7. Kisah Sayyidina Ali Radhiyallahu ‘anhu ketika Melewati Sebuah Kuburan

Syaikh Kumail Rahmatullah ‘alaih bercerita, “Suatu hari aku berjalan bersama Ali Radhiyallahu ‘anhu hingga tiba di sebuah hutan. Lalu, Sayyidina Ali Radhiyallahu ‘anhu mendekati sebuah kuburan sambil berkata, ‘Wahai penghuni kubur, wahai penghuni tempat sunyi, wahai yang tinggal sendirian di tempat yang menakutkan, bagaimanakah kabar dan keadaanmu?’ Kemudian Sayyidina Ali Radhiyallahu ‘anhu berkata, ‘Adapun kabar kami di sini, hartamu telah dibagi-bagikan setelah kepergianmu, anak-anakmu telah menjadi yatim, dan istri-istrimu telah menikah lagi. Inilah berita kami, ceritakanlah sedikit tentang kalian!’ Seraya menoleh kepadaku, ia berkata, ‘Wahai Kumail, seandainya mereka boleh dan dapat berbicara, mereka akan berkata, ‘Sebaik-baik bekal ialah takwa.’ Setelah berkata demikian, ia menangis. ‘Wahai Kumail, kubur adalah tempat menyimpan amal, dan kita akan mengetahuinya ketika mati.’” (dari Kitab Muntakhab)

Faidah

Amal baik atau buruk seseorang akan tersimpan di dalam kubur bagaikan tersimpan di dalam kotak. Banyak hadits yang menjelaskan bahwa amal baik akan datang berupa seseorang yang tampan. Ia akan menjadi shahabat dan penghibur si mayit. Sebaliknya, amal buruk akan datang berupa seseuatu yang buruk rupa, busuk, dan hanya akan menambah kesengsaraan mayit. Sebuah hadits menyebutkan, “Tiga hal yang mengiringi manusia sampai ke kuburnya, yaitu hartanya (sebagaimana kebiasaan Arab Jahiliyah), keluarganya, dan amal perbuatannya. Dua hal, yaitu harta dan keluarganya, akan kembali setelah penguburan. Yang tinggal bersamanya hanyalah amal perbuatannya.”

Suatu ketika, Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada para shahabatnya, “Tahukah kalian bagaimana perumpamaan kalian dengan sanak saudara kalian, harta kalian, dan amal perbuatan kalian?” Atas keinginan para shahabat, Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Perumpamaannya bagaikan seseorang yang memiliki tiga saudara. Menjelang kematiannya, ia mamanggil saudara-saudaranya dan berkata, ‘Saudara-saudaraku, kalian telah mengetahui bagaimana keadaanku saat ini?’ Saudaranya yang pertama menjawab, ‘Aku aka merawatmu, aku akan mengobatimu, dan aku akan melayani segala keperluanmu. Jika kamu meninggal dunia, aku akan memandikanmu, mengkafanimu, memikulmu dan menguburkanmu. Lalu, aku akan senantiasa mengingat kebaikanmu.’” Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Saudara seperti ini adalah sanak saudara dan keluarganya.’ Kemudian pertanyaan yang sama diajukan kepada saudaranya yang kedua. Lalu, ia menjawab, ‘Aku akan bersamamu selama engkau masih hidup. Jika kamu meninggal dunia, aku akan pergi kepada orang lain.’ Saudara ini adalah hartanya. Kemudian ia memanggil saudaranya yang ketiga dan menanyakan hal yang sama. Saudaranya yang ketiga menjawab, ‘Meskipun di dalam kubur, aku akan bersamamu. Di tempat yang menakutkan aku akan menjadi penghibur hatimu dan ketika kamu dihisab aku akan duduk dan memberatkan timbangan amal baikmu.’ Saudaranya yang ketiga ini adalah amal shalihnya.’” Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Kini sebutlah, manakah saudara yang memberi manfaat?” Para shahabat Radhiyallahu ‘anhum menjawab, “Ya Rasulullah, jelas saudara yang terakhir inilah yang bermanfaat. Yang pertama dan kedua tidak bermanfaat lagi.” (dari Kitab Muntakhab, Kanz)

 

Sumber: Kitab Fadhilah Amal – I. Kitab Kisah-Kisah Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum – Bab Keempat “Ketakwaan Para Shahabat Radhiyallahu ‘anhu” 7. Kisah Sayyidina Ali Radhiyallahu ‘anhu ketika Melewati Sebuah Kuburan (Maulana Muhammad Zakariyya Al-Khandahlawi Rah.a)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Belajar Ilmu Nahwu Shorof Tata Bahasa Arab Online

Nahwu, Balaghah, Mu'jam, Sharaf, Kamus, Terjemah dll. Blog Santri Fasih Mengaji Kitab Kuning. nahwusharaf.WordPress.com site

ponpes Al-Fithrah GP

Ibadah dalam hidmah - hidmah dalam ibadaH

Blog Abu Umamah™

Media Belajar Dan Berbagi Ilmu Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah

Abdurrohmandotcom

Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

Faisal Abiyasin's Blog

... belajar berbagi yang di ketahui ...

Ruang Aliyah

.::Ruang kosong yang haus untuk diisi::.

Bimbingan Islami | Ulama Ahlus sunnah Wal Jamaah Salafiy

Bimbingan, nasehat dan fatwa ulama ahlussunnah wal jama-ah sesuai dengan ajaran Islam menurut pemahaman as-salaf ash-shaleh

مفاهيم

Salim Abdul Qadir MD

Agama Ialah Nasihat

“Agama adalah nasihat”. Kami bertanya: “Bagi siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslim dan bagi kaum muslim secara umum.” (HR. Muslim)

antonsudarwo26ubd

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

%d bloggers like this: