11. Kisah Takutnya Sayyidina Hanzhalah Radhiyallahu ‘anhu terhadap Kemunafikan

Sayyidina Hanzhalah Radhiyallahu ‘anhu bercerita, “Suatu ketika, kami sedang berada di majelis Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau menasihati kami sehingga hati kami menjadi tersentuh, air mata kami bercucuran, dan seolah-olah akhirat Nampak di depan mata. Selesai dari majelis Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, aku kembali ke rumah dan berumpul dengan anak istri. Kemudian kami mulai berbicara mengenai sedikit masalah dunia, bercanda dengan anak-anak, dan bercumbu dengan istri. Akibatnya, pengaruh suasana yang aku dapatkan dari majelis Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pun mulai sirna.

Maka terintas dalam pikiranku, ternyata keadaanku berbeda dengan keadaan ketika di majelis Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam itu. Aku berkata dalam hati, ‘Kamu telah menjadi munafik, karena kenyataannya di hadapan Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam keadaanmu seperti itu dan sesampainya di rumah keadaanmu seperti ini.’

Akhirnya, aku keluar rumah dalam keadaan menyesal dan sedih sambil berkata, ‘Hanzhalah, kamu telah munafik!’ Saat itu, aku berpapasan dengan Sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu. Aku berkata kepadanya, ‘Hanzhalah telah menjadi munafik!’ Mendengar perkataan ini, dia berkata, ‘Subhaanallah! Apa yang sedang kau katakana? Ini tidak mungkin.’ Kemudian aku pun menceritakan apa yang aku alami, bahwa ketika kami berada di majelis Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, saat beliau bercerita tentang surge dan neraka, seolah-olah Nampak di depan mata. Namun, ketika aku pulang ke rumah dan bercanda dengan anak istri, berbicara tentang harta benda dan lain-lain, semua pengaruh yang aku dapatkan bersama Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam terlupakan. Sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu menyahut, ‘Hal itu juga terjadi pada diri saya.’”

Kemudian keduanya menemui Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Sayyidina Hanzhalah Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Ya Rasulullah, aku telah menjadi munafik.” Beliau berkata, “Apa yang terjadi?” Sayyidina Hanzhalah Radhiyallahu ‘anhu bercerita, “Ya Rasulullah, jika kami berada di hadapanmu dan engkau menceritakan surga dan neraka kepada kami, seolah-olah keduanya Nampak di depan mata. Akan tetapi, jika kami berpisah dengan engkau, bercanda dengan anak istri kami, dan sibuk dengan pekerjaan rumah tangga, semuanya terlupakan.” Beliau menjawab, “Demi Dzat yang nyawaku berada di dalam kekuasaan-Nya, jika setiap saat keadaanmu selalu seperti ketika bersamaku, maka para malaikat akan berjabat tangan denganmu di tempat tidurmu dan di jalan-jalan. Wahai Hanzhalah, hanya saja keadaan seperti ini adalah langkah. Tetapi, terkadang seperti ini, terkadang seperti itu.” (dari Kitab Ihya’ Ulumuddin dan Shahih Muslim)

Faidah

Manusia memiliki keperluan hidup yang harus ditunaikan, yaitu makan, minum, anak, dan istri. Bahkan, menanyakan keadaan mereka pun penting. Demikian pula, usaha mengingat akhirat seolah-olah nampak di depan mata adalah penting, meskipun kita tidak mampu setiap saat. Kita jangan teralu berharap setiap saat dapat mengingat akhirat seolah-olah nampak di depan mata, karena itu adalah derajat yang langkah. Sebab, itu adalah seperti derajat para malaikat. Mereka tidak disibukkan dengan urusan lain: tanpa memikirkan anak istri, tanpa memikirkan mata pencaharian, dan tanpa memikirkan ususan keduniaan. Sebaliknya, manusia senantiasa dibebani keperluannya sebagai manusia, sehingga tidak dapat menetap dalam satu keadaan seperti malaikat.

Dengan demikian, yang harus kita renungkan adalah betapa tinggi perhatian para shahabat Radhiyallahu ‘anhum terhadap agama mereka. Jika sedikit saja keadaan mereka berubah dibandingkan ketika bersama Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, mereka menyangka bahwa diri mereka sudah munafik.

Perasaan cinta akan menimbulkan beribu macam prasangka buruk dan kekhawatiran.

Jika anak kita yang kita cintai sedang dalam perjalanan, kita mengkhawatirkan perjalanannya. Jika kita mengetahui bahwa daerah yang dituju terkena wabah penyakit atau bencana, berapa banyak surat serta telegram yang akan kita kirimkan!

Sumber: Kitab Fadhilah Amal – I. Kitab Kisah-Kisah Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum – Bab Kedua “Perasaan Takut kepada Allah Subhaanahu wata’ala” 11. Kisah Takutnya Sayyidina Hanzhalah Radhiyallahu ‘anhu terhadap kemunafikan (Maulana Muhammad Zakariyya Al-Khandahlawi Rah.a)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Belajar Ilmu Nahwu Shorof Tata Bahasa Arab Online

Nahwu, Balaghah, Mu'jam, Sharaf, Kamus, Terjemah dll. Blog Santri Fasih Mengaji Kitab Kuning. nahwusharaf.WordPress.com site

ponpes Al-Fithrah GP

Ibadah dalam hidmah - hidmah dalam ibadaH

Blog Abu Umamah™

Media Belajar Dan Berbagi Ilmu Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah

Abdurrohmandotcom

Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

Faisal Abiyasin's Blog

... belajar berbagi yang di ketahui ...

Ruang Aliyah

.::Ruang kosong yang haus untuk diisi::.

Bimbingan Islami | Ulama Ahlus sunnah Wal Jamaah Salafiy

Bimbingan, nasehat dan fatwa ulama ahlussunnah wal jama-ah sesuai dengan ajaran Islam menurut pemahaman as-salaf ash-shaleh

مفاهيم

Salim Abdul Qadir MD

Agama Ialah Nasihat

“Agama adalah nasihat”. Kami bertanya: “Bagi siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslim dan bagi kaum muslim secara umum.” (HR. Muslim)

antonsudarwo26ubd

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

%d bloggers like this: