10. Kisah Kelaparan Pasukan Al-Ambar

Pada Bulan Rajab tahun ke-8 Hijriyah, Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam mengirim Pasukan Muslimin sebanyak 300 shahabat Radhiyallahu ‘anhum ke sebuah tempat di tepi pantai yang dipimpin Sayyidina Abu Ubaidah Radhiyallahu’anhu. Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam hanya membekali mereka semua dengan sekarung kurma. Mereka menetap di sana selama lima belas hari, sedangkan persediaan makanan mereka telah habis. Sayyidina Qais Radhiyallahu ‘anhu, salah seorang anggota pasukan, membeli unta dari anggota pasukan lainnya dengan perjanjian akan dibayar di Madinah nanti. Unta itu pun disembelih. Akhirnya, mereka menyembelih tiga ekor unta setiap hari.

Pada hari ke tiga, pimpinan pasukan, Sayyidina Abu Ubaidah Radhiyallahu ‘anhu, berpikir, jika penyembelihan itu diteruskan, tentu mereka akan kehabisan kendaraan dan sulit untuk pulang. Oleh sebab itu, ia menghentikan penyembelihan unta tersebut. Lalu, ia menyuruh mengumpulkan semua kurma yang masih tersisa dari seluruh pasukan untuk dijadikan satu dalam sebuah kantong. Setiap hari sebutir kurma dibagikan kepada setiap orang. Mereka hanya mengulumnya sambil minum air, dan inilah makanan mereka hingga malam hari. Mengatakannya memang mudah, tetapi dalam pertempuran yang sangat memerlukan tenaga dan kekuatan, maka sebutir kurma setiap hari adalah sangat sulit untuk dibayangkan.

Ketika Sayyidina Jabir Radhiyallahu ‘anhu menceritakan hal ini, seorang muridnya bertanya, “Sebutir kurma? Apa faidahnya?” Sahutnya, “Faidahnya akan diketahui tatkala tidak ada kurma lagi.” Setelah itu, tidak ada yang tersisa selain kelaparan. Mereka terpaksa memetik dedaunan kering yang dicampur dengan iar, lalu mereka makan. Dalam keadaan terpaksa, semua dapat dilakukan.

Sesungguhnya Allah Subhaanahu wata’ala akan mengganti setiap kesusahan dengan kemudahan. Sesudah mengalami kesusahan dan kesulitan, maka Allah Subhaanahu wata’ala mengirim untuk mereka seekor ikan yang besar dari samudera, yang terkenal dengan sebutan ikan Ambar. Demikian besar ikan itu, sehingga meskipun telah dimakan selama delapan belas hari tidak juga habis. Bahkan, mereka dapat membawa dagingnya saat kembali ke Madinah. Ketika peristiwa ini diceritakan kepada Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau berkata, “Ikan itu adalah rezeki yang Allah Subhaanahu wata’ala kirimkan untuk kalian.”

Faidah

Penderitaan dan kesusahan di dunia pasti terjadi, terutama pada orang-orang yang dekat dengan Allah Subhaanahu wata’ala. Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Penderitaan yang terberat diberikan kepada para nabi ‘Alaihimus salam, kemudian kepada orang-orang yang mulia sesuai dengan derajatnya.”

Ujian akan diberikan kepada seseorang sesuai dengan derajat agamanya. Setiap selesai mengalami suatu kesusahan, dengan rahmat dan kasih saying-Nya, Allah Subhaanahu wata’ala akan mengiringinya dengan kemudahan. Hendaklah kita senantiasa berpikir, betapa orang-orang terdahulu sangat bersusah payah. Semua itu semata-mata demi agama. Mereka rela menderita kelaparan, memakan dedaunan, dan menumpahkan darah untuk menyebarkan agama. Sementara saat ini, kita menjaganya saja tidak mampu.

 

Sumber: Kitab Fadhilah Amal – I. Kitab Kisah-Kisah Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum – Bab Ketiga “Kezuhudan dan Kesederhanaan Para Shahabat Radhiyallahu ‘anhum” 10. Kisah Kelaparan Pasukan Al-Ambar (Maulana Muhammad Zakariyya Al-Khandahlawi Rah.a)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Belajar Ilmu Nahwu Shorof Tata Bahasa Arab Online

Nahwu, Balaghah, Mu'jam, Sharaf, Kamus, Terjemah dll. Blog Santri Fasih Mengaji Kitab Kuning. nahwusharaf.WordPress.com site

ponpes Al-Fithrah GP

Ibadah dalam hidmah - hidmah dalam ibadaH

Blog Abu Umamah™

Media Belajar Dan Berbagi Ilmu Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah

Abdurrohmandotcom

Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

Faisal Abiyasin's Blog

... belajar berbagi yang di ketahui ...

Ruang Aliyah

.::Ruang kosong yang haus untuk diisi::.

Bimbingan Islami | Ulama Ahlus sunnah Wal Jamaah Salafiy

Bimbingan, nasehat dan fatwa ulama ahlussunnah wal jama-ah sesuai dengan ajaran Islam menurut pemahaman as-salaf ash-shaleh

مفاهيم

Salim Abdul Qadir MD

Agama Ialah Nasihat

“Agama adalah nasihat”. Kami bertanya: “Bagi siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslim dan bagi kaum muslim secara umum.” (HR. Muslim)

antonsudarwo26ubd

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

%d bloggers like this: