8. Kisah Pertanyaan Baginda Nabi Shallallahu ‘alahi wasallam kepada Para Shahabat Radhiyallahu ‘anhum tentang Dua Macam Orang

Beberapa shahabat Radhiyallahu ‘anhum sedang duduk bersama Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam. Kemudian lewatlah seseorang di hadapan mereka, “Bagaimanakah pendapat kalian tentang orang itu?” mereka menjawab, “Ya Rasulullah, ia tergolong orang yang terpandang. Demi Allah, jika ia melamar seorang wanita, tentu lamarannya tidak akan ditolak. Jika ia memberikan usulan, tentu akan diterima.” Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam berdiam diri setelah mendengarnya.

Selepas itu, seseorang lainnya lewat di hadapan mereka. Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya tentang orang itu. Mereka menjawab, “Ya Rasulullah, ia seorang muslim yang miskin. Jika ia meminang seorang wanita, tentu sulit untuk diterima. Jika ia mengusulkan sesuatu, maka akan ditolak. Jika ia berbicara, tidak ada orang yang akan mendengarnya.” Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Satu orang ini lebih baik daripada orang pertama walau sepenuhnya dunia.”

Faidah

Maksudnya, Allah Subhaanahu wata’ala tidak memandang seseorang hanya dari segi kemuliaan keduniaannya. Seorang muslim yang fakir, yang tidak dihormati di dunia, perkataannya tidak didengar, di sisi Allah Subhaanahu wata’ala bisa lebih baik dari jutaan orang yang terpandang, yang ucapannya didengar, dan setiap orang siap untuk menaatinya, tetapi di sisi Allah Subhaanahu wata’ala, ia tidak memiliki kedudukan apa pun.

Tegaknya dunia hanyalah keberkahan dari wali-wali Allah. Hal ini, terdapat dalam sebuah hadits, “Ketika tidak ada lagi orang yang menyebut Asma Allah di dunia ini, maka Kiamat akan datang dan dunia akan berakhir.” Dengan keberkahan menyebut Asma Allah Subhaanahu wata’ala, dunia ini masih dapat berjalan dengan teratur.

Sumber: Kitab Fadhilah Amal – I. Kitab Kisah-Kisah Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum – Bab Ketiga “Kezuhudan dan Kesederhanaan Para Shahabat Radhiyallahu ‘anhum” 8. Kisah Pertanyaan Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Para Shahabat Radhiyallahu ‘anhum tentang Dua Macam Orang (Maulana Muhammad Zakariyya Al-Khandahlawi Rah.a)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Belajar Ilmu Nahwu Shorof Tata Bahasa Arab Online

Nahwu, Balaghah, Mu'jam, Sharaf, Kamus, Terjemah dll. Blog Santri Fasih Mengaji Kitab Kuning. nahwusharaf.WordPress.com site

ponpes Al-Fithrah GP

Ibadah dalam hidmah - hidmah dalam ibadaH

Blog Abu Umamah™

Media Belajar Dan Berbagi Ilmu Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah

Abdurrohmandotcom

Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

Faisal Abiyasin's Blog

... belajar berbagi yang di ketahui ...

Ruang Aliyah

.::Ruang kosong yang haus untuk diisi::.

Bimbingan Islami | Ulama Ahlus sunnah Wal Jamaah Salafiy

Bimbingan, nasehat dan fatwa ulama ahlussunnah wal jama-ah sesuai dengan ajaran Islam menurut pemahaman as-salaf ash-shaleh

مفاهيم

Salim Abdul Qadir MD

Agama Ialah Nasihat

“Agama adalah nasihat”. Kami bertanya: “Bagi siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslim dan bagi kaum muslim secara umum.” (HR. Muslim)

antonsudarwo26ubd

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

%d bloggers like this: