2. Kisah Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam Shalat Sepanjang Malam

Seseorang bertanya kepada Sayyidatina ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha, “Beritahukanlah kepadaku sesuatu yang luar biasa yang pernah engkau lihat pada diri Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.” Sayyidatina ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha menjawab, “Segala sesuatu yang ada pada diri beliau adalah luar biasa. Pernah suatu malam beliau datang dan berbaring bersamaku, lalu beliau berkata, ‘Sekarang biarkanlah aku beribadah kepada Allah!’ Beliau bangun dari tempat tidurnya, kemudian mengerjakan shalat. Begitu memulai shalat, beliau langsung menangis bercucuran air mata sehingga membasahi dada beliau. Selanjutnya, beliau ruku’ sambil menangis. Ketika sujud, beliau pun menangis, dan bangun dari sujud pun masih menangis. Tidak henti-hentinya beliau berbuat demikian hingga Bilal memberi tahu beliau datangnya waktu Shalat Shubuh.’

Aku berkata, ‘Ya Rasulullah, mengapa engkau menangis sedemikian rupa? Bukankah engkau orang yang ma’sum, dan Allah Subhaanahu wata’ala telah berjanji akan mengampuni dosa-dosamu, baik yang akan datang maupun yang telah lalu (jika ada)?’ Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Tidakkah sepatutnya aku menjadi hamba-Nya yang bersyukur?’ Lalu, beliau bersabda, ‘Mengapa aku tidak berbuat demikian? Padahal hari ini Allah Subhaanahu wata’ala telah menurunkan ayat kepadaku:

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda (keagungan Allah) bagi mereka yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri dan duduk ataupun pada waktu berbaring dan memikirkan tentang kejadian langit dan bumi lalu berkata, ‘Ya Rabb kami, tidaklah Engkau ciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka lindungilah kami dari azab neraka.’” (Q.S. Ali ‘Imran: 190-191, dari Kitab Iqamatul Hujjah)

Masih banyak riwayat lain yang menyebutkan tentang penjangnya shalat malam Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam. Demikian lamanya berdiri shalat, sampai kaki beliau bengkak. Sebagian shahabat Radhiyallahu ‘anhum berkata, “Ya Rasulullah, mengapa engkau berletih-letih dalam mendirikan shalat, padahal Allah Subhaanahu wata’ala telah mengampunimu?” Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Tidakkah sepatutnya aku menjadi hamba yang bersyukur?” (dari Kitab Bukhari)

 

Sumber: Kitab Fadhilah Amal – I. Kitab Kisah-Kisah Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum – Bab Kelima “Kegairahan dan Kecintaan Terhadap Shalat yang Khusyu’ dan Khudhu’” 2. Kisah Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam Shalat Sepanjang Malam (Maulana Muhammad Zakariyya Al-Khandahlawi Rah.a)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Belajar Ilmu Nahwu Shorof Tata Bahasa Arab Online

Nahwu, Balaghah, Mu'jam, Sharaf, Kamus, Terjemah dll. Blog Santri Fasih Mengaji Kitab Kuning. nahwusharaf.WordPress.com site

ponpes Al-Fithrah GP

Ibadah dalam hidmah - hidmah dalam ibadaH

Blog Abu Umamah™

Media Belajar Dan Berbagi Ilmu Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah

Abdurrohmandotcom

Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

Faisal Abiyasin's Blog

... belajar berbagi yang di ketahui ...

Ruang Aliyah

.::Ruang kosong yang haus untuk diisi::.

Bimbingan Islami | Ulama Ahlus sunnah Wal Jamaah Salafiy

Bimbingan, nasehat dan fatwa ulama ahlussunnah wal jama-ah sesuai dengan ajaran Islam menurut pemahaman as-salaf ash-shaleh

مفاهيم

Salim Abdul Qadir MD

Agama Ialah Nasihat

“Agama adalah nasihat”. Kami bertanya: “Bagi siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslim dan bagi kaum muslim secara umum.” (HR. Muslim)

antonsudarwo26ubd

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

%d bloggers like this: