3. Kisah Sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu Memuntahkan Makanan yang Diberikan Seseorang dari Upah Mantera

Sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu memiliki seorang hamba sahaya yang selalu memberikan Ghallah (Ghallah adalah setoran tertentu dari hasil kerja yang harus diberikan oleh seorang budak kepada majikannya dan selebihnya dimiliki budak sendiri. Hal seperti ini, diperbolehkan menurut syari’at yang sejak zaman para shahabat Radhiyallahu ‘anhum sudah berlaku.) kepadanya. Susatu hari ia membawa sedikit makanan kepada Sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu, lalu ia memakan sesuap dari makanan itu. Hamba sahayanya berkata, “Tiap hari Tuan selalu bertanya kepadaku dari mana penghasilanku ini. Namun, hari ini Tuan tidak menanyakannya..” Sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu menjawab, “Karena begitu lapar, sehingga aku tidak sempat menanyakannya. Sekarang jelaskanlah tentang makanan ini.” Hamba sahayanya menjawab, “Dulu, pada zaman jahiliyah, aku bertemu suatu kaum dan membacanya mantera untuk mereka. Mereka berjanji kepadaku akan memberi imbalan terhadap jasaku. Pada hari ini, aku melewati perkampungan mereka. Kebetulan mereka sedang melangsungkan acara pernikahan. Maka mereka memberiku makanan ini.” Sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Kamu nyaris membinasakanku!” Kemudian ia berusaha memuntahkan makanan yang telah detelannya itu dengan memasukkan tangannya di dalam tenggorokan. Namun, karena ia memakannya ketika sangat lapar, makanan itu sulit dikeluarkan. Lalu, seseorang memberitahu bahwa ia dapat muntah jika minum air. Kemudian ia meminta dibawakan semangkok besar air minum. Ia langsung meminumnya, sampai ia dapat memuntahkan makanan itu.

Seseorang berkata kepadanya, “Semoga Allah merahmati engkau. Semua susah payah ini engkau lakukan hanya karena sesuap makanan.” Sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu menjawab, “Meskipun aku harus kehilangan nyawa untuk mengeluarkan makanan itu, aku tetap akan mengeluarkannya. Aku mendengar Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Badan yang tumbuh dengan makanan haram, api neraka pantas untuknya. Aku khawatir, jika sebagian dari badanku tumbuh dari makanan ini.’” (dari Kitab Muntakhab, Kanzul Ummal)

Faidah

Masih banyak kisah seperti ini tentang Sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu. Kebiasaannya adalah sangat berhati-hati dalam setiap perkara. Sedikit saja ada makanan yang meragukan, ia langsung memuntahkannya. Dalam Kitab Bukhari juga terdapat kisah yang mirip dengan kisah tersebut. Diriwayatkan tentang seorang hamba sahaya Sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu yang pada zaman jahiliyah menjadi dukun atau peramal bintang. Kebetulan ramalannya terhadap seseorang benar-benar terjadi. Orang itu memberinya sedikit hadiah. Dari hasil itu ia memberikan makanan kepada Sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu. Ia pun memakannya, tetapi setelah mengetahui asalnya, ia langsung memuntahkan seluruh isi perutnya. Sebenarnya harta hamba sahayanya itu belum pasti haram. Namun, karena kehati-hatiannya yang tinggi, ia merasa merasa tidak tenang dengan harta yang syubhat.

 

Sumber: Kitab Fadhilah Amal – I. Kitab Kisah-Kisah Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum – Bab Keempat “Ketakwaan Para Shahabat Radhiyallahu ‘anhu” 3. Kisah Sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu Memuntahkan Makanan yang Diberikan Seseorang dari Upah Mantera (Maulana Muhammad Zakariyya Al-Khandahlawi Rah.a)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Belajar Ilmu Nahwu Shorof Tata Bahasa Arab Online

Nahwu, Balaghah, Mu'jam, Sharaf, Kamus, Terjemah dll. Blog Santri Fasih Mengaji Kitab Kuning. nahwusharaf.WordPress.com site

ponpes Al-Fithrah GP

Ibadah dalam hidmah - hidmah dalam ibadaH

Blog Abu Umamah™

Media Belajar Dan Berbagi Ilmu Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah

Abdurrohmandotcom

Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

Faisal Abiyasin's Blog

... belajar berbagi yang di ketahui ...

Ruang Aliyah

.::Ruang kosong yang haus untuk diisi::.

Bimbingan Islami | Ulama Ahlus sunnah Wal Jamaah Salafiy

Bimbingan, nasehat dan fatwa ulama ahlussunnah wal jama-ah sesuai dengan ajaran Islam menurut pemahaman as-salaf ash-shaleh

مفاهيم

Salim Abdul Qadir MD

Agama Ialah Nasihat

“Agama adalah nasihat”. Kami bertanya: “Bagi siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslim dan bagi kaum muslim secara umum.” (HR. Muslim)

antonsudarwo26ubd

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

%d bloggers like this: