4. Kisah Gaji Sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu dari Baitul Mal

Sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu seorang pedagang kain. Setelah dilantik menjadi khalifah, dengan membawa beberapa helai kain di tangannya, pagi-pagi ia berjalan menuju pasar untuk berjualan seperti biasanya. Di tengah jalan, ia berjumpa dengan Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘anhu. Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘anhu bertanya, “Mau kemana engkau?” Sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu menjawab, “Mau ke pasar.” Sahut Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘anhu, “Jika engkau sibuk berdagang, lalu bagaimana tugas kekhalifahan?” Jawab Sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu, “Lalu, bagaimana aku memberi makan keluargaku?” Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Mari kita menjumpai Abu Ubaidah, yang dijuluki oleh Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai orang kepercayaan umat, agar ia menentukan uang gaji untukmu dari Baitul Mal.” Keduanya pun menjumpai Sayyidina Abu Ubaidah Radhiyallahu ‘anhu. Kemudian ditetapkanlah gaji untuk Sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu, yang jumlahnya sebesar keperluan makan seorang Muhajirin biasa, bukan dari golongan kaya dan juga bukan dari golongan miskin.

Suatu hari, istrinya berkata kepada Sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu, “Aku ingin makan sedikit manisan.” Sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu menjawab, “Aku tidak memilik uang untuk membeli.” Istrinya berkata, “Aku akan menyisihkan sedikit demi sedikit uang belanja harian, sehingga dalam beberapa hari akan terkumpul sejumlah uang.” Sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu pun menyetujuinya. Akhirnya, dalam beberapa hari, istri Sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu bisa mengumpulkan sedikit uang. Sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Tampaknya dari pengalaman ini, uang gaji kita dari Baitul Mal telah melebihi keperluan kita.” Lalu, Sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu mengembalikan uang yang sudah dikumpulkan oleh istrinya itu ke Baitul Mal. Untuk selanjutnya, uang gaji Sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu dikurangi sejumlah uang yang dapat disisihkan oleh istrinya tersebut.

Faidah

Meskipun Sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu telah menjadi seorang khalifah pemimpin seluruh umat Islam, dia tetap berdagang seperti sebelumnya. Hasil pekerjaan itu, cukup untuk keperluan keluarganya. Hal ini bisa diketahui dari pernyataan dia setelah menjadi khalifah. Diriwayatkan oleh Imam Bukhari Rahmatullah ‘alaih dari Sayyidatina ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha, ketika Sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu telah menjadi khalifah, ia berkata, “Kaumku mengetahui bahwa pekerjaanku adalah berdagang. Itu telah mencukupi keluargaku. Tetapi, karena tugas kekhalifahan, aku disibukkan dengan urusan Kaum Muslimin, sehingga untuk keperluan keluargaku diambil dari Baitul Mal.”

Meskipun begitu, ketika Sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu akan meninggal dunia, ia berwasiat kepada Sayyidatina ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha agar mengembalikan seluruh uang gaji yang telah dikeluarkan untuk dia dari Baitul Mal, kepada khalifah yang menggantikan dia. Sayyidina Anas Radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa ketika Sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu meninggal dunia, ia tidak meninggalkan dirham dan dinar. Ia hanya meninggalkan seekor unta perah, sebuah mangkok, dan seorang hamba sahaya. Dalam riwayat yang lain, ia berkata, “Ia telah meninggalkan sehelai selimut dan sehelai kain alas. Barang-barang itu telah diserahkan kepada Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘anhu ketika ia menggantikannya sebagai khalifah.” Sayyidina Umar Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Semoga Allah Subhaanahu wata’ala mencucuri rahmat kepada Sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu, ia telah membuat letih orang yang ingin mengikutinya.” (dari Kitab Fathul Bari)

 

Sumber: Kitab Fadhilah Amal – I. Kitab Kisah-Kisah Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum – Bab Ketiga “Kezuhudan dan Kesederhanaan Para Shahabat Radhiyallahu ‘anhum” 4. Kisah Gaji Sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu dari Baitul Mal (Maulana Muhammad Zakariyya Al-Khandahlawi Rah.a)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Belajar Ilmu Nahwu Shorof Tata Bahasa Arab Online

Nahwu, Balaghah, Mu'jam, Sharaf, Kamus, Terjemah dll. Blog Santri Fasih Mengaji Kitab Kuning. nahwusharaf.WordPress.com site

ponpes Al-Fithrah GP

Ibadah dalam hidmah - hidmah dalam ibadaH

Blog Abu Umamah™

Media Belajar Dan Berbagi Ilmu Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah

Abdurrohmandotcom

Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

Faisal Abiyasin's Blog

... belajar berbagi yang di ketahui ...

Ruang Aliyah

.::Ruang kosong yang haus untuk diisi::.

Bimbingan Islami | Ulama Ahlus sunnah Wal Jamaah Salafiy

Bimbingan, nasehat dan fatwa ulama ahlussunnah wal jama-ah sesuai dengan ajaran Islam menurut pemahaman as-salaf ash-shaleh

مفاهيم

Salim Abdul Qadir MD

Agama Ialah Nasihat

“Agama adalah nasihat”. Kami bertanya: “Bagi siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslim dan bagi kaum muslim secara umum.” (HR. Muslim)

antonsudarwo26ubd

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

%d bloggers like this: