidina Abu Bakar Radyallahu ‘anhu diikuti oleh Sayyidina Ibnu Zubair Radhiyallahu ‘anhuma. Syaikh Tsabit Rahmatullah ‘alaih berkata, “Jika Sayyidina Abdullah bin Zubair Radhiyallahu ‘anhuma berdiri shalat, ia laksana kayu yang ditancapkan ke bumi.” Seseorang berkata, “Demikian lama Sayyidina Ibnu Zubair Radhiyallahu ‘anhuma sujud tanpa gerak sedikit pun, sehingga burung-burung hinggap tenang di atas punggungnya. Ia pernah ruku’ semalam suntuk hingga shubuh. Kadangkala ia menghabiskan malamnya hanya dengan sujud.”

Pernah ketika terjadi pertempuran, Sayyidina Ibnu Zubair Radhiyallahu ‘anhuma sedang shalat di dalam masjid. Tiba-tiba dinding masjid terkena peluru batur yang menyebabkan sebagian bongkahan dindingnya melayang di antara janggut dan lehernya. Namun, ia tidak goyah dan tidak memendekkan ruku’ serta sujudnya. Pada saat lain, ketika ia sedang shalat, anaknya yang bernama Hasyim tidur di sisinya. Tiba-tiba seekor ular terjatuh dari atap dan membelit anaknya. Anak itu menjerit, sehingga seisi rumah panic dan berlarian mendatanginya. Akhirnya, mereka berhasil membunuh ular itu, tetapi Sayyidina Ibnu Zubair Radhiyallahu ‘anhuma tetap tenang dalam shalatnya. Setelah salami a bertanya, ”Tampaknya ada keributan, apakah yang telah terjadi?” Istrinya menjawab, “Semoga Allah Subhaanahu wata’ala merahmatimu. Anak ini hampir mati, tetapi engkau tidak mengetahuinya.” Ia menyahut, “Celakalah kamu! Jika aku memperhatikan hal lain dalam shalatku, maka bagaimanakah shalatku.” (dari Kitab Hidayah dan lainnya)

Pada akhir zaman kekhalifahan Sayyidina Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘anhu, ia ditikam belati yang menyebabkan wafatnya. Dalah terus mengalir dari lukanya sehingga ia sering tidak sadarkan diri. Meskipun begitu keadaannya, jika orang mengatakan kepadanya bahwa waktu shalat telah tiba, ia segera mengerjakannya dalam keadaan seperti itu. Ia berkata, “Tidak ada bagian dalam Islam bagi orang yang meninggalkan shalat.”

Sayyidina Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu sering shalat sepanjang malam dan mengkhatamkan Al-Qur’an dalam satu rakaat (dari Kitab Muntakhab Kanzul Ummal). Sedangkan kebiasaan Sayyidina Ali Radhiyallahu ‘anhu, jika tiba waktu shalat, tubuhnya akan bergetar dan wajahnya menjadi pucat. Seseorang bertanya, “Mengapa keadaanmu menjadi seperti ini?” Ia menjawab, “Telah tiba saatnya bagiku untuk menunaikan amanat yang diberikan Allah Subhaanahu wata’ala kepadaku, yang langit, bumi, dan gunung tidak mampu memikulnya.”

Seseorang bertanya kepada Syaikh Khalaf bin Ayyub Rahmatullah ‘alaih, “Apakah lalat-lalat tidak mengganggumu ketika shalat?” Ia menjawab, “Seorang penjahat yang dicambuk polisi, ia akan berusaha bersabar tanpa bergerak sedikit pun, dan ia akan membanggakan diri dengan berkata, ‘Meskipun aku dipukuli, aku tidak bergerak sedikit pun.’ Lalu, bagaimana dengan diriku, jika aku berdiri di hadapan Rabb-ku lalu aku terganggu hanya karena seekor lalat?”

Sewaktu akan mendirikan shalat, Syaikh Muslim bin Yasar Rahmatullah ‘alaih berkata kepada keluarganya, “Teruskanlah pembicaraan kalian, aku tidak akan tahu apa yang kalian bicarakan.” Suatu ketika, ia shalat di Masjid Jami’ Bashrah. Tiba-tiba sebagian tembok masjid runtuh. Orang-orang pun berlarian dan rebut berkumpul di sana, tetapi ia tidak mengetahui apa pun yang terjadi.

Syaikh Hatim Asham Rahmatullah ‘alaih ditanya tentang bagaimana keadaan shalatnya. Ia menjawab, “Jika waktu shalat tiba, setelah berwudhu aku berjalan ke tempat shalat. Lalu, aku duduk sejenak hingga seluruh tubuhku tenang. Kemudian aku berdiri memulai shalat. Saat itu, kubayangkan Ka’bah berada di depanku, dan kakiku seolah-olah berada di atas Shirat, surga di sebelah kananku, neraka di sebelah kiriku, dan terbayang malaikat pencabut nyawa berdiri di belakangku. Aku merasa inilah shalatku yang terakhir. Selanjutnya aku berusaha mengerjakan shalat dengan khusyu’ dan khudhu’, dan aku berada di antara perasaan, yaitu takut dan harap, apakah shalatku ini diterima atau tidak?” (dari Kitab Ihya’ ‘Ulumuddin)

Sumber: Kitab Fadhilah Amal – I. Kitab Kisah-Kisah Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum – Bab Kelima “Kegairahan dan Kecintaan Terhadap Shalat yang Khusyu’ dan Khudhu’” 4. Kisah Keadaan Shalat Sayyidina Abu Bakar, Sayyidina Abdullah bin Zubair, Sayyidina Ali Radhiyallahu ‘anhum, dan Shahabat-Shahabat yang Lain (Maulana Muhammad Zakariyya Al-Khandahlawi Rah.a)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Belajar Ilmu Nahwu Shorof Tata Bahasa Arab Online

Nahwu, Balaghah, Mu'jam, Sharaf, Kamus, Terjemah dll. Blog Santri Fasih Mengaji Kitab Kuning. nahwusharaf.WordPress.com site

ponpes Al-Fithrah GP

Ibadah dalam hidmah - hidmah dalam ibadaH

Blog Abu Umamah™

Media Belajar Dan Berbagi Ilmu Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah

Abdurrohmandotcom

Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

Faisal Abiyasin's Blog

... belajar berbagi yang di ketahui ...

Ruang Aliyah

.::Ruang kosong yang haus untuk diisi::.

Bimbingan Islami | Ulama Ahlus sunnah Wal Jamaah Salafiy

Bimbingan, nasehat dan fatwa ulama ahlussunnah wal jama-ah sesuai dengan ajaran Islam menurut pemahaman as-salaf ash-shaleh

مفاهيم

Salim Abdul Qadir MD

Agama Ialah Nasihat

“Agama adalah nasihat”. Kami bertanya: “Bagi siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslim dan bagi kaum muslim secara umum.” (HR. Muslim)

antonsudarwo26ubd

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

%d bloggers like this: